Ketika JK menemui Mega

Standar

Beberapa manuver politik yang hangat terjadi diantara partai – mulai dari rencana koalisi beberapa partai, hingga golkar pecah ‘kongsi ‘ atau ‘cerai’ dengan demokrat – betul-betul bikin Pimpii dalam kebingungan yang serius. Serius, tentu saja — jika kemarin bingung dengan koalisi itu sendiri, sekarang muncul istilah ‘kongsi’ dan ‘cerai’. Lho, kongsi itu kan istilah dagang – apa iya ada praktek dagang antara mereka yang terkait dengan laba rugi dan sejenisnya. Dan kata-kata ‘cerai’ cukup jelas – apakah berarti sudah tidak ada kecocokan lagi atau malah telah terjadi KDRT. Wah wah wah ……. Kian bingung.

Tambah bingung lagi – dimana gerangan posisi rakyat para pemilih yang telah memberikan suara kepada mereka – menonton, ikut tegang melihat perubahan yang terjadi dalam hitungan detik, ramai mengira-ngira, riuh menduga-duga, menonton lagi : menunggu keputusan mereka, turut gembira karena ada tontonan menarik, menonton tidak mengerti atau menontong bingung.

Tapi Pimpii ambil keyakinan saja bahwa apapun yang mereka lakukan saja adalah demi untuk kebaikan bangsa ini.

Nah terlepas dari semua – pikiran nakal Pimpii mulai merekonstruksi , kira-kira apa yang diperbincangkan dalam pertemuan JK menemui Mega pasca pecah ‘kongsi’ golkar dengan demokrat. Berikut percakapan imajiner mereka :

JK : Ibu mega, dengan ini saya sampaikan bahwa kami sudah ‘putus’ dengan demokrat – dan sekarang kami ingin menjalin kembali hubungan kita yang kemarin sempat terbengkalai karena adanya pihak ketiga.

Mega : Nah, ternyata benarkan kata pepatah:”cinta sejati akan menemukan jalannya sendiri. Waktulah yang akan bicara.” Baik bapak JK, kami bagaimanapun juga masing mengingat memori yang sepanjang jalan kenangan antara partai bapak dengan partai kami. Kami membuka diri terhadap semua pihak yang ingin mendampingi saya sebagai cawapres di pilpres nanti.

JK: Maaf Ibu Mega. Tetapi sayakan kemarin sudah jadi wapres – sudah saatnya saya maju sebagai capres sekarang ini.

Mega : Lho. Saya kan kemarin Presiden, tidak mungkin kan saya sekarang jadi cawapres.

JK : Tetapi partai mengusung saya penuh maju sebagai Capres

Mega : Partai saya malah sudah bulat mencalonkan saya menjadi Capres, tinggal kami mencari pendamping sebagai Cawapres untuk maju dalam pilpres nanti.

JK dan Mega sama-sama terdiam. Hening sejenak. Masing-masing sibuk berpikir mencari jalan tengah. Pelik juga. Tiba-tiba terdengar suara entah darimana asalnya memberikan solusi :

Suara : Bagaimana jika dua-duanya maju sebagai Capres dalam satu paket – lalu beri label paket Capres untuk Negara Indonesia bagian Timur dan Capres untuk Negara Bagian Barat. Sehinga pada saat terpilih nanti kalian akan menjadi presiden dua-duanya dengan wilayah kekuasaan yang dibagi dua.

Mega-JK : Tidak mungkin! (keduanya hampir serentak menghardik suara tersebut)

Suara: .. atau subsidi silang. JK dengan cawapres siapapun dari PDIP dan Mega dengan cawapres siapapun dari golkar masing-masing maju berkompetisi.

Mega-JK : Tidak setuju! (malah nanti bikin bingung partai – pasangan mana yang harus dimenangkan)

Suara : ………………………… (terdiam, bingung juga)

Mega-JK : ………………………………(masih terdiam….)

Konon kabarnya hingga sekarang belum ada keputusan yang pasti tentang penentuan siapa calon Capres dan Cawapres antara koalisi Golkar-PDIP. (Jangan-jangan malah tidak jadi koalisi)

Baca juga berita terkait :

Golkar pecah kongsi dengan Demokrat

Pecah kongsi Golkar-Demokrat tidak mengejutkan

Kader muda Golkar dukung Golkar-Demokrat pecah kongsi

Golkar Demokrat pecah kongsi

Pertemuan JK-Mega jilid II

Malam ini JK-Mega bicar dari hati ke hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s