Aneh, AS Belum Akui Kemenangan Ahmadinejad

Standar

Baca kutipan berikut :

NIAGARA FALLS, KOMPAS.com-Pemerintah AS belum mengakui kemenangan Mahmoud Ahmadinejad dan menduga ada kecurangan dalam pemilihan presiden Iran….

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden incumbent Iran Mahmoud Ahmadinejad (53) kembali memimpin Iran untuk periode kedua (2009-2013). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Iran, Sabtu (13/6), memastikan Ahmadinejad menang dalam pemilu presiden, Jumat lalu, setelah unggul telak atas lawan terdekatnya dari kubu reformis, Mir-Hossein Mousavi.

Menurut KPU Iran, setelah proses penghitungan suara mencapai 90 persen pada Sabtu siang kemarin, Ahmadinejad meraih 20 juta suara atau 68,8 persen dan Mousavi memperoleh 10 juta suara atau 32,6 persen suara. Adapun capres Mehdi Karroubi dan Mohsen Rezaie masing-masing mendapat suara kurang dari 2 persen.

Dengan komposisi perolehan suara tersebut, posisi Ahmadinejad sulit terkejar lagi oleh lawan terdekatnya, Mousavi.

Jika kemudian Mousavi, mantan perdana menteri Iran yang menjadi pahlawan bagi kelompok perjuangan kebebasan itu menolak hasil pemilu. Dan menuduh terjadi kecurangan dalam pemilu, Jumat.  Dan para pendukungnya turun ke jalan-jalan di Teheran memprotes hasil pemilu dan sempat terjadi kerusuhan.  Maka keberatan Mousavi terhadap hasil Pemilu sebagai pihak yang kalah mungkin dapat dipahami.

Tetapi AS belum mengakui kemenangan Ahmadinejad melalui penyataan berikut :

“Kami sedang mencermati situasi yang terjadi di Iran, tetapi kami, seperti dunia lain, menunggu dan melihat apa yang akan diputuskan rakyat Iran,” kata Menlu AS Hillary Rodham Clinton dalam konferensi pers bersama Menlu Kanada Lawrence Cannon, Sabtu (13/6).

Gedung Putih pun merilis pernyataan, “Menghargai debat seru dan antusiasme pemilu kali ini, khususnya di antara kaum muda Iran, tetapi kami mengungkapkan keprihatinan tentang laporan-laporan tidak sesuai aturan.”

Agak terasa aneh jika belum mengakui kemenangan tersebut.  Apakah AS salah satu partai peserta pemilu Iran?. Apakah AS pihak yang kalah, sehingga tidak mengakui hasil pemilu?.  Apakah AS berkoalisi dengan salah satu partai yang kalah?

Demikianlah jika AS sudah merasa jadi ‘polisi’ dunia.  Semua harus atas persetujuan mereka.  Begitu ya?

Pustaka : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s