Inilah Daftar Panjang Pengeboman di Indonesia dalam Tempo 25 Tahun Terakhir (1984 – 2009)

Standar

Inilah Daftar Panjang Pengeboman di Indonesia dalam Tempo 25 Tahun Terakhir

Bom yang meledak di  JW Marriott dan Ritz Charlton pada 17 Juli 2009  yang diperkirakan menewaskan 9 orang dan 53 orang lainnya luka-luka — bukanlah bom yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Sungguh Pimpii sangat tercengang, begitu mencari tahu ada berapa banyak kasus bom yang  pernah terjadi di Indonesia. Ternyata dalam tempo 25 tahun terakhir ini, tercatat puluhan kasus bom – mungkin bisa mencapai ratusan?. Pantas jika kemudian ada yang beranggapan bahwa Indonesia tidak aman atau malah di cap sebagai sarang teroris!  Benarkah?

Simak daftar panjang pengeboman di Indonesia kurun waktu 1984 – 2009 berikut :

4 Oktober 1984 :
Lokasi: Bank Central Asia di Jl. Gajah Mada, Bank Central Asia di Jl. Pacenongan,
serta jembatan Glodok Jakarta
Korban: 2 tewas dan 7 luka.

14 Mei 1986
Lokasi: Wisma Metropolitan di Jl. Sudirman,
Hotel President di Jl. Thamrin,
Pekan Raya Jakarta
Korban: Tak ada laporan
Organisasi “Brigade Anti Imperialis Internasional” di Jepang mengaku bertanggungjawab.

18 Januari 1998
Lokasi: Rumah Susun Tanah Tinggi Jakarta
Tidak ada korban
Pelaku: Agus Priyono
Jenis bom: rakitan

11 Desember 1998
Lokasi: Plaza Atrium Senen Jakarta
Tidak laporan korban

19 April 1999
Lokasi: Masjid Istiqlal Jakarta
Korban: 2 luka-luka
Pelaku: Surya Setiawan
Jenis bom: potasium klorat, TNT

20 Oktober 1999
Lokasi:
Depan Balai Sidang Senayan Jakarta
Bundaran Hotel Indonesia
Korban: seorang pendukung PDI Perjuangan tewas dan 15 luka-luka
Jenis bom: rakitan

28 Mei 2000, bom di GKPI Medan

4 Juli 2000
Lokasi: Gedung Bundar Kejaksaan Agung Jakarta
Tidak ada korban
Pelaku: Said Adnan (buron)
Jenis bom: rakitan dari nitrat, minyak tanah, dan TNT

22 Juli 2000, bom Gereja Santa Anna Jakarta.

1 Agustus 2000
Lokasi:  kediaman Dubes Filipina Leonides T. Caday, Jl. Imam Bonjol, Menteng Jakarta
Korban: 2 tewas, 21 luka-luka
Jenis bom: TNT

20 Agustus 2000, bom di depan gereja GKRI Medan

20 Agustus 2000, bom di depan GKII Medan

27 Agustus 2000
Lokasi: halaman Kedubes Malaysia, Jl. Rasuna Said, Kuningan Jakarta
Tidak ada korban
Pelaku:  Iwan Setiawan alias Husen (penjara 6 tahun 4 bulan) dan Saifan Nurdin (penjara 6 tahun 4 bulan), M. Mudin (8 tahun), dan Praka Ibrahim Hasan (seumur hidup)
Jenis bom: granat tangan

27 Agustus 2000, bom di rumah pendeta Sitorus Medan

13 September 2000
Lokasi: lantai parkir Gedung Bursa Efek Jakarta, Jl. Sudirman Jakarta
Korban: 10 tewas, 90 luka-luka
Kerugian: 161 mobil rusak berat dan ringan, sarana gedung rusak
Pelaku: Tengku Ismuhadi (penjara seumur hidup), Iwan Setiawan (8 tahun), Saifan Nurdin (8 tahun), dan M. Mudin (8 tahun), Praka Ibrahim Hasan (seumur hidup), Irwan bin Ilyas (seumur hidup), Ibrahim Abdul Wahab
Jenis bom: TNT (5 kilogram)

14 Oktober 2000, bom di perusahaan tambang PT New Month, Sumbawa

12 November 2000, bom di gedung ISTP Dharma Agung Medan

24 Desember 2000,  tercatat 24 kasus pengeboman mulai dari Medan sampai Mataram, kecuali Jawa Tengah dan DIY yang tersebar dalam 15 kota, antara lain Medan, Batam, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Pangandaran, Mojokerto, Jawa Timur, dan NTB.

Rangkaian ledakan bom pada malam Natal di Jakarta dan berbagai tempat lain yang menyebabkan 17 tewas dan sekitar 100 orang cidera.

Khusus Bom Natal Jakarta :

Pukul 19.50 : Gereja Koinonia, Jl Matraman Raya , Jakarta Timur; 3 luka
Pukul 20.30 : Gereja Anglikan, Jl Arif Rahman Hakim, Jakarta Pusat
Pukul 20.45 : Gereja Oikumene, Halim PK, Jakarta Timur
Pukul 21.00 : Gereja Katedral, Jakarta Pusat; 5 luka
Pukul 21.00 : Gereja Santo Yosef Jl Matraman Raya, Jakarta Timur; 3 meninggal, 8 luka
Pukul 21.10 : Jl Menteng Raya,dekat Gereja Kanisius, Jakarta Pusat

25 Desember 2000, bom di rumah pendeta L I Manson, Medan

13 Maret 2001
Lokasi: RS Saint Carolus, Jakarta Pusat
Keterangan: Dalam penyelidikan polisi

17 Maret 2001
Lokasi: Jembatan kereta api Cisadane, Serpong, Tangerang

18 April 2001
Lokasi: Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat

10 Mei 2001
Lokasi: Asrama Mahasiswa Aceh Yayasan Kesejahteraan Mahasiswa
Iskandar Muda, Jl. Perahu 1, Manggarai Jakarta
Korban: 3 tewas, 18 luka-luka
Pelaku: Muslihuddin Muarif (4 tahun penjara), Taufik Abdullah (1 tahun), Mushalli (2 tahun)
Jenis bom: rakitan

19 Juni 2001
Lokasi: rumah kos Jl. Cikoko, Pengadegan, Pancoran Jakarta
Korban: 5 orang luka
Tersangka: Edi Susilo (buron)
Jenis bom: rakitan potasium klorat, belerang, amonium nitrat

22 Juli 2001
Lokasi: Gereja HKBP Duren Sawit, Jakarta Timur
Keterangan: granat tangan 5 luka-luka

22 Juli 2001
Lokasi: Gereja Santa Anna, Pondok Bambu, Jakarta Timur
Keterangan: 64 luka-luka,

1 Agustus 2001:
Lokasi : Plaza Atrium, Senen, Jakarta Pusat
Korban: enam luka-luka

23 September 2001
Lokasi: Plaza Atrium, Senen Jakarta
Tersangka: Ramli dkk. (dalam proses pemeriksaan)
Jenis bom: rakitan

9 November 2001
Lokasi: Gereja Petra, Jl. Cilincing Raya, Koja Jakarta
Tersangka: Ujang Haris, Wahyu Handoko
Jenis bom: rakitan dari belerang dengan gotri dan paku

2 Desember 2001, dua kali pengeboman di GKP Pangkalan Kerinci Pekanbaru

1 Januari 2002
Lokasi: Rumah Makan Ayam Bulungan, Kebayoran Baru Jakarta
Korban: satu pelaku tewas
Tersangka: Hasballah (tewas terkena granat), Tarmizi
Jenis bom: granat manggis (K75 buatan Korea)

9 Juni 2002
Lokasi: tempat parkir Hotel Jayakarta, Diskotek Eksotis, Jakarta
Korban: 4 orang luka berat
Tersangka: Dodi Prayoko alias Buyung
Jenis bom: rakitan low explosives

1 Juli 2002
Lokasi: Mal Graha Cijantung Jakarta
Korban: 7 orang luka-luka
Tersangka: Ramli, M. Nur, Mudawali, Muhamad Hasan Irsyadi bin Daud alias Bambang Setiawan, Syahrul, Mudawali, dan Hasan
Jenis bom: mercon besar dari belerang, potasium

12 Oktober 2002: Ledakan di Bali menewaskan 202 orang, sebagian besar wisatawan asing, 88 orang berasal dari Australia.

5 Desember 2002: Ledakan di restoran McDonald di Makassar menewaskan 3 orang.

27 April 2003:
Lokasi : Terminal F2 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Jakarta
Korban: 10 luka-luka

5 Agustus 2003:
Lokasi : depan lobi Hotel JW Marriott di Jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Lokasi : 12 orang tewas dan mencederai 152 orang lainnya

10 Januari 2004: 4 Orang tewas akibat ledakan bom di kafe karaoke di Palopo, Sulawesi.

9 September 2004:
Lokasi :Kantor Kedutaan Besar Australia Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan
Korban: 6 tewas dan 161 luka-luka.

13 November 2004: Ledakan di dekat kantor polisi di Poso, Sulawesi menewaskan 5 orang.

28 Mei 2005: 2 Bom meledak di Pasar Sentral di Tentena, Poso, menewaskan 22 orang.

2 Oktober 2005: 3 Bom bunuh diri di Bali menewaskan 20 orang termasuk beberapa wisatawan asing.

17 Juli 2009 : Ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Charlton Jakarta,

Pihak kepolisian merilis jumlah korban ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Jumlah korban tewas sebanyak 9 orang, sedangkan korban luka 53 orang.

Seperti dikutip dari TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (18/7/2009), dari 53 korban luka, 16 di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Sedangkan 37 lainnya warga negara Indonesia (WNI).

Untuk WNA, rinciannya adalah 16 warga Amerika, 1 Australia, 2 Belanda, 2 Kanada, 1 India, 2 Korea Selatan, 1 New Zealand, dan 1 Norwegia.

Daftar tersebut mungkin masih belum lengkap, namun sudah dapat memberikan gambaran seperti apa wajah Indonesia di mata dunia akibat pengeboman tersebut.  Masih ingin ditambahkah daftar tersebut?

pustaka : reuters, Tempo interaktif, dari berbagai sumber

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s