Episode #6 TIDAK ADA PENGHARGAAN APAPUN UNTUK GOLPUT

Standar

Dream Indonesia Episode Enam. Durasi 10 menit.

(Acara ini dimulai ketika lantunan lagu Indonesia Raya dengan latar belakang pemandangan alam negeri nan elok ini ditampilkan)

Pagi ini sang presiden tampak dilayar kaca dengan wajah cerah dibalik jaket warna khaki.

Senyumnya mengembang, keceriaan jelas tampak pada saat sang presiden mulai membuka acara tanpa naskah ini.

Berikut kutipan lengkap pidatonya :

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Selamat Pagi”

Saya selalu ingat pepatah orang tua : siapa yang menabur dialah yang akan menuai — menanam padi tumbuhnya padi, menanam duri tumbuhnya juga duri. Semoga kalian semuanya sudah bangun dan bersiap-siap untuk memulai hidup di hari ini. Yang anak-anak sudah siap untuk berangkat sekolah, yang pekerja, swasta, pegawai negeri, buruh, tani dan nelayan telah siap untuk berangkat kerja, yang masih mencari pekerjaan tidak putus asa berusaha di hari ini, carilah informasi di sini atau di sini, siapa tahu bermanfaat buatmu.

pres

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Bersemangatlah”

Pada pagi ini saya hendak mengucapkan rasa syukur, terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada kalian rakyat negeri ini yang telah turut mensukseskan dan berpartisipasi pada pergelaran akbar pesta demokrasi. Yang mempunyai hak pilih telah menentukan pilihannya dengan memilih maupun tidak memilih dalam seperti yang terlihat pada hasil Pemilu kali ini. Demikianlah lazimnya yang terjadi di alam demokrasi seperti sekarang ini.

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Bersabarlah”

Dari semua upaya yang telah dilakukan oleh KPU dalam menyelenggarakan Pemilu kali ini dapat dipahami, bahwa menyelenggarakan Pemilu di Negara berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa sangatlah tidak gampang. Saya banyak mendapat laporan-laporan mengenai permasalahan yang terjadi, mulai dari DPT yang belum sempurna seperti nama yang tidak terdaftar, daftar ganda, daftar nama yang tidak sesuai hingga kampanye oleh caleg maupun partai itu sendiri yang banyak diwarnai hal-hal yang tidak semestinya seperti black campaign, money politic dan lain-lain dan lain-lain.

(sesekali pidato sang presiden di selingi dengan cuplikan rekaman peristiwa yang mengena dan terkait dengan konteks yang dibicarakannya)

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Bangkitlah”

Tetapi sangatlah kurang pada tempatnya jika kita menganggap Pemilu kali ini gagal, apalagi menuntut adanya Pemilu ulang. Pikirkan tentang puluhan triliun yang sudah dihabiskan, pikirkan lagi tentang kejenuhan para pemilih yang harus datang lagi ke TPS hanya sekedar untuk melepaskan dahaga ketidak puasan partai atau caleg tertentu. Justru sekarang ini kita dapat mencatat kekurangan dan memikirkan secara bersama langkah perbaikan untuk di masa yang akan datang.

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Mari kita berupaya”

Layaknya sebuah kompetisi, pasti ada yang menang dan juga pasti ada yang kalah. Saya menghimbau kepada partai atau caleg yang menang jangan berlaku sombong, lupa diri – namun segera ingat tugas berat telah menanti anda untuk turut mensejahterakan bangsa ini. Kepada yang kalah agar bisa lapang dada, legowo – tidak lantas mencari-cari kesalahan, menuntut sana menuntut sini, mungkin memang belum waktunya sekarang. Ketidakpuasan selalu ada dimana-mana, tetapi mari kita samakan persepsi kita, jika tujuannya adalah sama-sama hendak membantu rakyat negeri menuju masyarakat makmur sejahtera mandiri madani seperti yang selalu kalian sebut-sebut dalam setiap kampanye – toh masih banyak cara lain, selain melalui menjadi anggota DPR. Namun saya menjamin bahwa setiap pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu akan segera diproses sesuai peraturan yang berlaku, untuk itu diperlukan komitment dan kesungguhan kita semua dalam menyelesaikan permasalahan ini semua ini. Saya sangat memerlukan dukungan semua pihak tanpa terkecuali untuk sama-sama kita membangun negeri ini dan menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa

(Tim kreatif acara Dream Indonesia men-setting sedemikian rupa tampilan maupun lay-out acara ini sehingga berkesan santai, segar, dinamis dan tidak membosankan)

“ Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke, Mari peduli sesama”

Dapat kita lihat bahwa sejatinya pemenang pemilu kali ini adalah mereka yang mempunyai hak pilih tetapi tidak mau menggunakan hak pilihnya tersebut—atau yang lebih popular di sebut golongan putih atau Golput, karena ternyata jumlah mereka lebih tinggi dari perolehan suara partai tertinggi saat ini. Ini adalah gambaran tentang tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu kali ini. Lihat di sini. Tingkat partisipasi masyarakat biasanya berbanding lurus terhadap tingkat kepercayaan mereka terhadap partai, caleg maupun pemerintah selaku penyelenggara Pemilu melalui KPU. Namun saya tidak akan memberikan penghargaan apapun kepada golput – melainkan berupaya untuk mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat negeri ini.

“Demikianlah Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sejak dari sabang hingga merauke”

Mari kita sambut pagi ini, demikian juga hasil Pemilu kali ini dengan semangat baru dan pengharapan baru. Yakinlah : kita mampu.

(Acara ini ditutup dengan alunan lagu Padamu Negeri yang pagi ini dinyanyikan oleh serombongan vocal grup para caleg sebuah partai)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s