Inilah Mobil-Mobil Super Hemat Energi Made In Indonesia, Hingga 1.500 Km per Liter BBM

Standar

Cepat atau lambat, bahan bakar fosil (BBM) dipastikan akan habis.  Para penemu dan ilmuwan berlomba-lomba menemukan dan menciptakan  energi alternatif dan terbarukan untuk menggantikan bahan bakar fosil yang sudah menunggu kepunahan.

Mahasiswa Indonesia tak mau ketinggalan, sambil menunggu para penemu dan ilmuwan mendapatkan energi pengganti yang tepat, mereka mencari cara untuk menghemat energi yang tersisa. Berangkat dari ide tersebut, lahirlah mobil-mobil ciptaan mereka yang sangat super hemat energi.  Bayangkan, untuk menempuh perjalanan sejauh 1.500 KM hanya diperlukan 1 liter bensin.  Berarti mobil tersebut sanggup wira-wiri di sepanjang jalan tol yang ada di Indonesia tanpa takut kehabisan BBM.  Asal tahu saja, panjang jalan tol di Indonesia hanya 900 km, bandingkankan dengan Malaysia yang 6.000 KM dan jangan bandingkan dengan China yang punya 90.000 KM ruas jalan tol! ( data 2 tahun yang lalu🙂 ….)

Ok. Kembali ke mobil…. Untuk membuktikan bahwa Mahasiswa Indonesia telah mampu menciptakan mobil super hemat energi, maka mereka  siap beraksi dalam lomba mobil hemat bahan bakar di Sirkuit Sepang, Malaysia pada acara Shell Eco-marathon (SEM).

Bahan bakar kendaraan yang digunakan oleh siswa adalah  bensin, diesel dan etanol. Beberapa  mobil menggunakan mesin sepeda motor dan mesin lainnya dengan kapasitas mesin sekitar 35-210 cc cc. Untuk mengejar efisiensi tersebut, body kendaraan dibuat dari serat karbon dengan kecepatan 25-40 km per jam. Untuk membuat mobil lebih stabil,  roda kendaraan dipasang sedikit di luar seperti pada mobil balap.

Berikut Mobil-mobil super hemat energi ciptaan anak bangsa :

Kendaraan dari UI

1. Kesavha Garuda Evolution

Chassis: Semi-monocoque
Body: Fiberglass
tinggi panjang dan lebar: 273 cm, 80 cm dan 80 cm
wheelbase: 187 cm
tanpa pengemudi berat: 50 kg
pelek: 14 inci
mesin: Suzuki Smash 115 cc Titan
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: 1.000 km per liter

2. Kalabia. (Nama ini diambil dari bahasa Papua yang berarti ikan hiu)

Chassis: Semi-monocoque
Body: fiber / akrilik
tinggi panjang dan lebar: 248 cm, 120 cm dan 123 cm
wheelbase: 148 cm
berat badan tanpa sopir: 120 kg
pelek: 14 inci
Mesin: 125 cc Shogun
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: 500 km per liter

Kendaraan dari UGM

1. Semar Prototipe

Chassis: Aluminium
Body: Fiberglass
tinggi panjang dan lebar: 300 cm, 70 cm dan 110 cm
wheelbase: 160 cm
tanpa pengemudi berat: 50 kg
pelek: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 90 derajat, 110 cc
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: diatas 280 km per liter

2. Semar Urban


Chassis: Aluminium
Body: Fiberglass
tinggi panjang dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 125 cm
wheelbase: 137,5 cm
berat badan tanpa sopir: 100 kg
pelek: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 100 cc
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: 300 km per liter

Kendaraan dari ITB

1. Leluhur Nusantara


Chassis: Aluminium
Body: serat karbon
tinggi panjang dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 128 cm
wheelbase: 100 cm
berat badan tanpa sopir: 150 kg
pelek: 16 inci
Mesin: 110 cc ICE
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: 100 km per liter

2. Rakata

Chassis: monocoque Penuh
Body: serat karbon
tinggi panjang dan lebar: 280 cm, 56 cm dan 77 cm
wheelbase: 104 cm
tanpa pengemudi berat: 60 kg
pelek: 17 inci
Mesin: 125 cc
Bahan Bakar: Etanol
Target dalam SEM: 600 km per liter

Kendaraan dari ITS

1. Sapu Angin 3

Chassis: Aluminium kustom
Body: fiberglass / polyurethan busa
tinggi panjang dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
tanpa pengemudi berat: 90 kg
pelek: 17 inci
Mesin: 110 cc Honda Revo
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: 300 km per liter

2.  Sapu Angin 4


Chassis: Aluminium
tubuh: fiberglass / polyurethan busa
tinggi panjang dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
tanpa pengemudi berat: 90 kg
pelek: 17 inci
mesin: mesin diesel 210 cc
Bahan Bakar: solar
Target dalam SEM: 300 km per liter

Ini  satu-satunya mobil tim Indonesia yang menggunakan bahan bakar solar.

3.  Sapu Angin 5

Chassis: Aluminium
Body: fiberglass / busa poliuretan
tinggi panjang dan lebar: 280 cm, 60 cm dan 108 cm
wheelbase: 149 cm
tanpa pengemudi berat: 40 kg
pelek: 21 inci
mesin: 1990 cc Paijo dikembangkan sendiri oleh para mahasiswa ITS
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: 1.500 km per liter, SEM 2010 mencapai 234 km per liter.

Kendaraan dari Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)

Chassis: st42
Body: Fiberglass
tinggi panjang dan lebar: 312 cm, 70 cm dan 108 cm
wheelbase: 203,5 cm
tanpa pengemudi berat: 42,4 kg
pelek: 16 inci
engine: 4 stroke 35 cc SOHC
Bahan Bakar: Bensin
Target dalam SEM: 1.500 km per liter

Dan ini merupakan satu-satunya peserta dari Politeknik.

Seluruh kendaraan di atas akan bersaing di arena balap yang efisien bahan bakar di Sepang pada tanggal 6-9 Juli 2011.  Kita tunggu hasilnya.

Source : IndonesiaArab Blogspot

5 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s