Sudahkah SBY Membalas Surat Ini

Standar

Dari arsip blog teman-teman, Pimpii menemukan sebuah surat yang ditujukan kepada SBY di  sini.  Mungkin postingan ini sudah banyak dibaca, tetapi bukan itu intinya.  Sudahkah surat yang ditulis oleh seorang anak SD kelas 3 kira-kira 5 tahun yang lalu dibalas oleh SBY.   Dibalas tentunya bukan dalam arti kata harfiah, namun lebih kepada ‘menjawab’ pertanyaannya seputar PR Bapak Presiden, seperti membuat rakyat indonesia bisa tersenyum, soal harga sembako, soal lapangan pekerjaan, masalah keamanan  hingga soal masalah  korupsi.

Luar biasa, seorang Abdurahman Faiz, murid kelas 3 SDN 02 Cipayung Jakarta Timur pada saat 5 tahun yang lalu  sudah mampu mengingatkan  seorang Presiden akan tugas yang berat ditengah-tengah pengharapan masyarakat yang tengah berduka lara.

Sekarang sesudah 5 tahun dari surat tersebut dibuat, masihkah relevan pertanyaan dan pengharapan yang diajukan oleh surat tersebut.  Sudahkah surat ini dijawab?

surat yang mana?

surat yang mana?

Mari kita simak selengkapnya surat tersebut :

Kepada Yang Terhormat
Bapak SBY
di tempat

Assalaamu’alaikum. Apa kabar, Pak? Aku berharap Bapak baik-baik saja seperti aku saat ini.

Bapak, namaku Faiz. Sekarang aku duduk di kelas III SD. Aku suka sekali membaca dan menulis. Alhamdulillah aku sudah menerbitkan dua buku. Tahun lalu aku mengirim surat pada Ibu Presiden. Kata orang suratku lucu. Ibu Mega sempat juga membalasnya.

Bapak sayang, selamat ya sudah dipilih rakyat sebagai Presiden Indonesia yang baru. Selain bersyukur, aku tahu Bapak pasti deg-degan. Soalnya menjadi Presiden itu kan susah. PR-nya banyak sekali, lebih banyak dari PR seluruh murid sekolah di dunia ini. Aku tahu juga sedikit tentang PR itu, Pak. Misalnya PR bagaimana membuat rakyat tersenyum. Kan susah ya Pak. Kalau semua harga mahal, untuk makan, berobat dan sekolah saja susah, bagaimana rakyat mau tersenyum? Apalagi cari pekerjaan pun sukar sekali. Kudengar di luar negeri banyak tenaga kerja kita yang disiksa. Terus juga PR untuk membuat negeri kita lebih aman. Agar jangan banyak orang jahat berkeliaran, apalagi bawa bom segala. Kami takut sekali.

Kalau bisa nanti negeri kita tidak mendapat rangking I lagi untuk korupsi. Sedih kalau ingat itu. Padahal teman teman kecilku banyak yang harus berjuang di jalanan. Padahal negeri kita kaya. Makanya aku harap Bapak bisa peka dan tegas. Mimpiku sih ingin punya presiden yang dekat sekali dengan rakyat. Tidak malu makan di warung, sering jalan ke tempat kumuh, ngobrol dengan orang kecil seperti aku dan sering tersenyum.

Bapak yang ganteng dan pintar, betapa berat menjadi presiden yang tumbuh dari duka lara rakyat. Apalagi rakyatnya selalu berharap terus seperti aku. Ya seperti yang Bapak bilang, Bapak tak bisa berjuang sendirian, tapi bersama kita bisa! Aku yakin itu!

Aku juga ingat kata Bunda, kalau kita menjadi orang baik dan punya hati yang bersih, kita akan dicintai tidak hanya di bumi tapi juga di langit. Makanya aku berdoa semoga nanti tak ada lagi airmata duka. Hanya ada pelangi di mata kita. Seperti lagu yang sering Bapak nyanyikan itu loh.

Selamat berjuang, Presiden baruku. Aku akan selalu mendoakan Bapak. Tapi kalau Bapak salah, biarpun Bapak Presiden, Doktor dan Jendral berbadan tegap, aku boleh menegur ya? Dan Bapak jangan marah ya, sebab itu aku lakukan karena cinta.

Jakarta, 21 September 2004
Salam hormat

Abdurahman Faiz Kelas III

SDN 02 Cipayung, Jakarta Timur

faizdua@yahoo.com

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s