Miris…Ratusan Pelajar SD Belajar di Gubug, Anggaran Pendidikan Justru Turun?

Standar

Miris sekali. Ditengah-tengah upaya dan janji pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air masih banyak murid yang belum mengecap fasilitas pendidikan yang layak.

Simak. Kegiatan belajar mengajar ratusan siswa Sekolah Dasar 12 Pemongkong, Lombok Timur, Nusatenggara Barat, belum lama ini, berlangsung di sebuah gubug. Sebab gedung sekolah mereka yang beroperasi sejak 2005 sudah tak memadai. Di gubug para pelajar duduk di atas karton sebagai pengganti bangku sekolah mereka.

sekolah_rusak

Di tempat lain belasan murid Sekolah Dasar Kramat 3 Kota Cirebon, Jawa Barat, luka-luka dan memar akibat tertimpa atap kelas yang ambruk, Rabu (29/7) siang. Peristiwa ini terjadi diduga akibat pemasangan atap asbes yang asal-asalan sehingga terlepas dari tempatnya. Bangunan SD Kramat 3 baru digunakan sekitar tiga bulan setelah direnovasi secara total. Kendati demikian, pihak sekolah tidak meliburkan muridnya dan menyerahkan masalah ini ke Dinas Pendidikan Kota Cirebon.

Sementara itu anggaran pendidikan justru turun.  Pemerintah  menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani menjanjikan anggaran pendidikan pada tahun depan tetap sebesar 20 persen sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

“Kami tetap anggarkan 20 persen. Tidak ada pemerintahan yang berani melanggar UU,” ujar Menteri Keuangan di Jakarta, Rabu, 22 April 2009.

Dia menjelaskan anggaran pendidikan tahun depan sekitar Rp 195,6 triliun. Jumlah itu memang lebih rendah dibandingkan 2009 yang mencapai Rp 207,4 triliun (penurunan sebesar Rp. 11,8 triliun). Penurunan ini disebabkan oleh penurunan anggaran secara total, baik dari sisi belanja dan penerimaan.

Anggaran pendidikan tersebut terdiri atas dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan lainnya. Untuk dana alokasi umum (DAU) pendidikan, pada tahun depan jumlahnya mencapai Rp 93 triliun. Itu terdiri atas DAU non gaji Rp 8,7 triliun dan DAU gaji Rp 84,5 triliun.

Sedangkan, dana alokasi umum pendidikan tahun ini Rp 97,9 triliun. Itu terdiri atas DAU non gaji Rp 13 triliun dan DAU gaji Rp 84,8 triliun.

pustaka : Liputan6 dan VivaNews

5 responses »

  1. Ini yg bikin artikel bisa dipertanggung jawabkan ga to?
    Klo biki artikel jgn asal…disetai bukti2…padaha di berita kompas anggaran pendidikan tu naek…diliat lagi donk…
    http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/08/03/11351225/wah…anggaran.depdiknas.terbesar.di.rapbn.2010.

    Wah…Anggaran Depdiknas Terbesar di RAPBN 2010!

    Senin, 3 Agustus 2009 | 11:35 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada RAPBN 2010 memperoleh alokasi anggaran terbesar yang mencapai Rp 51,8 triliun.

    “Anggaran besar untuk Departemen Pendidikan Nasional tersebut untuk menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, pemerataan, dan perluasan akses pendidikan, serta peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pidato Pengantar RAPBN 2010 dan Nota Keuangan di depan Rapat Paripurna Luar Biasa DPR-RI, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (3/8).

    Pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja untuk seluruh kementerian/lembaga mencapai Rp 327,6 triliun, meningkat Rp 10,6 triliun dibanding RAPBN tahun 2009 lalu.

    Menurut Kepala Negara, dengan anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN itu diharapkan dapat menaikkan kesejahteraan guru, meningkatkan mutu pendidikan guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad 21.

    Diungkapkan oleh Presiden, lembaga lainnya yang juga memperoleh anggaran yang cukup besar yaitu Departemen Pertahanan sebesar Rp 40,7 triliun dan Departemen Pekerjaan Umum Rp 34,3 triliun. Sementara itu, Departemen Agama memperoleh Rp 26,0 triliun, Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar Rp 25,8 triliun, Departemen Kesehatan sebesar Rp 20,8 triliun, dan Departemen Perhubungan sebesar Rp 16,0 triliun.

    Suka

  2. sungguh ironis memang,, dibalik kemewahan para pejabat negara masih saja mengenyampingkan pendidikan anak-anak.
    bagunan2 sekolah yang kumuh itu tidak sebanding dengan fasilitas2 yang dimilki para pejabat2 negara.
    huuuuffhhh!! jadi kesel sendiri..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s