Episode #5 BERANI MEMIMPIN BERARTI BERSEDIA HIDUP DALAM SITUASI PENUH MARABAHAYA

Standar

Dream Indonesia Episode Lima. Durasi 10 menit. Jam menunjukkan pukul 6.45 waktu setempat.

(Sekali ini acara ini dimulai ketika lantunan lagu Ibu Pertiwi dengan latar belakang musibah ‘Situ Genting’ dan ‘Banjir Bandang Barat’ yang baru saja terjadi)

Pagi ini sang presiden muncul dilayar kaca tampil sederhana dengan pakaian hitam-hitam. Tampak suasana berkabung meliputi roman wajahnya.

Sang presiden mulai membuka acara dari balik mimbar kepresidenan. Di latar depan tampak ramai para wartawan meliput acara ini. Sepagi ini sang presiden agaknya sedang mengadakan konprensi pers.

Berikut kutipan lengkap pidatonya :

“Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Selamat Pagi”

Semoga kalian semuanya sudah bangun dan bersiap-siap untuk memulai hidup di hari ini. Yang anak-anak sudah siap untuk berangkat sekolah, yang pekerja, swasta, pegawai negeri, buruh, tani dan nelayan telah siap untuk berangkat kerja, yang masih mencari pekerjaan tidak putus asa berusaha di hari ini. Dan terutama kepada saudara-saudaraku yang tertimpa musibah ‘Situ Genting’ dan ‘Banjir Bandang Barat’ agar senantiasa tabah dan tawakal. Saya pribadi dan atas nama Negara mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada mereka yang terkena musibah ini. Tetapi mari kita untuk tidak terlalu lama hanyut dalam kesedihan, saya menjamin Pemerintah akan memperhatikan nasib saudara-saudaraku dan mengupayakan penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak. .

non

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Bersemangatlah”

Bagaimanapun juga musibah ini sudah terjadi. Dan Pemerintahpun sudah menugaskan langsung Tim-Tim penanganan bencana untuk membantu saudara-saudarku yang tertimpa musibah. Tentunya kita sama-sama berharap dan memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di masa depan.

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Bangkitlah”

Saya pernah membaca ungkapan ”To lead is to live dangerously” yang artinya berani memimpin berarti bersedia hidup dalam situasi yang penuh marabahaya. Tugas pemimpin adalah tugas yang penuh amanah sekaligus penuh resiko dan pekerjaan yang sarat bahaya. Dengan demikian pada hakikatnya mengandung syarat kesediaan untuk mengarungi kesulitan, bahaya maupun kesediaan untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Maka dengan ini saya mengumumkan untuk menonaktifkan pejabat-pejabat yang bertanggung jawab langsung terhadap musibah ini, dan jika terbukti hal ini disebabkan kelalaian mereka dalam menjalankan amanat tugas yang mereka emban, maka mereka harus siap pula untuk menerima tuntutan hukum yang berlaku karena telah menyebabkan ratusan nyawa melayang dan kerugian masyarakat umum yang tidak sedikit ini.

(acara di break cuplikan musibah ‘Situ Genting’ dan ‘Banjir Bandang Barat’, tampak di monitor kaca tragedy yang menghenyakkan hati tersebut )

“Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Tetaplah Tabah”

Bahwa dibalik setiap musibah selalu tersembunyi hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran. Semua tentu ada hikmahnya. Musibah ini, meskipun sedemikian membuat kita bersedih, namun mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan alam sekitar kita. Pandanglah setiap musibah sebagai pelajaran yang berharga bagi semua. Hanya bila cuaca gelaplah anda bisa melihat bintang.

“Demikianlah Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke”

Mari kita sambut pagi ini dengan semangat baru dan pengharapan baru. Yakinlah : kita mampu.

(Acara ini ditutup dengan alunan lagu Padamu Negeri yang pagi ini dinyanyikan oleh serombongan vocal grup anak-anak tunanetra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s