Kisah Sekarung Permata

Standar

Di pagi buta ketika matahari belum lagi terbit, seorang nelayan sudah berjalan  menuju perahunya di pantai. Diperjalanan dalam remang cuaca, tak sengaja kakinya menyenggol sesuatu.  Ternyata kakinya terantuk sekarung kecil batu. Karena iseng dia lalu mengangkat karung itu, meletakkan jaringnya disebelahnya dan duduk di pantai menunggu matahari terbit.

Pandangan nelayan jauh menerawang ke kaki langit. Entah apa yang ada di benaknya, perkara kehidupanlah yang memaksanya untuk turun lebih pagi untuk melaut.  Dengan malas dia duduk disana menunggu sambil merogoh sebutir batu dari dalam karung lalu dilemparkan dengan iseng ke dalam ombak yang bergulung.  Matahari belum juga muncul, lalu dia melanjutkan melempar sebutir demi sebutir batu ke dalam laut.

Perlahan namun pasti, langit mulai terang.  Matahari mulai beranjak naik dan pada saat ini hanya tinggal sebutir batu yang ada ditangannya. Hati sang nelayan tiba-tiba berdenyut dengan kencang seperti akan berhenti.  Sebutir batu terakhir ditangannya nampak berkilauan diterpa sinar mentari. Ternyata batu itu adalah sebutir batu permata!

Berarti didalam kegelapan tadi, dia telah melempar habis satu karung permata ke dalam laut. Tanpa sengaja kerugian yang dideritanya ini tak terhitung! Dia mulai memaki diri sendiri yang bodoh, dia sangat menyesal dan mulai meratap sampai hampir kehilangan kesadaran.

Tanpa sengaja dia menemukan harta yang dapat saja membuat dia hidupnya senang seumur hidup.  Namun dia telah melemparkan semuanya ke dalam laut begitu saja. Walau begitu dia masih cukup beruntung karena masih ada sebutir permata yang tersisa.

Demikian pula dengan umur manusia.  Umur kita ibarat gudang permata yang sangat besar.  Sungguh merugi manusia yang tidak mempergunakannya dengan sebaik-baiknya.  Kadang-kadang ketika kita baru sadar betapa pentingnya umur ini, kita malah telah menghabiskan seluruh waktu yang tersisa.

Rahasia dari kehidupan, gembira, belas kasih, bijaksana….. seluruhnya telah terbuang habis. Kehidupan seseorang berlalu begitu saja.

3 responses »

  1. Andaikan……………..
    Kita dapat menyatukan…………..
    Aksara-aksara Nusantara yg ada………………..
    Dan diramu dalam sebuah belanga kesatuan……………….
    Kita terbitkan……….
    Kita patentkan……………
    Atas nama Bangsa dan Negara tercinta………….INDONESIA !

    Sebuah usulan cara :

    “setiap Provinsi, menyumbang 1saja Aksara Asli-nya”
    sudahlah cukup meliput,
    seluruh Aksara Modern A ~ Z, Angka 1 ~ 0.

    Kita jadikan satu………
    Kita wariskan kepada Anak-Cucu………..
    Kan menjadi harta yang sangat berharga………..
    sekaligus membendung expansi aksara-aksara asing lainnya………..
    Yang MULAI masuk,….mengATASi,…….dan kan MENJAJAH……….Aksara Asli kita.

    WASPADA…….se X lagi…… ASPADA !

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s