Betulkah SBY Sakti?

Standar

Wah. Tulisan berikut ini menarik hati Pimpii sehingga langsung co-pas tulisan Jusra dari Kompasiana

Simak :

Betulkah SBY, yang didukung dan dicalonkan partai pemenang pemilu legislatif, itu sakti, hanya karena berhasil mengabaikan usul-usul partai menengah soal calon wakil presiden? Dan kenapa PKS yang tadinya sempat ngambek, lengket lagi? Apakah mungkin itu karena, “anak kecil kalau lagi ngambek, dikasih permen dan dielus-elus pasti akan kembali lagi?” Seperti yang dikatakan politisi handal, Permadi. Atau partai-partai menengah tersebut masih berharap: “Siapa tahu bisa dapat jatah menteri?”

Pembaca yang budiman, apakah Anda sulit menebaknya?

Mari saya kutip sebuah sabda ahli strategi militer Suz Tzu, yang kebetulan terangkum dalam buku laris terbaru berjudul: CERDIK BERBICARA Cerdas Menguasai Suasana, di halaman 97:

“Dalam perang (politik) semua hal dapat ditafsirkan sebagai tipu daya. Yang tampak lemah-lembut mungkin menyimpan kekuatan; yang tampak kuat belum tentu kuat.”

Nah, kalau mengabaikan partai-partai menengah saja sudah dikatakan sakti, maka selama lima tahun terakhir memerintah, tentu banyak sekali tindakan “sakti” dari SBY.

Dengan demikian apa tindakan yang paling sakti dari SBY selama lima tahun terakhir?
  • Apakah ekonomi menjadi lebih baik, sehingga cari makan lebih mudah?
  • Apakah daya beli sebagian besar masyarakat semakin meningkat?
  • Apakah harga kebutuhan 9 bahan pokok cendrung stabil atau malah menurun?
  • Apakah kebebasan beragama dan kepercayaan sudah betul-betul terjamin?
  • Apakah SBY presiden yang tidak suka dan sama sekali tidak memprktekkan paham neoliberalisme? sehingga: 1. Minyak beserta mineral kita tidak dikuasai asing? 2. Tidak menjual harga minyak dari bumi sendiri kepada rakyat sendiri dengan harga internasional (baca: harga yang ditentukan negara lain)? 3. Tidak menaikan harga jalan tol sehingga tidak cepat-cepat ingin pulang modal dan meraup laba yang besar? 4. Tidak mengimpor hasil-hasil pertanian yang nyata-nyata sudah dapat diproduksi oleh petani dalam negeri? dsb
  • Apakah kesejahteraan TKI di luar negeri tambah baik?
  • Apakah penegakan hukum semakin baik, misalnya, kasus Lapindo, pemberantasan korupsi sudah konsisten dan tidak “tebang pilih”, kasus DPT dsb?
  • Apakah lebih berpihak kepada wong cilik seperti, pupuk yang lebih murah kepada petani kecil, solar yang selalu tersedia dengan harga lebih murah kepada nelayan kecil, gaji guru yang lebih memadai? dsb
  • Apakah SBY sudah mereasilasikan reforma agaria dengan meredistribusikan lahan pertanian seluas 9,5 juta hektar untuk meningkatkan kesejahteraan petani? (Kompas cetak, Jumat, 19 Juni 2009, hal 2)
  • Apakah kemapuan komunikasi politik, atau kemampuan berbicara SBY lebih tangkas, lugas dan cerdik, sehingga tidak ada kata “drakula” yang keluar?
Pembaca yang budiman, saya yakin, sedikit banyak, dalam relung hati Anda yang terdalam, sudah tahu jawabannya.
Salam….
Bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s