Hari ini : 101 Tahun Kebangkitan Nasional dan 10 Tokoh Kebangkitan Nasional

Standar

Hari ini 20 Mei 2009, 101 tahun lamanya sejak berdiri Boedi Oetomo 20 Mei 1908.

Lihat Kutipan berikut :

Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober1928).

selengkapnya

Semakin hari, semakin kita melupakan peristiwa bersejarah ini. Padahal inilah tonggak dimulainya kesadaran akan perlunya Indonesia yang merdeka. Namun semoga kenangan akan Sejarah Bangkitnya Indonesia tidak hilang begitu saja dan mampu memberikan motivasi kepada bangsa ini untuk terus bangkit di jaman sekarang ini.

Dari buku-buku sejarah dapat kita pelajari lebih mendalam mengenai Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia. Dan untuk mengenang Hari Kebangkitan Nasional dan Tokoh-tokoh yang berjasa, di sini Pimpii memilih dari sekian banyak postingan mengenai Kebangkitan Nasional dengan mengajak kita untuk sama-sama mengingat kembali siapa saja Tokoh yang pantas menyandang predikat Tokoh Kebangkitan Nasional sejak dari dulu hingga era modern. Posting yang dipilih dan dicontek habis (karena Pimpii rada-rada setuju) dengan sedikit suntingan bahasa dari blognya Ayaelectro (Aya).

Menarik. Aya coba meng-urutkan 10 Tokoh Kebangkitan Nasional menurut versi dirinya, lengkap dengan alasan yang melandasi. Dan ternyata tokoh yang ditampilkan tidak melulu dari tokoh jaman baheula namun hingga ke tokoh di jaman modern ini.

Mari kita simak 10 Tokoh Kebangkitan Nasional versi Aya berikut :

1. Dr. Sutomo

Kenapa Aya menaruh nama beliau pada peringkat pertama? Bukan lain lagi alasannya, karena Sutomo adalah pendiri Budi Utomo yang tanggal berdirinya, 20 Mei 1908 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sutomo bersama rekan-rekan lulusan STOVIA mendirikan Budi Utomo, organisasi yang membuat Indonesia menghadapi suatu zaman, yakni pergerakan nasional. Dari organisasi inilah mulai bermunculan organisasi-organisasi pergerakan nasional lainnya. Budi Utomo merangsang rakyat Indonesia agar lepas dari kehidupan terjajah dan menuju kemerdekaan. Setelah mengetahui kekalahan Rusia ditangan Jepang dan penderitaan yang semakin meradang, akhirnya pergerakan nasional pun berkobar di Indonesia. Dalam keseharian praktek dokternya, Dr. Sutomo sendiri tidak menetapkan tarif kepada setiap pasiennya, terkadang pasien tersebut mendapatkan pengobatan tanpa biaya. Sulit sekali mencari dokter yang seperti ini di dunia sekarang. Materi menjadi segalanya, bak Tuhan yang disembah. Bahkan terkadang lebih diagungkan daripada Tuhan. Astagfirullah….

2. Ki Hajar Dewantara

Siapa yang tidak kenal tokoh satu ini? Tokoh yang merupakan pelopor pendidikan bagi bangsa Indonesia pada saat zaman penjajahan. Tokoh yang terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan kepada kaum pribumi untuk mengecap indahnya bangku pendidikan. Selain itu Ki Hajar juga turut serta dalam pendirian Budi Utomo. Hari Kelahirannya, yakni pada tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan. Kenapa Aya menempatkan Ki Hajar pada tempat kedua? Karena selain menjadi tokoh pergerakan nasional, Ki Hajar juga menjadi tokoh pendidikan Indonesia. Tanpa beliau, bangsa kita tidak akan pernah menikmati indahnya masa-masa sekolah dan mengenyam pendidikan.

3. Ernest François Eugène Douwes Dekker

Tokoh ini masih juga berdarah Indonesia. Namun tidak sepenuhnya. Tetapi keberadaanya bagi Indonesia sangat bermakna. Beliau mendirikan Nationale Indische Partij pada tahun 1912, Nationale Indische Partij merupakan sebuah partai politik. Menilai Budi Utomo terbatas pada bidang kebudayaan saja, maka Douwes Dekker mendirikan sebuah partai politik. Ernest François Eugène Douwes Dekker masih terhitung saudara dengan pengarang buku Max Haveelar, Eduard Douwes Dekker. Douwes Dekker sendiri yang tidak sepenuhnya berdarah Indonesia, namun ia dengan segenap jiwa dan raga berjuang untuk pergerakan nasional Indonesia. National Indische Partij pun aktif dalam berbagai organisasi internasional, seperti Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan, serta Liga Demokrasi Internasional untuk menarik perhatian dunia internasional. Douwes Dekker mencurahkan pikiran dan tenaganya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

4. Dr. Cipto Mangunkusumo

Cipto merupakan dokter profesional yang cenderung lebih dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional. Bersama dengan Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker, Cipto mendirikan partai politik Nationale Indische Partij. Pada awalnya Dr. Cipto Mangunkusumo bergerak sebagai dokter pemerintahan dibawah Belanda. Namun karena beberapa tulisannya dalam De Express yang cenderung mengkritik kekejaman pemerintahan Belanda, akhirnya Cipto diberhentikan sebagai dokter pemerintahan. Hal tersebut membuat beliau semakin intens melakukan perjuangan. Bayangkan jika kita seperti beliau? Mungkin kita malah akan mengemis-ngemis kembali meminta jabatan dengan gaji layak tersebut kembali. Tapi Cipto tidak, dengan sepenuh hati ia memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

5. Soekarno

Sejujurnya Soekarno bukan tokoh kebangkitan nasional, tapi bagi Aya, beliau berjasa besar dalam kebangkitan nasional Indonesia. Kebangkitan nasional bukan saja pada masa berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional, namun hingga saat ini juga. Soekarno berjasa besar bagi bangsa Indonesia. Perjuangannya menjelang detik-detik proklamasi tidak dapat dilupakan. Aktif dalam organisasi PUTRA yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia pun tidak dapat dilupakan. Walaupun setelah kemerdekaan, pada masa demokrasi terpimpin ia bertindak bagaikan diktator, semua jasanya tak dapat dilupa. Pada saat agresi militer I ketika Indonesia terdesak, beliau memerintahkan Syafrudin Prawiranegara untuk melanjutkan perjuangan Indonesia dengan mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Walaupun dengan risiko ditangkap oleh Belanda karena kondisi Yogyakarta pada saat itu masih sangat rawan. Inilah semangat perjuangan yang harus dimiliki segenap bangsa.

6. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta

Hatta turut aktif dalam beberapa organisasi pergerakan. Beberapa kali ditangkap oleh Belanda tidak memupuskan semangat perjuangannya. Beberapa organisasi seperti Indische Vereeniging dan Club Pendidikan Nasional Indonesia pernah ia geluti. Perannya sebagai salah seorang Bapak Proklamator menjadi faktor utama yang membuat dirinya dikenal oleh khalayak ramai. Pada sidang BPUPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan Indonesia, beliau diangkat menjadi wakil presiden Republik Indonesia dan Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia.

7. Soeharto

Sepertinya banyak yang tidak setuju dengan pendapat Aya yang satu ini. Tapi menurut Aya, berbagai jasanya berhasil membuat Indonesia mempertahankan kemerdekaannya dan maju sehingga bisa dikenal oleh dunia. Serangan Oemoem dan penumpasan PKI tak lepas dari kinerja beliau. Beberapa program yang dilancarkan semasa beliau menjabat sebagai presiden pun mampu mengangkat nama Indonesia di dunia Internasional. Indonesia mengalami kebangkitan pada masa-masa kejayaan tersebut. Kurs Rupiah terhadap mata uang asing pun tak seperti sekarang ini yang terus melambung. Kesejahteraan pun bisa dilihat, walaupun lama kelamaan Indonesia mengalami kemeresotonnya juga. Dan beliau terpaksa mundur dari jabatan presiden yang telah dijabat selama 30 tahun lebih. Namun, jasa Soeharto bagi Indonesia tak akan boleh dilupakan.

8. Amien Rais

Entah kenapa Aya tersihir oleh pesona tokoh nasional yang satu ini. Dalam pandangan Aya, beliau pun berjasa besar dalam kebangkitan nasional Indonesia. Tokoh Muhamaddiyah dan Partai Amanat Nasional ini menjadi tokoh reformasi paling dikenang. Beliau mendukung gerakan pemuda Indonesia untuk mencapai reformasi yang diimpikan. Walaupun setelah 10 tahun reformasi pun tidak memperlihatkan peningkatan yang berarti. Komentar-komentar beliau yang lugas, tegas, dan begitu mengena serta bermakna menanamkan rasa perjuangan tinggi dalam diri Aya. Semangat perjuangan berkobar di dalam dada. Bisa dibilang kita bisa mengambil makna dibalik setiap kata-katanya.

9. BJ Habibie

habibie

Walaupun dirinya hanya menduduki bangku presiden tak lama, tapi ada sesuatu yang membuat beliau menjadi seorang tokoh kebangkitan Nasional. Pemerintahannya diisi dengan demo hampir setiap hari karena kepemimpinannya dianggap meneruskan Orde Baru. Tetapi Habibie merupakan jenius teknologi Indonesia. Indonesia tidak memiliki anak bangsa seperti ini lagi seperti Habibie. Akan sulit untuk mencari jenius seperti beliau dalam beberapa waktu ini. Pemikiran cemerlangnya menyumbangkan berbagai macam keuntungan bagi Indonesia. Pada saat tersebut, kita membuktikan bahwa anak Indonesia bisa juga mengalahkan pemikiran-pemikiran orang jenius yang terdapat di dunia ini.

10. Susi Susanti

Akhirnya sampai juga pada peringkat terakhir. Entah Mengapa Aya menaruh nama Susi Susanti. Sepertinya karena Aya merupakan fanatik bulu tangkis juga. Tapi banyak juga aspek lain yang membuat Aya menaruh nama Susi diantara 9 tokoh nasional dalam pemerintahan. Sumbangsih Susi Susanti bagi bangsa bisa dibilang cukup besar. Diantara sekian banyak prestasi bulu tangkis yang Indonesia capai, prestasi Susi merupakan prestasi yang tak pernah dilupa oleh segenap bangsa. Ketika Indonesia masih menjalani masa-masa orde baru, Susi berhasil menyumbangkan medali emas pada olimpiade. Indonesia menjadi dikenal dalam dunia olahraga. Walaupun lebih cenderung pada satu cabang saja, bulutangkis. Semangat untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia mulai tumbuh. Satu per satu anak bangsa mulai mengharumkan nama bangsa dari berbagai bidang. Dimulai dari sini. Dari sekarang. Saat ini juga.

Demikianlah. Daftar di atas belum tentu semuanya setuju. Kita boleh saja menyusun 10 Tokoh Kebangkitan Nasional versi kita sendiri. Siapa saja. Siapapun dia, semoga tokoh-tokoh tersebut dapat menginspirasi dan memotivasi kita untuk sama-sama memperjuangkan negara ini agar dapat bangkit dari keterpurukkan, bangkit menuju bangsa yang besar yang terbebas dari penjajahan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Bangkitlah Indonesiaku…..

(terima kasih untuk Ayaelectro.wordpress.com atas inspirasinya)

5 responses »

  1. emangnya selain diatas nggak ada lagi pahlawan yang berjasa dalam kebangkitan nasional . . . masih banyak kali . . . sebaiknya itu tulisan diralat lagi . . . jangan dilihat dari satu sudut pandang saja.

    Suka

  2. Saya pikir juga di jaman sekarang ini,

    Materi menjadi segalanya, bak Tuhan yang disembah. Bahkan terkadang lebih diagungkan daripada Tuhan. Astagfirullah…

    Adakah sekarang yang seperti Douwes Dekker?

    Douwes Dekker mencurahkan pikiran dan tenaganya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

    Bangkitlah negeriku…

    Suka

  3. hehe makasih udah ditaro dan di link balik, jadi saya tau ada yang naro tulisan saya di blognya dengan izin, saya sangat menghargai orang seperti pimpii. hehe. post ini udah lama, saya juga bikin post ini karena tantangan salah satu blogger untuk membuat versi saya sendiri.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s