Episode #2 PEMILU : PARTAI CUKUP 3

Standar

Dream Indonesia Episode #2. Durasi 10 menit.

(Acara ini dimulai ketika lantunan lagu Indonesia Raya dengan latar belakang pemandangan alam negeri nan elok ini ditampilkan)

Pagi ini dengan setelan jas hitam, sang presiden duduk santai di kursi tamu. Sepertinya pagi ini shooting dilakukan di teras istana Negara.

Dengan senyum simpatik sang presiden mulai membuka acara tanpa naskah ini.

Berikut kutipan lengkap pidatonya :

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Selamat Pagi”

fig.1

Orang-orang bijak selalu mengatakan bahwa bangsa yang besar dilahirkan oleh pemimpin yang besar pula. Kita berkeyakinan bahwa dari 240an juta penduduk Indonesia bahwa pasti ada yang dilahirkan dengan criteria seorang pemimpin yang punya kemampuan untuk membangun negeri ini. Pemimpin yang akan mewujudkan mimpi besar bangsa ini. Pemimpin yang dapat membawa masyarakat bangsa ini menuju kesejahteraan dan kemandirian. Pemimpin yang tanpa pamrih akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Besar tidak hanya dari sisi kuantititas tetapi juga besar dari segi kualitas.

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Bangunlah”

Sebentar lagi bangsa ini akan melaksanakan Pemilihan Umum atau pemilu yang pada dasarnya adalah ajang untuk memilih pemimpin. Mulai dari pemimpin di tingkat kabupaten, pemimpin di tingkat propinsi hingga pemimpin Negara ini. Juga kita akan memilih pemimpin yang akan duduk di lembaga legislatif yang merupakan wakil langsung dari saudara-saudaraku dan siap menyalurkan aspirasi masyarakat bangsa ini demi kemashalatan umat dan bangsa.

Sungguh Negara kita adalah Negara demokratis. Terbukti siapa saja bebas untuk mencalonkan diri sebagai calon pemimpin. Siapa saja berhak untuk menjadi pemimpin. Siapa saja yang merasa dirinya pemimpin boleh dan punya kesempatan untuk memimpin negeri ini.

Saudara-saudaraku. Lihat disekeliling kita sekarang. Euforia mereka yang ingin jadi pemimpin di negeri ini sungguh mencengangkan. Begitu banyak partai yang muncul melahirkan sekian banyak pula calon-calon yang menawarkan diri untuk jadi seorang pemimpin. Semaraknya baliho-baliho yang terpasang secara kasat mata menggambarkan meriahnya ajang yang kita sebut sebagai Pesta Demokrasi ini.

(di monitor televisi muncul tanyangan gambar baliho-baliho partai dan caleg berikut atribut-atribut lainnya yang beraneka ragam, di beberapa tempat, dibeberapa wilayah. Di ruang terbuka, di perempatan jalan, taman kota, dimana-mana, bahkan hingga menempel di pohon-pohon pelindung jalan. Kesan yang muncul malah kesan ketidakteraturan tataruang dan nampak sedikit ‘kumuh’)

“ Tetapi Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke,”

Saya perlu mengingatkan kita semua akan satu hal penting. Pemimpin seperti apa yang kita inginkan sekarang ini. Kriteria pemimpin yang bagaimana yang harusnya kita pilih. Dan orang seperti apa yang berhak untuk memimpin kita dan punya kemampuan dan kapasitas memimpin negri ini.

Bukan perkara mudah. Sungguhpula tidak hal yang sederhana menentukan pilihan. Apalagi jika kita lihat banyaknya jumlah partai peserta pemilu. Sungguh mencengangkan sekaligus membingungkan untuk menentukan pilihan. Tanya saja pada diri kita sendiri. Pernahkan kita hapal dan kenal seluruh partai berikut caleg yang ada. Adakah kita pernah ingat kepada partai yang murni mengangkat aspirasi kita dan memperjuangkan nasib masyarakat dan memikirkan nasib bangsa dan peka terhadap permasalahan yang kita hadapi dan telah banyak berbuat untuk kita.

“ Maka Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Tentukan Pilihanmu”

Saya tidak mau jika Pemilu kali ini menjadi ajang ‘pemilu’ yang malah nanti berarti ‘pembuat pilu’. Pembuat pilu bangsa ini karena potensi terpecah belah bangsa menjadi kelompok-kelompok dan elite-elite dan ideologi-ideologi dan golongan-golongan dan SARA mendapatkan jalannya.

Maka dengan ini saya memaklumkan bahwa sesudah Pemilu kali ini saya akan mendesak semua pihak yang terkait untuk menyelenggarakan dan melaksanakan dan memutuskan bahwa Partai Politik di negeri ini cukup 3 (tiga) partai saja. Silahkan partai-partai yang ada sekarang untuk melakukan koalisi, merger atau apapun namanya berdasarkan kesamaan visi, misi, latar belakang sejarah dan kesamaan lainnya. Jika seluruh partai yang ada mempunyai tujuan yang sama untuk kemajuan bangsa ini dan bukan tujuan untuk kepentingan pribadi dan golongan dan kelompok, maka mengapa harus membuat sekian banyak partai yang pada akhirnya malah membingungkan masyarakat dalam menentukan pilihan.

Ingat : Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang tahu kemampuan diri sendiri, mengakui kelebihan yang lainnya dan mau menerima kekurangan yang lain.

“ Demikianlah Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Selamat menentukan Pilihanmu”

Saya selalu mendoakan bahwa pilihan kalian semua adalah pilihan yang terbaik untuk semua.

(Acara ini ditutup dengan alunan lagu Padamu Negeri yang pagi ini dinyanyikan oleh serombongan vocal grup anak-anak putus sekolah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s