Mobil Buatan Anak-anak SMK Hanya Dikerjakan Dalam Waktu 3 Bulan Saja, Diminati oleh China dan Perusahaan Lainnya

Standar

Jakarta – Mobil double cabin yakni Esemka Digdaya hasil kreasi siswa SMK 1 Singosari, Malang sepertinya memang layak diacungi jempol.

Sebab walaupun hanya diberi waktu pengerjaan 3 bulan saja, 50 siswa yang terlibat dalam proyek pembuatan mobil ini terbukti sanggup mengerjakan semuanya dengan sangat rapi.

Siswa-siswa ini pun tidak sampai harus kehilangan akal dengan waktu yang singkat itu, sebab mereka malah beranggapan itu semua adalah bagian dari tantangan.

“Mereka semua tertantang menyelesaikan proyek ini,” ujar Kepala Sekolah SMK 1 Singosari Malang Bagus Gunawan ketika berbincang dengan detikOto, beberapa waktu lalu.

Karena itulah, siswa ini pun mulai mencari inspirasi ke berbagai sumber dan terciptalah sebuah desain mobil double cabin yang kekar namun elegan.

Tantangan pun berlanjut, karena setelah memegang desain tersebut siswa ini harus mampu mewujudkannya. Kerja keras selama 3 bulan ini pun terbayar sudah, sebab mobil ini sudah diakui kualitasnya.

Mobil yang sudah diresmikan oleh Bupati Malang ini rencananya jika tidak ada aral melintang, akan diperlihatkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

smk01

Berikut Profil Mobil Esemka Digjaya tersebut:

Mesin  :  Mesin Injeksi Eks Timor

Kapasitas : 1.500 cc

Kerangka / Chasis : Isuzu Panther

Suspensi : Mitsubishi L300

Body : Hand made

Transmisi dan Final Gear : Eks Suzuki Escudo

Harga : Pada kisaran Rp. 80 Juta.

Sejumlah perusahaan tertarik memproduksi mobil buatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini.

“Sejauh ini sudah ada tiga perusahaan,” kata Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Joko Sutrisno di Jakarta.  Ia menjelaskan tiga perusahaan yang tertarik memproduksi mobil SMK ialah PT. Agrindo Surabaya, PT. Kanzen, dan PT.Inka Madiun.

Salah satu varian Esemka yang bermodel double cabin yakni Digdaya bahkan sudah diminati oleh China.

“Rekan kerja kita dari China sudah menyatakan berminat dengan Esemka Digdaya,” papar Joko kepada detikOto.

Ketertarikan itu menurut Joko dirasa wajar, karena selain memiliki model yang cukup menawan, harga yang ditawarkan untuk Esemka digjaya pun cukup menggiurkan.

Sebab, bila varian sejenis yang di jual oleh pabrikan besar rata-rata mematok harga yang cukup mahal yakni lebih dari Rp 250 juta untuk varian double cabin mereka, tidak begitu dengan  Esemka Digdaya. Hal itulah yang menurut Joko membuat varian yang dibuat hanya dalam waktu 3 bulan ini menjadi begitu menarik perhatian. Menurut Joko, sejauh ini ia masih melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

Mayarakat umum juga sangat tertarik dengan mobil ini. “Bahkan bila nanti diproduksi massal, mereka sudah menyatakan siap membeli,” ujar Joko bangga.

Namun meskipun sudah banyak yang tertarik bahkan ingin memesan, saat ini mobil tersebut belum bisa dipasarkan.  Menurutnya, mobil buatan SMK yang disebut dengan Mobil Rakyat Indonesia itu masih harus menjalani uji kelayakan dan izin kepolisian.

Sebelumnya Depdiknas telah menandatangani naskah kerjasama (MoU) dengan Kanzen November 2008 untuk mempercepat realisasi pembuatan sepeda motor SMK.

Dalam rangka menggalang dana untuk produksi mobil buatan SMK tersebut, mobil itu akan dipamerkan dalam pameran karya SMK yang mulai diadakan pada 16 Juli 2009 di Semarang, Jawa Tengah.

pustaka : dari berbagai sumber.

13 responses »

  1. bner2 hebat nieh anak2 bangsa yg ini. mdah2an karya2 ny bisa di terma ma msyrakt dan buat para bapak ibu pemerintah yg terhormat mhon di dukung nieh yang kya gni jngn cuma mikrin dri sendri.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s