MENJADI KAYA ATAU JADI PENGEMIS

Standar

KISAH I :

Diceritakan, pada suatu hari datanglah seorang pengemis ke rumah seorang yang terkenal kikirnya. Ia pun berdiri di muka pintu menunggu sang pemilik rumah keluar dari tempat tinggalnya yang mewah.

“Ada perlu apa?” tanya sang pemilik rumah. “Kami mau meminta bantuan barangkali ada roti atau nasi yang bisa kami makan.” “Tidak ada apa-apa”, jawab si kikir. “Terserah, makanan apa saja kami mau,” kata si pengemis. “Tidak ada”, jawab si kikir lagi. Pengemis tidak menyerah, dia berkata, “Kalau begitu, kami minta minuman saja.” “Air juga tidak punya”, jawab si kikir. Mendengar jawaban itu, si pengemis pun dengan setengah jengkel berkata, “Apa perlunya Tuan tinggal ditempat bagus seperti ini? Lebih baik Tuan ikut kami saja.”

“Ikut kemana ?” tanya sang pemilik rumah. “Tentu saja ikut mengemis, toh Tuan tidak punya apa-apa bukan? Bahkan air saja tidak punya…!!!!


KISAH II :

bsd

Pernah ada yang meng-ilustrasikan bahwa Indonesia seperti seorang peminta-minta atau pengemis yang mengemis kesana-sini tetapi mangkuk atau kaleng tempat menerima uangnya terbuat dari EMAS MURNI.

Hm.. apa artinya. Menurut Pimpii jelas, kenapa harus jadi peminta-minta jika kita sebenarnya kaya. Kaya di sini dapat juga diartikan potensi. Siapa sih yang meragukan potensi alam Indonesia. Baik di darat di laut bahkan udara, yang di atas tanah maupun di bawah tanah. Lalu jangan di lupakan pontensi sumber daya manusia 240 juta jiwa. Luar biasa kan…. Orang luar saja antri mau menggarap potensi Indonesia.

Tetapi mengapa Indonesia misalnya kenapa harus ke sana-sini mencari bantuan (hutang?), kenapa masih banyak hutang yang tidak terbayar, kenapa harus impor beras, kenapa harus impor listrik, impor kedele, impor palawija lainnya, kenapa sampai terjadi seperti ini :

Maret 2009 terdapat 200 ribu orang terkena PHK, 14 juta pengangguran dan 16 juta orang masih berada di bawah garis kemiskinan. (sumber TV One)

Kenapa terjadi demikian?….. sungguh sebuah pertanyaan yang sulit dicari jawabannya.

Orang bijak pernah berkata ” kamu adalah apa yang kamu pikirkan”. So, jika pilihan kita adalah menjadi kaya (sukses) daripada menjadi pengemis, mari maksimalkan potensi diri. Jangan pelit, banyak-banyak ber-silaturahmi. Banyak laman yang menginformasikan lowongan pekerjaan seperti di sini atau di sini atau juga di sini, tetapi yang terbaik adalah lakukan apa yang kita mampu tanpa harus bergantung pada orang lain, ketimbang mengeluh dan berputus asa. Ditambah juga sering-sering memotivasi diri, lihat di sini atau di sini . Karena kalau tidak diri kita sendiri lalu siapa?. Karena sebenarnya KITA MAMPU.

Dan terakhir buat para pemimpin kita, jangan serakah, tamak, pelit, kikir, kedekut, sombong, tidak adil, bakhil, egois, pendusta, ingkar janji, memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni, memanfaatkan jabatan dan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, mencuri merampok membegal uang rakyat uang negara, bodoh (dll……) . Selalulah ingat dan berbuat untuk anak-anak bangsa ini.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s