Jenius Lulusan SD ini Mampu Membuat TV Rakitan dari Limbah Komputer Bekas, di Jual Harga Murah dan Terjangkau , Turut Menyediakan lapangan Kerja, Namun 116 TV nya Dimusnahkan Aparat serta dihukum 6 Bulan Penjara dan Denda Rp 2,5 Juta

Standar

Mengingat pendidikan yang hanya lulusan SD, Muhammad Kusrin warga Desa Jatikuwun, Karanganyar, Jawa Tengah, tahu diri untuk tidak mencari pekerjaan di luar sana melainkan memanfaatkan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk bertahan hidup di negeri ini.  Berbekal bakat otodidak untuk merakit televisi (TV) dari limbah komputer bekas, seperti tabung monitor, speaker dan komponen lainnya, Kusrin mulai membuka usaha membuat TV rakitan dan menjualnya.

Dengan dibantu beberapa karyawannya, Kusrin menjual pesawat TV tabung rakitannya yang di beri merek Veloz, Maxreen, dan Zener  seharga Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per unit ke Solo dan Yogyakarta.  Ternyata TV ‘made in’ Kusrin ini selain murah dan terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah, juga tidak kalah mutunya dengan TV pabrikan.

Usahanya itu belakangan berbuah petaka karena dinilai tak berizin, Polda Jawa Tengah pun menggerebek bengkel kerja ‘Haris Elektronik’ milik Kusrin pada Maret 2015 dan menyita ratusan TV dan komponen bekas.

Setelah menjalani persidangan tanpa kuasa hukum, Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar membuktikan Kusrin melanggar Pasal 120 (1) jo Pasal 53 (1) huruf b UU RI No. 3/2014 tentang Perindustrian.

Selain itu, Kusrin juga melanggar Permendagri No. 17/M-IND/PER/2012 tentang Perubahan Permendagri No. 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia terhadap tiga industri elektronika secara wajib. Akhirnya, pengadilan menjatuhkan vonis enam bulan kurungan dengan masa percobaan selama 1 tahun dan denda Rp 2,5 juta. Vonis ini tertera di putusan nomor 169/Pid.Sus/2015/PN.Krg pada tanggal 23 Desember 2015.

Selanjutnya Ratusan barang bukti berupa 116 unit televisi hasil rakitan dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Senin (11/1). Sebagian barang bukti berupa televisi berwarna ukuran 14 dan 17 inc dimusnahkan dengan cara dibakar. Rencananya, sisa barang bukti yang terkemas di sebuah truk di halaman kantor kejaksaan akan dibakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari Jumantono.

tv kusrin

Kejari Karanganyar Jateng memusnahkan 116 TV rakitan milik Kusrin karena dianggap ilegal dan tidak punya sertifikasi SNI (Kriminalitas.com)

Kasus yang menimpa Kusrin inipun menuai perhatian netizen Tanah Air di media sosial. Sebagian merasa prihatin terhadap cara pemerintah menanggapi kreativitas warganya.

Harusnya Kusrin dibina, bukan dibinasakan!” kicau seorang pengguna Twitter di akun @bemoljaya.

Nasibnya beda dengan pembakar hutan,” komentar tweeps lain bernama @G_paseksuardika, tentang hal yang sama.

Berita soal Kusrin juga beredar di Facebook, di mana sejumlah netizen tak ketinggalan mengungkapkan pandangan mereka.

Heran saya dengan hukum di negeri ini,” ujar seorang pengguna Facebook. “Nenek penebang sebatang pohon dihukum, pembakar hutan bebas, monitor bekas ‘dioprek’ jadi televisi dihukum, barang-barang elektronik luar dijual bebas,” lanjutnya.

Anda penemu? Pencipta suatu alat yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia? Stop! Bergegaslah pergi keluar negeri, sebelum karya anda menjadi abu,” kata akun Iqbal Rizky mengomentari pemberitaan kasus Kusrin ini.

“Wajar Pak Kusrin memilih berjualan sendiri. Karena memang mengurus SNI itu tidak murah dan tidak mudah. Sekedar informasi, temen saya punya home-industri mainan anak-anak yang berupa balok susun dari kayu. Saat mau dipasarankan harus sudah bersertifikat SNI. Akhirnya dia mencoba mengurus SNI. Tapi asal kalian tau, satu tipe produk yang ingin dia sertifikasi harus bayar puluhan juta. Akhirnya sekarang dia jadi jualan mainan impor dari Cina. Kenapa? Karena enggak sanggup mengurus SNI buat produk-produknya,” ujar akun Ikhwan Putunembahman ikut mengomentari kasus tersebut.

tv kusrin 2

Menteri Perindustrian Saleh Husin, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi dan Muhammad Kusrin perakit televisi dari Karanganyar memberikan keterangan kepada media usai pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara (Antara)

Setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, Kusrin akhirnya menerima sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perindustrian RI di Jakarta, Selasa (19/01).  Presiden Joko Widodo tak ketinggalan mengundang Kusrin, Senin (25/01) dan turut mengagumi hasil karya Kusrin,  si jenius lulusan SD pembuat TV daur ulang.

 source : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s