10 Alasan kenapa Indonesia Tidak Mau Berperang Masalah Ambalat

Standar

Posting ini munkin cuma iseng. Namun kasus Ambalat bikin gregetan. Nyata-nyata Kapal Malaysia seringkali melakukan provokasi dengan memasuki wilayah perairan Indonesia, yang kononnya sudah 110 kali — namun Indonesia ‘diam’ saja. Dan sudah 36 kali nota protes dilayangkan, namun Malaysia cuek saja — namun Indonesia juga ‘diam’ saja.

Meskipun Pimpii tidak seberapa paham politik, tidak seberapa paham kasus Ambalat, tidak seberapa paham seberapa berharganya Ambalat dari sisi ekonomi. Namun Pimpii adalah orang Indonesia yang berpantang sejengkalpun tanah air tercinta ini diambil orang serta siap ‘mengangkat senjata’ jika memang diperlukan apalagi diremehkan oleh mereka yang hendak mengutak-atik hal tersebut.

Meskipun kata Panglima Besar Sudirman dahulu kala :

“Sebagai negara, kita telah tjukup mempunjai pantja indera. Negara ada. Pemerintah ada. Tentara ada. Rakjat ada. Kalau kita sekarang tidak mempunjai keinginan untuk terus merdeka, samalah artinja dengan baji jang tidak mau mendjadi manusia sempurna. Baji akan tetap tinggal mendjadi baji, digendong, ditimbang. Ia lebih dahulu lumpuh sebelum tumbuh.”

(Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada Anggota Angkatan Perang, 17 Agustus 1948).

— apakah lalu Indonesia tidak mempunyai keinginan untuk memerdekakan wilayahnya sendiri–

Meskipun demikian adanya — Indonesia toh ‘diam’ saja — sehingga Pimpii kemudian coba menafsirkan setidaknya ada 10 alasan kenapa Indonesia belum atau malah tidak ingin berperang dengan Malaysia.

Berikut 10 Alasan kenapa Indonesia Tidak Mau Berperang Masalah Ambalat :

1. Tidak ada atau kekurangan biaya untuk Perang.

Cukup jelas dan nyata. Indonesia bakal kekurangan biaya jika terjadi perang. Lihat saja armada laut Indonesia sekarang jauh kalah dari Malaysia baik dari segi kuantitas maupun kualitas (maaf jika salah). Belum lagi anggaran untuk pertahanan di Indonesia kalah jauh dengan Malaysia (maaf jika keliru). Sehingga Indonesia lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomatik. “Lebih baik biayanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat banyak,” sepertinya dapat diterima. Hal ini membuat jumawa Malaysia yang merasa telah ‘menang’ segalanya dari Indonesia

2. Batas Ambalat Masih dalam Sengketa

Meskipun secara sejarah Ambalat nyata-nyata masuk wilayah Kesultanan Bulungan. Meskipun berdasarkan hukum laut internasional atau konvensi hukum laut PBB (United Nation Convention Law of Sea-UNCLOS) yang telah dituangkan dalam UU No.17 tahun 1984 — Ambalat diakui dunia Internasional sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Meskipun mbah Google turut ‘mengakui’ wilayah tersebut dengan batas yang tegas di wahana Google Earth-nya. Meskipun Malaysia cuma mengandalkan peta versi mereka tahun 1979, sehingga mereka bebas menganggap memasuki wilayahnya sendiri!.

ambalat02r2

Sedangkan alasan ke 3 hingga ke 10 dan seterusnya sama dengan alasan no. 1. (Jika tidak mau disebut Indonesia tidak pandai dan tidak mampu untuk berperang!!!)

Tidak perduli benar atau salah alasan tersebut di atas. Sebagai rakyat biasa bangsa ini, tidak seharusnya kita diam saja jika ada wilayah kita di serobot orang. Itu seperti jika pacar kita digoda orang — apatah lagi direbut orang lain. Bisa perang besar!

Jalur Diplomatik Eh… Ingat kasus Sipadan-Ligitan. Indonesia kalah telak 16-1 dari Malaysia dalam voting yang dilakukan di Mahkamah Internasional pada 17 Desember 2002. Kalah Telak!

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s