Hari Ini, 64 Tahun yang Lalu, Indonesia Merdeka!

Standar

Hari Ini, 64 Tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 1945, Indonesia Merdeka!

64 Tahun yang lalu, masih dingat sejarah : Jumat pagi, pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.

“Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. Masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…

Sebuah upacara proklamasi kemerdekaan yang bersahaja bahkan dilakukan tanpa protokoler, tak ada korps musik, tak ada konduktor apatah lagi paskibraka lengkap. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari tiga ratus tahun!

Dalam buku-buku sejarah dan kesaksian mereka para pejuang kemerdekaan yang tertulis dengan tinta emas, peristiwa pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah merupakan tonggak lahirnya Republik yang merdeka ini……

Dan Indonesia pun Merdeka dan duniapun dengan dimulai oleh Mesir mengakuinya.

Ah. Tak terasa sudah 64 tahun Indonesiaku merdeka! Memang tak boleh kita melupakan mereka semua yang berjasa pada peristiwa tersebut, sejak dari sukarno-hatta hingga tokoh pemuda dalam peristiwa rengas dengklok.

(juli menulis : Tapi perjuangan belum selesai seketika itu…, karena masih banyak coba’an2 yang di hadapi bangsa Indonesia. yang paling jelas dan hebat adalah ingin munculnya lagi belanda ke Indonesia. dan mereka di dukung oleh pasukan2 british dengan Ghurka nya mencoba mendarat di Sura baya. maka disitulah terjadi pertempuran hebat pada tanggal 10 november karena seorang perwira british yang terbunuh yaitu brgadir jendarl Mallaby. nah disitulah terlihat jelas betapa bangsa Indonesia benar2 suatu bangsa yang tidak mau terjual harga dirinya. walaupun mungkin Indonesia bisa maju jika diperintah oleh bangsa2 asing…, tapi kita memilih ingin berdikari apapun jadinya.., lebih baik mati daripada di jajah. lebih baik jadi harimau selamaya walaupun susah, ketimbang jadi keledai selamanya walaupun hidup senang. Itulah arti daripada suatu hakekat kemerdeka’an yang sejati…)

Dan sekarang, 64 tahun sesudah itu, perjuangan kemerdekaan sejatinya belum juga selesai. Ada banyak saudaraku di negeri ini yang masih belum sepenuhnya ‘merdeka’. Merdeka dari penjajahan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan……… Merdeka dari kesempatan memperoleh hak azasi, merdeka memperoleh akses politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan dan perlindungan hukum dan seterusnya dan seterusnya.

Dan Indonesia kembali merayakan Ultah-nya, sejak dari Pulau We di ujung Barat hingga Merauke di ujung Timur, sejak dari Bunaken di Ujung Utara hingga Pulau Santolo, Garut di ujung selatan negeri ini.

Bendera Merah Putih-pun dikibarkan di tanah-tanah lapang upacara, puncak gunung hingga di dasar laut Bunaken dan Pulau Rubiah.  Jutaan kepala memberi hormat saat Sangsaka merangkak naik hingga puncak tiang bendera.

Rakyat-pun berpesta di seantero negeri.  Panjat Pinang, lari karung, tarik tambang hingga makan kerupuk menjadi menu wajib perayaan kemerdekaan negeri tercinta ini.  Rona kegembiraan terpancar hingga kepelosok negeri.

kado-7

Meskipun ‘kado’ Ultah kali ini berupa Bom Bunuh Diri di JW Marriot dan Ritz Carlton Hotel atau kekeringan dan kabut asap di beberapa tempat atau krisis ekonomi yang mendera sebagaian dari kita, tak jadi soal.  Sebab hari ini kita sama-sama merayakan Kemerdekaan dengan sangat meriah.

Demikianlah, hari ini kita merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 64.  Layaknya mereka yang berulang tahun, Pimpii juga mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN  KEPADA INDONESIA,  Semoga Indonesia Panjang Umur, Murah Rezeki, Berlimpah Rahmat kepada para Pemimpin dan Rakyat Negeri Ini, di jauhkan dari Bencana dan Marabahaya…….. Semoga tidak cuma meriah di perayaannya saja, namun juga ‘meriah’ di taraf kehidupan masyarakatnya. Amin!

One response »

  1. Benar, bangsa kita memang merdeka. Tapi memang belum sepenuhnya. Budaya peninggalan penjajah masih ada, yaitu budaya hidup konsumtif. Jadi perjuangan akan terus berlanjut hingga kemerdekaan sebenarnya bisa terwujud

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s