Kisah Tragis “Samong” The Last Bali Tiger

Standar

Samong melesat keluar dari tempat persembunyiannya, berlarian di sela-sela pohon bayur (pterospermum diversifolium), ketangi (lagerstroemia speciosa) dan burahol (stelechocarpus burahol) yang tak mampu lagi memberikan tempat berlindung baginya. Samong berlari kecut tanpa tahu mana arah yang harus diambil, rasanya seluruh penjuru hutan di Sumberkima ini sudah tidak menyisakan ruang baginya untuk hidup dengan aman. Hingga akhirnya Samong menemui jalan buntu dan Harimau Bali (Panthera tigris balica) betina itupun akhirnya sadar dirinya sudah terkepung. Samong, demikian penduduk lokal biasa memanggilnya hanya dapat berputar-putar bingung, merunduk lalu meringkuk dan menyeringai berharap loreng di badannya dapat menyamarkan pandangan mata mereka yang haus akan nafsu membunuh.

Beberapa bulan terakhir ini, Samong sudah lupa berapa lama dia tidak bersua dengan bangsanya sendiri.  Saudara dan teman-temannya yang biasa menemani dalam berburu mangsa entah di mana sekarang, pun menjangan yang merupakan buruan favorit mereka sudah tidak pernah kelihatan lagi, bahkan pula baunya. Hingga kesendirian dan naluri laparnya menuntun Samong menuju kandang kambing milik manusia si pinggiran hutan ini. Sial baginya, Samong kepergok seorang petani sebelum sempat beraksi.  Kentongan yang dipukul petani tersebut riuh rendah memaksa Samong tunggang langgang menyelamatkan diri ke dalam hutan, meski rasa lapar mendera dia tidak mau bernasib sama dengan saudaranya yang tewas menggenaskan karena ketahuan hendak memangsa ternak milik manusia beberapa waktu silam.

Harimau bali2Tim Pemburu yang dipimpin Baron Oscar Vojnich membunuh Harimau Bali pada November 1911

harimau baliHarimau Bali terakhir dibunuh dan dinyatakan punah

Agaknya pertemuan dengan manusia tersebut telah berhembus menjadi berita yang memanggil kembali rombongan pemburu masuk hutan Sumberkima. Samong pernah mendengar cerita bagaimana serombongan manusia dengan tongkat yang bisa menyemburkan api dan mengeluarkan suara memekakkan telinga mampu membunuh bangsanya.

Konon perburuan tersebut lebih menjadi sebuah kesenangan belaka bagi manusia  sehingga pada tahun 1925 Samong menjadi Harimau Bali terakhir yang terbunuh di hutan Sumberkima, Bali Barat.  Sesudahnya tanggal pada 27 September 1937 harimau yang unik ini karena merupakan harimau terkecil dari spesies harimau yang ada di dunia dipastikan lenyap sudah dari muka bumi ini. Tragis!

(dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s