Derita Siti Hajar, Duka Siapa?

Standar

Siti Hajar memang bukan Manohara, namun derita yang dialami mereka berdua sedikit banyak memberikan gambaran memilukan betapa sangat mudahnya orang lain menyiksa orang ‘indon’ — yang memunculkan pertanyaan mengganjal : apakah memang orang Indonesia sedemikian rendahnya sehingga boleh disiksa dan dihina sedemikian rupa.

Lihat daftar bukti penyiksaan yang didapat Siti Hajar seorang TKI asal Kampung Lio Wetan, Desa Limbangan Barat, Garut, Jawa Barat, yang kini menjalani rawat jalan di KBRI di Kuala Lumpur sejak keluar dari Pusat Perawatan Universitas Malaya, Selangor, Malaysia. Siti Hajar disiksa sedemikian rupa oleh majikannya yang bernama Michelle Hua Yun Tyng :

  • Disiram air panas setiap melakukan kesalahan, atau sekedar tumpahan kekesalan belaka, sehingga sekujur tubuh Siti Hajar melepuh tidak karuan.
  • Dada kiri dan kedua pahanya ditusuk gunting
  • Batang hidung patah dihantam martil, sehingga melesak ke dalam
  • Jari-jari kaki bengkak dipukul penggilingan cabe
  • Kedua daun telinga bengkak dihajar
  • Kerap tidak mendapat makan, kalaupun ada dari bekas sisa makan anak majikan yang terkecil.

Namun yang paling dirasakan sakit dan berbekas adalah dibagian ‘hati’.  Betapa perlakuan kejam dari majikan telah meninggalkan trauma bagi Siti Hajar yang menjadikannya sebagai ‘sansak’ dari perlakuan kejam tidak berperikemanusiaan dari seorang manusia yang bernama Michelle.

Lihat  : Dengan air mata berlinang Siti Hajar menuturkan kembali perlakuan Michelle. ”Ia mulai sering menyiram air panas ke saya empat bulan terakhir sejak membeli termos. Setiap saya salah melakukan apa pun, pasti kena siram,” ujarnya.

Selama 34 bulan, Siti menderita.  Tidak seorangpun tahu penderitaanya. Tidak juga PJTKI dan agen yang menempatkan Siti. Sungguh derita Siti merupakan tragedi. Demi devisa masuk, ribuan TKI harus menderita lahir batin.

Bagaimana Indonesia?

Pustaka : Kompas.com

3 responses »

  1. lebih ramai lagi tki yg hidup bahagia di malaysia dripd yg didera

    hal ini jangan di lihat suatu yg biasa di malaysia.. hanya segelintir manusia secara umumnya di serata dunia bukn sj d malaysia

    Suka

    • terima kasih komentarnya masss……… apakah massss mau bilang bahwa penyiksaan terhadap manusia meskipun cuma pembantu di malaysia atau di serata dunia manapun adalah hal yang biasa karena jumlah mereka cuma segelintir yang disiksa? lebih banyak yang bahagia? benarkah?
      ….semoga ini cuma segelintir, dan tidak cuma menimpa para tki.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s