Benarkah Citarum Sungai Paling Tercemar di Dunia?

Standar

Apa yang kita bayangkan tentang sebuah sungai.  Riak sungai yang mengalir lembut, dimana para nelayan melemparkan jala mereka di atas rombongan ikan yang tampak dari permukaan atau anak-anak yang dengan keceriaan masa kecil ribut berenang menyelam bergurau sesamanya atau ibu-ibu yang mencuci pakaian di pingiran sementara sang bapak mandi sambil membersihkan peralatan taninya.  Begitu ya?

Tetapi lihat hari ini, adalah sebuah sungai bernama Citarum  yang tercekik oleh limbah domestik dari sembilan juta orang dan disempurnakan dengan buangan dari ratusan pabrik di sekitar tubuh sungai.   Seakan karpet plastik dan sampah yang dihampar memenuhi permukaan sungai.  Keberadaan sampan para pemulung yang mengambang adalah satu-satunya petunjuk bahwa ini adalah sebuah sungai!.

Lebih dari 500 pabrik sepanjang 200 mil tubuh sungai terbesar di Jawa Barat ini, banyak dari mereka memproduksi tekstil yang menggunakan bahan kimia, semuanya memuntahkan limbah ke dalam sungai.  Sementara air kotor ini terisap ke sawah-sawah, resiko kesehatan tidak pernah diperhatikan lagi dengan menggunakan air sungai itu juga untuk minum, memasak dan mencuci….

Kehancurannya dimulai dengan industrialisasi cepat selama akhir 1980-an. Citarum yang perkasa segera menjadi tempat sampah untuk pabrik dan rumahtangga.  Seakan memang diperuntukkan untuk itu sungai ini.

Jadi jika ada yang bertanya : Benarkah Citarum sungai paling tercemar di dunia?.  Silahkan anda jawab sendiri.

7 responses »

  1. jadi ingat jaman kecil dulu, sungai itu masih jernih, airnya bersih banget banyak mata air bisa mandi rame2, ikan masih banyak tapi sekarang sungai dah kotor banyak polusi dimana2.hufff

    Suka

  2. kadang manusia menunggu alam untuk menghukum manusia itu sendiri, tapi ketika alam melakukan mekanisme untuk membuat keseimbangan baru, manusia seringkali menyalahkan alam. semoga menjadi renungan bersama

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s