Cemani, Ayam Unik Asli Indonesia yang Semakin Langka

Standar

Cemani menjadi terkenal karena sosoknya yang unik. Ayam ini dikenali dari bagian tubuhnya yang berwarna serba hitam. Tak hanya bulu dan kulitnya yang hitam, mata, organ tubuh dan tulangnya pun berwarna kehitaman. Bahkan darah ayam cemani berwarna hitam pekat, tak seperti ayam pada umumnya.

Karena keunikannya tersebut Cemani  ini menjadi  salah satu jenis ayam hias termahal di dunia. Konon harganya bisa mencapai 40 juta rupiah perekor.  Sedangkan untuk seekor anakan ayam cemani yang berumur satu hari saja bisa dihargai 2,5 juta rupiah.

Di balik harganya yang selangit, ayam hitam ini menyimpan beberapa keunikan lain yang jarang diketahui banyak orang.

Ayam-Cemani

Ayam Asli Indonesia

Cemani merupakan ayam endemik Indonesia yang berasal dari Kedu, Jawa Tengah.  Menjadi populer ketika pertama kali diperkenalkan di Pekan Raya Semarang pada tahun 1926 oleh Tjokromiharjo, seorang Lurah dari Desa Kalikuto, Gerabak, Kota Magelang.  Pada awalnya ayam ini hendak dinamai Ayam Kalikuto namun pemiliknya lebih memilih untuk memberi nama Cemani sebagai Ayam Kedu, karena pada saat itu Magelang termasuk dalam Keresidenan Kedu.

Meski sudah dikenal sejak jaman Kerajaan Majapahit, tidak ada sejarah pasti tentang asala muasal ayam Cemani selain namanya yang diambil dari bahasa sangsekerta yang berarti ayam hitam legam.

Menjadi Syarat Kelengkapan Upacara Adat

Dengan keunikan yang dimiliki, ayam hitam legam ini dipercaya oleh sebagian orang mempunyai kekuatan magis sehingga sering digunakan sebagai salah satu syarat kelengkapan dalam berbagai kegiatan ritual dan upacara adat. Hingga saat ini, kegiatan seperti itu sering digunakan di Indonesia. Namun, mitos atau kepercayaan yang ada dalam masyarkat tersebut hingga saat ini tidak bisa dibuktikan.

Semakin Langka

Saat ini, populasi ayam cemani menurun drastis. Maka, tidak heran jika harga ayam Cemani menjadi sangat mahal. Ada yang menyebutkan bahwa pada tahun 1984 jumlah ayam Cemani tercatat 8.500 ekor, namun pada tahun 1997 hanya tersisa 2.000 ekor. Hal ini disebabkan selain karena penyakit unggas juga karena hanya dibudidayakan dikalangan terbatas.  Selain itu ada anggapan berternak ayam Cemani bertentangan dengan agama karena identik dengan berbagai ritual. Pemerintah daerah setempat akhirnya mengambil inisiatif untuk mengatasi persoalan ini. Program pelestarian dicanangkan lewat pemerintah desa dengan mendirikan kelompok peternak bernama ”Makukuhan,” yang diambil dari nama pertapa sakti yang konon pemilik pertama ayam ini  Ki Ageng Mangkuhan yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Kelompok ini awalnya berjumlah 35 orang. Mereka memelihara ayam sekitar 1.500 ekor. Hingga sekarang peternak di sana bisa hidup layak dari ayam-ayam hitam itu.

Mengapa Hitam?

Tak disangka, ayam yang warna tubuhnya total hitam itu bukan hanya menarik perhatian para pehobi, melainkan juga para pakar anatomi dan genetika. Penelitian Ben Dorshorst dari Uppsala University di Swedia yang dipublikasikan di PLOS ONE pada 22 Desember 2011 mengungkap sebab musabab hitamnya ayam cemani.

Terungkap bahwa tubuh hitam ayam cemani merupakan hasil mutasi genetik yang menyebabkan kondisi fibromelanosis atau hiperpigmentasi kulit. Mutasi yang terjadi sendiri merupakan duplikasi. Duplikasi terjadi pada area tertentu genom yang menurut riset Ai Shinomiya yang dipublikasikan di jurnal Genetics tahun 2012 terdiri dari lima gen.

Salah satu gen yang terdapat pada area duplikasi itu adalah endothelin3 (EDN3). Gen itu berperan dalam pembentukan protein penghasil melanosit. Mutasi pada gen itu menyebabkan ekspresi berlebihan potein pembentuk melanosit dan perkembangan ayam cemani saat masih berupa embrio. Akibatnya, ayam Cemani mempunyai tubuh dan bahkan organ dalam hitam.

Telurnya Berwarna Putih

Yang paling mengherankan dari ayam cemani adalah telurnya. Telur ayam cemani memiliki warna dan bentuk sama dengan telur pada umumnya, yaitu berwarna krem atau putih tulang dengan bintik merah muda. Ketika bagian dalam dilihat pun tetap sama dengan telur ayam pada umumnya. Warna hitam baru muncul setelah embrio ayam cemani muncul.

Menurut prediksi ilmuwan, warna putih telur itu muncul karena proses mutasi fibromelanosis yang terjadi pada sel ayam cemani tidak menular pada cangkang telur. Hal ini disebabkan cangkang telur terdiri dari kristal kalsium karbonat yang pada dasarnya sama di hampir semua jenis ayam. Kira-kira begitu penjelasan sedikit ilmiahnya.

Source : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s