Hidup Lebih Sehat Tanpa Garam

Standar

Petatah tua-tua “bagaikan sayur kurang garam” yang sangat terkenal diam-diam ternyata pepatah yang berbahaya. Lho koq why piye?.

konsumsi-garam-dengan-cerma

Garam sangat akrab dengan kita. Bahkan sejak ribuan tahun yang lalu, garam telah difungsikan sebagai bahan penyedap masakan dan pengawet makanan. Namun tahukah anda? Meski enak di lidah, garam bisa menggangu kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Tepatnya garam dianggap sebagai pemicu penyakit darah tinggi alias hipertensi. Selain itu dapat meningkatkan resiko osteoporosis pada perempuan, kelebihan garam didalam tubuh juga dapat menimbulkan gangguan pada sel-sel, hingga bisa mematikan fungsi sel. Celaka kan?

Tetapi mengapa garam berbahaya?

Dalam garam dapur terkandung unsur Sodium dan Natrium Chlor (NaCl). Sodium, selain penting berfungsi mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, juga dibutuhkan untuk kesehatan syaraf dan otot. Sedangkan natrium dibutuhkan tubuh dalam proses pertukaran zat makanan lama dengan yang baru. Kelancaran proses pertukaran sisa makanan di dalam tubuh, tergantung pada kadar natrium di dalam sel.

Natrium beredar keseluruh tubuh mengikuti aliran darah dan menumpang pada butir-butir darah. Seharusnya butir-butir darah mendapat pasokan natrium dalam jumlah pas. Sebab bila kekurangan butir darah merah akan mengempis, sebaliknya bila kelebihan butir darah merah akan mengembang dan merobek pembuluh darah. Nah!

Berapa sebenarnya jumlah garam yang dibutuhkan tubuh?

Dr. Lewis K. Dahl seorang peneliti dari New York mengingatkan bahwa tubuh sebenarnya hanya memerlukan 2 gram atau ½ sendok teh garam perhari. Namun umumnya rata-rata perhari konsumsi garam kita bisa mencapai 5 – 6 gram perhari bahkan lebih.

Konsumsi sebanyak itu membuat ginjal bekerja keras untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar system tubuh tak kacau dan tubuh tidak terganggu akibat kelebihan sodium.

Mengurangi konsumsi garam pastinya tidak mudah, selain terasa hambar — ya pepatah tadi sudah sangat merasuk sehingga badan bisa jadi lemas dan alasan lain yang sebenarnya tidak beralasan. Padahal sebenarnya tanpa mengkonsumsi garam dapurpun tubuh kita tidak akan kekurangan Sodium dan Natrium, jika kita rajin mengkonsumsi garam alami yang terdapat pada sayur-sayuran dan ikan laut.

Rasa? Tak perlu resah. Meski tanpa garam makanan anda bisa tetap sedap. Caranyam, cobalah berani memakai bumbu masak yang beraroma tajam (rempah-rempah), pedas, juga cita rasa yang menyegarkan dengan tambahan jeruk nipis misalnya.

Nah, cobalah hidup sehat dengan mengurangi asupan garam pada tubuh.

Baca juga artikel lainnya mengenai bahaya garam bagi kesehatan :

http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=15&Itemid=3

http://www.gamexeon.com/forum/ruang-kesehatan/53464-aneka-penyakit-akibat-garam-dapur.html

http://fajarbuana.blogspot.com/2007/10/kompascom-awas-aneka-penyakit-akibat.html

http://www.acehforum.or.id/awas-aneka-penyakit-t1845.html

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s