Indonesia Stop Kirim TKI, Malaysia Kelimpungan

Standar

Malaysia mulai merasakan sindrom ketergantungan terhadap pembantu asing saat Indonesia menghentikan pengiriman pekerja migran ke negeri Jiran itu. Penghentian sementara penempatan pekerja Indonesia ke Malaysia diberlakukan Menakertrans Erman Soeparno sejak Jumat pekan lalu, 26 Juni 2009, terkait dengan meningkatnya kasus penganiayaan yang melanda warga Indonesia — Ingat kasus Siti Hajar.  Banyak diantara mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga (baca : TKI) di Negeri Jiran.

tki

Pemerintah Malaysia ternyata mengaku sulit menarik minat warga sendiri untuk menjadi pembantu rumah tangga. Bukannya karena banyak yang tidak mampu, melainkan banyak warga yang tak mau digaji kecil. Demikian ungkap laman harian The Straits Times, Selasa 30 Juni 2009.

Lihat. Sejak tahun lalu, pemerintah Malaysia sudah memperkenalkan program pelatihan bagi warga untuk menjadi “manajer rumah.” Mereka dijanjikan bisa mendapat penghasilan hingga 2.000 ringgit/bulan (sekitar Rp 5,8 juta). Gaji itu empat kali lebih besar dari rata-rata gaji bulanan pembantu asal Indonesia. Namun lembaga pelatihan Institut Karisma kepada New Straits Times mengaku bahwa para lulusan kursus menolak sejumlah lowongan kerja. Alasannya, gaji yang ditawarkan terlalu sedikit.

“Saya sudah menerima sejumlah permintaan untuk disediakan manajer rumah. Namun calon majikan hanya menawarkan gaji 400 ringgit (sekitar Rp 1,1 juta) per bulan,” kata Shah Amirudin Idris, manajer institut.

Dia menilai bahwa manajer rumah merupakan profesi yang lebih tinggi ketimbang pembantu rumah tangga. Namun profesi masih dipandang sama dengan pembantu rumah tangga, padahal itu merupakan pekerjaan terhormat.

Sementara itu Deputi Menteri Tenaga Kerja Maznah Mazlan Senin lalu mengatakan kepada parlemen bahwa, gaji dan kondisi kerja harus diperbaiki demi menarik minat perempuan Malaysia untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Mazlan mengungkapkan hasil survei bahwa selama ini hanya 6,7 persen dari rumah tangga di Malaysia yang mau mengeluarkan kocek lebih dari 700 ringgit (sekitar Rp 2 juta) untuk menggaji seorang pembantu rumah tangga.

Selama ini rumah tangga di Malaysia mempekerjakan hampir 320.000 pembantu asing. Sebagian besar dari Indonesia, dan ada juga dari Filipina, Kamboja, dan Sri Lanka. Namun pemerintah Malaysia berupaya mengurangi ketergantungan atas pembantu asing.

Pemerintah Indonesia sendiri bertekad akan memperjuangkan hak-hak pekerja Indonesia di Malaysia saat berunding dengan pemerintah Negeri Jiran itu 15 Juli mendatang. Selama tuntutan belum terpenuhi, pemerintah tetap menghentikan pengiriman tenaga kerja ke Malaysia.

I Gusti Made Arka, Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dari Depnakertrans mengungkapkan bahwa penghentian sementara pengiriman tenaga kerja legal ke Malaysia tetap berlangsung hingga ada kesepakatan dalam bentuk Memorandum Kesepahaman (MoU).

Made Arka mengatakan sedikitnya ada dua poin penting yang akan diperjuangan Indonesia saat berunding dengan Malaysia. “Pertama, terkait dengan penahanan paspor pekerja. Kami tidak mau ada lagi penahanan paspor oleh majikan atau perusahaan yang mempekerjakan warga Indonesia,” kata Made Arka.

“Selain itu kami akan memperjuangkan masalah struktur pembiayaan penempatan pekerja. Kami ingin seluruh biaya penempatan dapat ditekan semurah-murahnya sehingga tidak lagi memberatkan pekerja,” kata Made Arka.

Menarik untuk ditelaah.  Penduduk Malaysia sendiri menolak untuk menjadi pembantu, meskipun dibayar empat kali lipat dari yang diterima oleh TKI. Pemerintah Indonesia selayaknya menyadari bahwa tenaga kerja dari Indonesia dibayar sangat murah. Bahkan terlalu murah jika mengingat banyak kasus penganiayaan yang menimpa para TKI tersebut yang tidak sebanding dengan upah yang telah mereka terima.  Lihat berita dan foto mengenaskan para TKI korban penganiayaan di negeri seberang

Semoga perundingan kedua negara akan menghasilkan MoU yang menguntungkan kedua belah pihak.  Sebab penghentian pengiriman TKI sendiri bukan tanpa resiko, mengingat lapangan pekerjaan di Indonesia sudah tidak mampu menampung mereka.

sumber : VIVAnews

11 responses »

  1. sudah saatnya yg kita kirim lebih banyak tenaga2 profesional, daripada mengirim tenaga kasar. Dengan begitu, bangsa kita bisa menjadi tuang rumah di negara tetangga. hehe..

    Suka

  2. Yach itulah kita harus berjuang untuk Pengusaha, soalnya pengusaha kurang neh…he…melebar ya…tapi ya itu tadi gmn pemerintah membuat kebjakan yang melindungi..contoh filiphina

    Suka

  3. Saya sangat setuju sekali bila ada pemerintah yang mau menghentikan pengiriman TKI ke luar negeri — walaupun pengiriman TKI itu katanya menambah devisa — oh ya, buat bapak yang nanti kepilih jadi presiden, kami mohon dengan sangat buka lapangan kerja baru bagi kita semua dan bekali ketrampilan.

    ketahuilah pak, orang Indonesia itu rajin-rajin dalam bekerja, cuma modalnya belum ada, baik modal uang, modal keberanian, modal keterampilan, makanya pemerintah perlu mensejahterakan masyarakat dengan memberikan keterampilan-keterampilan.

    Suka

    • kita hanya mampu berkeluh kesah. nelangsa jika mengingat tki bahkan ‘rela’ di bayar sangat rendah menurut ukuran negara lain. TKI memang bukan melulu pembantu rumah tangga, namun yang diingat memang identik dengan itu. dimana kebanggaan kita jika indonesia di kenal sebagai negara pengekspor ‘pembantu’. wajar jika kemudian om taufik ismail menulis “malu aku jadi orang indonesia”. ini tentunya pe-er bagi pemerintah kita. Jikapun nanti kita tetap mengirim TKI, tetapi dalam format yang berbeda. semoga nantinya TKI adalah tenaga profesional dengan upah yang tinggi dan dihargai di negara lain.

      Suka

  4. Iya…
    saya juga setuju…
    memang harus di stop dulu sampai ada jaminan keselamatan bagi TKI di Malaysia dan semoga perundingan kedua negara akan menghasilkan MoU yang menguntungkan kedua belah pihak…

    Suka

  5. berarti selain point perundingan
    1. ttg penahanan paspor
    2. ttg struktur pembiayaan penempatan pekerja
    harus ada tambahan point:
    3. nego standar gaji tki

    lebih baik lagi kalau kita bisa menghentikan selamanya pengiriman tki sbg pembantu. ciptakan lapangan kerja di dlm negri

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s