Fakhry Kecewa Manohara Tidak Mau Kembali, Akhirnya Ajukan Tuntutan sebesar Rp. 2,8 Miliar kepada Manohara dan Ibunya

Standar

Fakhry Kecewa Manohara Tidak Mau Kembali, Akhirnya Ajukan Tuntutan sebesar Rp. 2,8 Miliar kepada Manohara dan Ibunya.

Menurut situs Berita Malaysia  The Star Online, Temenggong Tengku Muhammad Fakhry Sultan Ismail Petra mengajukan dua berkas tuntutan kepada Pengadilan Tinggi Syariah dan Pengadilan Rendah Syariah di Kelantan pada hari Minggu (5/7).  Isi tuntutan adalah  istrinya Cik Puan Temenggong Manohara Odelia Pinot diharuskan membayar hutang sebesar hampir 1 juta Ringgit Malaysia ( kira-kira Rp. 2,8 Miliar) dan menuntut Manohara kembali kepadanya.

Dalam surat sumpah Tengku Muhammad Fakhry melalui penasehat hukumnya, Zainul Rijal Abu Bakar dan Abdul Halim Bahari  menyatakan bahwa sebelum Fakhry menikahi Manohara, Mano dan ibunya Daisy Farajina, telah meminjam uang dari Fakhry  sebesar RM338, 500 termasuk buatan Jam tangan Swiss merek Audemars Piguet seharga RM174, 000.

Tengku Muhammad Fakhry juga mengklaim bahwa semenjak perkawinan mereka pada 26 Agustus 2008, Mano atau ibunya yang telah meminjam sejumlah RM634, 250.

Sehingga total pinjaman Manohara atau Ibunya sebesar RM972, 750 adalah hutang yang harus dilunasi.

Dalam surat sumpahnya, Fahkry mengatakan bahwa pada awalnya perkawinannya dengan Manohara dipenuhi kebahagiaan.  Sampai kemudian Daisy mulai mencemarkan nama baiknya kepada media massa di Indonesia yang berdampak pada hubungan dirinya dengan Manohara.

Tengku Muhammad Fakhry menambahkan tindakan Manohara melarikan diri darinya (31/5) di Singapura pada saat mengantar ayahnya Sultan Ismail Petra Sultan Yahya Petra yang menderita dari jantung untuk berobat, telah menodai nama Kerajaan Kelantan.

Fahkry juga mengklaim telah mengeluarkan ultimatum kepada Manohara pada 26 Juni 2009, melalui media lokal, untuk kembali kepadanya selambat-lambatnya tanggal 2 Juli 2009.  Kerena Manohara tidak mematuhi ultimatum tersebut maka Fakhry meminta pengadilan untuk mengeluarkan surat perintah untuk memanggil Manohara jika tidak Manohara dianggap nusyuz (bandel).

Penasihat hulum Tengku Muhammad Fakhry juga meminta bantuan kepada Pengadilan Rendah Syariah untuk membuat surat pemberitahuan kepada Manohara melalui Kedubes Malaysia di Indonesia, termasuk memuat iklan di koran Indonesia atau melalui pos.

Rencananya kasus tuntutan ini akan disidangkan pada tanggal 2 Agustus 2009.

Istri yang berhutang kepada suami?…..

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s