Alangkah Konyolnya Negeri Ini, Belajar Kemiskinan Hingga ke Australia

Standar

Rabu 26 April sampai dengan Senin 2 Mei 2011 kemarin sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI telah merampungkan kunjungan kerja mereka ke AUSTRALIA dengan tujuan yang sangat mulia yaitu ingin BELAJAR soal pengentasan kemiskinan. Kunjungan tersebut digunakan untuk bekal membahas draf RUU Fakir Miskin yang kini belum rampung.

Untuk hajatan tersebut tak tanggung-tanggung biaya yang harus dikeluarkan untuk mereka. LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyebutkan kunjungan ke Australia tersebut menghabiskan dana Rp. 811.800.250,-

Selain dana yang dipakai notabene adalah duit rakyat yang berasal dari pajak dan keringat rakyat, yang membikin masygul adalah DPR tak pandai membuat alasan yang sahih untuk ‘tour’ rombongan mereka ke Australia.  Jika untuk belajar atau studi tentang kemiskinan di Australia apa cocok ya?.  Belum lagi hampir semua anggota DPR sangat mencintai bahasa Indonesia sehingga merasa tidak perlu untuk cakap berbahasa Inggris, lalu bagaimana mereka dapat menggali informasi yang cukup di luar negeri karena hambatan bahasa untuk berkomunikasi.  Kalau sekedar informasi, tak ada yang menyangkal bahwa dewasa hampir semuanya tersedia di internet.

Padahal kita sebelumnya sudah mempunyai UU  Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tahun 2004 dan UU Kesejahteraan Nasional (2009). Mungkin ada baiknya jika DPR  memastikan terlebih dahulu implementasi UU SJSN dan UU Kesejahteraan Sosial sebelum membuat sebuah draf baru yang berusaha mengelola isu kebijakan sosial untuk fakir miski

Australia dan kemiskinan sepertinya tidak relevan.  Jika memang harus belajar hingga ke luar negeri – sekalian pakansi mungkin – India atau China bisa jadi alternatif  kunjungan.

Namun yang paling pas ya belajar di negeri sendiri.  Tidak perlu biaya besar. Pergi saja ke beberapa kawasan kumuh di pinggiran Ibukota. BUKA MATA, BUKA HATI, JERNIHKAN PIKIRAN. Kemiskinan ada di sekitar kita, dibutuhkan niat yang tulus tanpa embel-embel, tanpa pamrih untuk mengenyahkan kemiskinan di bumi Indonesia.  Meskipun sangat tidak mudah, namun itulah yang menjadi alasan mengapa DPR ada dan dipilih.  Supaya mampu menjadi PERWAKILAN rakyat, menyuarakan kehendak rakyat dan membantu mengatasi permasalahan rakyat!

Ataupun kalau dirasakan repot melakukan kunjungan sendiri, DPR boleh memilih untuk mengikuti “Darmawisata Kemiskinan” , agar dapat langsung bertandang ke ‘rumah’ mereka yang mungkin seumur-umur belum pernah dikunjungi!

source : detik.Com/berbagai sumber

2 responses »

  1. Ping-balik: KEMISKINAN INDONESIA : TOURING HINGGA BELAJAR KENEGERI KANGGURU « POPCORN LAW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s