Luar Biasa! Koin Peduli Prita Sudah Tembus 500 Juta Rupiah

Standar

Luar Biasa!. Masih ingat Prita Mulyasari yang di tahan hanya gara-gara menulis Email.  Baru-baru ini, setelah adanya putusan Pengadilan Tinggi Banten bahwa Prita dinyatakan bersalah, gerakan moral mendukung Prita Mulyasari makin menjadi. Putusan Pengadilan menyatakan bahwa Prita wajib membayar denda Rp. 204 juta kepada RS Omni Internasional Alam Sutera yang menggugatnya secara perdata.

Luar Biasa!. Salah satu wujud keprihatinan masyarakat kepada Prita adalah munculnya gerakan yang disebut dengan “Koin Untuk Keadilan”. Gerakan atau dukungan ini merupakan upaya nyata menggalang dana bantuan atas denda sebesar Rp. 204 juta tersebut. Uniknya, uang yang disumbangkan kepada Prita dalam bentuk koin dan diharapkan mampu mencapai jumlah sesuai dengan denda yang dibebankan kepada Prita Mulyasari.

Gerakan Koin Keadilan ini mendapat dukungan positif dari banyak lapisan masyarakat, misalnya ada seorang pemulung yang menyumbangkan uang koin sebanyak Rp. 300 perak. Dukungan juga muncul dari para pengguna situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter serta para pengguna blog. Bahkan Fahmi Indris yang juga merupakan mantan menteri dalam KIB pertama seperti yang disiarkan oleh salah satu TV menyatakan akan menyumbang setengah dari denda tersebut.

Lokasi penyerahan koin tersebar dibeberapa tempat dan sangat mudah dikenali dengan adanya spanduk bertuliskan Koin Keadilan ataupun Koin Peduli Prita. Diantaranya adalah Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Jakarta Selatan lalu terdapat pula di Markas Sehat, Komplek PWR no 60 Jatipadang, Ragunan. Beberapa kota besar di Indonesia juga melakukan hal yang sama.

Luar Biasa!. Hingga sekarang dikabarkan Koin Keadilan telah menembus angka 500 Juta Rupiah!

7 responses »

  1. Ketidakpedulian pejabat pemerintahan pusat dan daerah Indonesia. Bukti nyata ketidakpedulian pejabat-pejabat di pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia adalah kota-kota di pusat maupun daerah-daerah tidak memiliki jaringan transportasi massal. Mereka tidak memikirkan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan transportasi massal asing apakah dari RRC, Korsel dan lainnya untuk sungguh-sungguh membangun sistem transportasi sangat penting dan vital tersebut. Padahal Indonesia memiliki pulau-pulau utama sangat panjang dan luas seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa dll yang samasekali tidak memiliki jaringan transportasi massal. Mobil dan sepeda motor sangat naif akhirnya menjadi angkutan pilihan satu-satunya. Sungguh besar dana yang dikeluarkan pemerintah pusat dan negara untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Sungguh memprihatinkan dan merepotkan setiap tahun jalan-jalan highway (jalan tol) terpaksa dibangun terus tetapi ironis lalulintas kota-kotanya tetap sangat macet selain pembangunan itu hanya menguntungkan perusahaan pemilik highways. Sungguh kotor udara di kota-kota itu di Indonesia akibat polusi dari sisa pembakaran solar dan bensin bertimbal dari puluhan juta kendaraan. Negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand cerdas. Mereka sudah lama memiliki MRT misalnya dan kereta listrik tepat waktu cepat aman dan nyaman. Jangan anda bicara tentang negaar-negara muncul seperti RRC lagi. Terlalu jauh untuk membanding. Lihat saja Singapura, Malaysia, Indonesia sudah jauh tertinggal. Thailand bahkan sebentar lagi memiliki kereta super cepat, kereta listrik peluru. Indonesia baru akan memiliki subway yang akan mungkin akan jadi mulai dibangun 2012. Itupun hanya beberapa kilometer. Bukan jaringan subway atau MRT seluruh Jakarta misalnya. Itulah bukti sebuah maslah pelik akibat mafia hukum/mafia kekuasaan dari ketidakpedulian pejabat-pejabat pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia. (Lee Moo Hoen dan Zhen Yan).

    Suka

  2. Ping-balik: Guinness World Records untuk Koin Prita « kalipaksi dot com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s