Mengenal Raas, Kucing Asli Indonesia

Standar

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx.  Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa dari jumlah 1% tersebut,  Indonesia memiliki kucing trah asli Indonesia yang hidup dan berkembang biak di Madura, tepatnya di sebuah pulau kecil bernama Raas yang terletak di sebelah timur pulau Madura

Kucing Raas ini mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai leopard dalam ukuran kucing. Saat ini telah diketahui dua warna yang sering terdapat pada kucing raas, yaitu : buso dan kecubung. Buso adalah bahasa setempat untuk warna abu-abu (blue) seperti yang terdapat pada ras rusian blue atau british shorthair. Sedangkan kecubung adalah istilah setempat yang diberikan bagi kucing yang berwarna coklat.

Adat istiadat dan kepercayaan setempat turut mendukung kemurnian ras kucing ini. Kucing ini ternyata merupakan komoditi penting bagi pejabat maupun pemuka di daerah, karena mempunyai arti dan nilai khusus.

Perkembangbiakannya hanya terjadi di pulau Raas dan sangat dilindungi oleh penduduk setempat. Hanya kucing jantan yang telah dikebiri yang diizinkan untuk dibawa keluar pulau. Kelahiran anak kucing warna abu-abu selalu dinantikan untuk diberikan sebagai hadiah kepada orang-orang tertentu ataupun penyayang kucing karena memang sangat diminati.

Dengan adanya perlakuan khusus dari penduduk setempat dalam hal penyebarannya keluar pulau Raas, kemungkinan besar tidak akan terjadi perkembangbiakannya atau persilangan dengan kucing lain ditempat yang baru. Tetapi perkembanganbiakan yang terjadi di pulau Raas itu sendiri belum dapat dipastikan, karena diduga terjadi secara alami tanpa adanya pengawasan atau perlakuan khusus dalam pembiakannya. Diperlukan program pengembangbiakan kucing yang ketat dan terencana untuk menghilangkan atau meminimalkan cacat genetik sekaligus menstabilkan sifat-sifat genetik yang merupakan ciri khas.

Kita berharap semoga kucing Ra’as ini akan menjadi kucing ras asli Indonesia yang bersertifikasi.

8 responses »

  1. semangat trus bwt pemilik kucing raas,,mudahan benar adanya sertifikat yg mampu mengangkat nama bangsa indonesia,,
    bgtu jg dg yang saya miliki sekarang kucing belang telon jantan yg pintar menjatuhkan cicak,,benar2 langka,,ajaib,,tp nyata,,mudahan bisa membuktkan bahwa bukan sekedar mitos dijaman modern seperti ini

    Suka

  2. Ping-balik: Duniasana : Makan Sup Daging Kucing, Mau? « dream indonesia

  3. kucing raas sendiri apakah kucing asli?
    Sepertinya bukan. Karena untuk mengetahui asli atau bukan kita harus melakukan tes DNA. Apalagi di jaman modern ini sulit sekali menjaga keaslian ras suatu binatang.
    Apalagi bila belum ada pengakuan dari dinas/lembaga yang berwenang.

    Di jawa ada legenda kucing belang telon (warna tiga, hitam, kuning, putih) yang katanya jika jantan memiliki kemampuan magis. Nyatanya memang tidak ada kucing belang telon yang jantani, rata-rata semuanya betina. Mungkin kucing itu perlu dilestarikan juga karena langka.

    Suka

    • memang harus dilakukan penelitian untuk pembuktian terkait ke aslian galur kucing Raas. Namun lokasi pulau Raas yang terpencil dan kebiasaan penduduk setempat yang melakukan perlakuan khusus terhadap kucing tersebut berpeluang menjadikan kucing Raas memiliki galur murni. Paling tidak harus ada lembaga kompeten yang melakukan pemurnian galur tersebut. semoga.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s