Mengapa Hari Ibu?

Standar

Ya! Mengapa Hari Ibu?

Tentu.  Karena setiap dari kita pasti mempunyai seorang Ibu.  Ingat lagi ungkapan ” Surga itu berada di telapak kaki Ibu”. Kalimat tersebut sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia bahkan di dunia. Tidak berlebihan kemudian apabila tiap tahunnya diperingati Hari Ibu sebagai moment memperingati perjuangan perempuan sebagai seorang ibu serta jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan isteri maupun sebagai warga negara.

Indonesia memperingati Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional, dan bukan hari Libur sebagaimana dikukuhkan pemerintah dengan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari Nasional.

Ada baiknya pada hari ini kita menyimak kembali sejarah lahirnya Hari Ibu.   Dimulai ketika gema Sumpah Pemuda dan alunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia, turut menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri.

Saat itu, sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa. Selanjutnya atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan, pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang kali pertama digelar di Jogjakarta. Salah satu keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang dinamai Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI). Melalui PPPI tersebut, terjalinlah kesatuan semangat kaum perempuan untuk berjuang meningkatkan harkat dan martabat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka serta menjadikan perempuan negeri ini maju.

Pada tahun 1929, PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut selain berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan tebal rasa kebangsaannya.

Pada Kongres Perempuan Indonesia III yang diadakan di Bandung tahun 1938 ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 19599 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959 mengukuhkan tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu yang merupakan hari nasional dan bukan hari libur. Pada tahun 1946, Badan Kongres Perempuan Indonesia berubah menjadi Kongres Wanita Indonesia yang disingkat Kowani yang terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman.

Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

Hari Ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi secara menyeluruh baik sebagai ibu dan istri maupun warga negara, warga masyarakat, dan sebagai abdi Tuhan Yang Mahaesa, serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan dalam pembangunan nasional. Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan maknanya sebagai hari kebangkitan serta persatuan dan kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa.

Juga untuk mengenang Perjuangan Ibu kita sendiri…..

dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s