Selamat! Akhirnya Timnas Indonesia Kalah Telak

Standar

Sebelum melanjutkan tulisan ini, Pimpii sangat-sangat memohon maaf kepada seluruh pendukung Timnas Indonesia, baik pendukung sejati (pendukung yang rela mati demi Timnas dan harga diri bangsa), pendukung ikutan (karena sang kakek-nenek-bapak-ibu-suami-istri-kakak-adek-pacar-tetangga semuanya mendukung Timnas), pendukung bersyarat (mendukung dengan syarat jika mendapat keuntungan dari dukungannya baik dari sisi ekonomi maupun politis) dan pendukung-pendukung lainnya, bahwa Pimpii sama sekali tidak bermaksud melecehkan Timnas Indonesia pada Final Piala AFF leg 1 tgl 26 Desember 2010 yang di bungkam Malaysia dengan skor telak 0 – 3 untuk tuan rumah Malaysia.

Jika masih ada yang tertarik hendak menyaksikan kembali gol-gol yang sangat menyesakkan hati tersebut, Pimpii tampilkan cuplikan videonya berikut ini :

Pimpii juga tidak sedang ingin membahas mengenai jalannya pertandingan tersebut.  Pimpii juga tidak sedang mencari penyebab kekalahan ataupun mencari biang kerok penyebab kekalahan tersebut.  Pimpii bukannya tidak cinta tanah air, tidak cinta bangsa sendiri, tidak mau mendukung Tim bangsa sendiri.  Justru sebaliknya Pimpii sangat sangat sangat cinta negeri ini sehingga dengan terpaksa harus Pimpii sampaikan bahwa pada pertandingan Final tersebut Timnas Indonesia memang Layak Kalah.

Dan pada kesempatan ini Pimpii hendak pula menyampaikan : ” Selamat!”, kepada Timnas Indonesia karena menderita kekalahan telak 3 gol tanpa balas dari Tim Malaysia.

Karena dengan adanya kekalahan tersebut akhirnya kita bisa merasakan :

  • Bahwa sesungguhnya ‘Kekalahan itu sangat sangat menyakitkan’, sehingga daripadanya kita mampu merasakan bagaimana jika menjadi pihak yang kalah;
  • Bahwa Kemenangan ternyata tercapai tidak cukup berbekal euforia semata;
  • Bahwa menimpakan kesalahan pada orang lain atau lingkungan atas sebuah kekalahan adalah hal yang paling mudah ketimbang mempelajari dan mengakui penyebab kekalahan dari dalam diri sendiri;

Maka dari itu kepada Timnas Garuda Merah Putih :  BANGKITLAH!  Masih terbuka peluang untuk menang pada Final leg  2 tanggal 29 Desember 2010 nanti.  BERJUANGLAH! Kalian masih punya 90 menit untuk melumat Tim Malaysia dihadapan pendukung-pendukungmu.  MENANGLAH! Karena tidak ada jalan lain bagi kalian selain memenangkan Final tersebut sebab ada harga diri bangsa yang harus kalian bela di sana.  Dan MENANGLAH! Karena tidak ada kesempatan berikutnya untuk menang!  Sebab :

  • Confucius  pernah berujar : Kemuliaan kita yang terbesar adalah bukan karena kita tidak pernah jatuh, namun karena kita selalu bangkit setiap kali kita jatuh;
  • Sementara yang lain pernah menulis : “Kalah hanyalah kondisi yang sementaraMenyerah adalah sikap yang membuat kekalahan itu menjadi permanen.”

GARUDA MASIH TETAP DI DADAKU! HIDUPLAH INDONESIA RAYA! ……………………..

5 responses »

  1. seperti para peserta tes pegawai negeri yg tidak lulus mengatakan: “kalau ga pake uang ga mungkin lulus”.
    kenapa kita selalu mencari kambing hitam utk kegagalan kita, itu malah membuat kita tidak berusaha menjadi lebih baik di usaha berikutnya.
    tidak peduli ada kecurangan atau tidak, kita harus intropeksi diri, berusaha tampil lbh baik di pertandingan berikutnya.
    Jaya lah GARUDAKU

    Suka

    • Indonesia memang berhak kalah dan memang pantas kalah…..banyak hal negeri ini yg menyebabkan kekalahan timnas mulai dari dpt tiket,managemen pssi,managemen team,ketololan seorang Maman dan jiwa kerdil markus markus, kesombongan Ridwan dan Okto, 2 Gol disebabkan karena Maman dan lemahnya Markus, pembedaan naturalisasi&nonnaturalisasi??? para pendukung yg pingin beli tiket , lebih pake otot dari pada otak, TV One &Metro TV yg secara berlebihan menyiarkan, semua dosa2 para pemain timnas….Indonesia Pantas kalah dan jangan kita ikut-ikutan mental pemain2 diatas yg sombong….jgn kita membuat alasan karena pendukung yg pake laser dan segala macam, tapi kita lihatlah dengan mata hati kita, permainan jelek para pemain kita. ingin rasanya kita membanting TV kita di rmh…..>????? Jadi untuk menang di Senayan pun kita berat dan bagai pungguk merindukan bulan ??????? Orang yg baik adalah orang bisa tahu bahwa dirinya lah yg menyebab

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s