Bidadari Halmahera, Wallace dan Cikal Bakal Teori Darwin

Standar

Lah! Apa hubungannya antara bidadari, pulau Halmahera, naturalis asal Inggris Sir Alfred Russel Wallace dan cikal bakal Teori Darwin?

Rupanya jika ditelusuri dengan seksama, maka  semua perihal tersebut ternyata  berkaitan satu sama lainnya.

Diawali pada tahun 1858 silam, saat Wallace singgah di pulau Halmahera yang sekarang terletak di gugusan kepulauan Maluku Utara. Wallace terpikat oleh keindahan dan keelokan tarian seekor burung lokal.   Menurutnya burung ini adalah burung tercantik yang pernah ia lihat sehingga kemudian menamakannya Burung Bidadari (Angel Bird).

burung-bidadari-halmahera

Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii)

Burung ini kemudian dikenali sebagai Bidadari Halmahera dan mendapat nama latin Semioptera wallacii sesuai nama penemunya. Merupakan satu-satunya jenis burung cendrawasih anggota genus Semioptera, burung endemik Maluku dengan nama  lokal weak-weka ini juga merupakan satu-satunya cendrawasih yang hidup paling barat di luar Papua.

>> Parade 10 Burung Surga Endemik Indonesia yang Berpeluang Punah

Burung jantan memiliki mahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat, dengan pelindung dada berwarna hijau zamrud. Ciri yang paling mencolok adalah keberadaan dua pasang bulu putih yang panjang, yang keluar menekuk dari sayapnya. Bulu–bulu itu dapat ditegakkan atau diturunkan sesuai dengan gerakan burung.

Sedangkan  betina tak seindah burung jantan. Warna bulu burung betina cenderung berwarna cokelat zaitun, berukuran lebih kecil, serta mempunyai ekor yang lebih panjang daripada burung jantan.

burung-bidadari-halmahera-jantan-dan-betina

Pada musim kawin, burung jantan akan berusaha menarik perhatian burung betina dengan melakukan tari-tarian dan mengeluarkan suaranya yang melengking keras.

’Standardwing Bird of Paradise’ adalah sebutan lain bagi Sang Bidadari Halmahera.  Keindahan burung ini pernah difilmkan oleh K. David Bishop, salah satu kontributor buku The Birds of Wallacea.

Wallace menjelajahi Nusantara antara tahun 1854 – 1862 karena terpikat oleh kekayaan dan keindahan flora dan fauna di sisi timur belahan bumi. Selama di Halmahera, Wallace tinggal di rumah milik keluarga Sultan Ternate saat itu, Sultan Muhammad Ilham.

Pengalaman dari perjalanan panjang sang naturalis di pulau Halmahera dan sekitarnya ini menghantarnya kepada satu kesimpulan pengetahuan bahwa species yang mampu bertahan adalah yang kuat dan sehat saja. Jika tidak, maka spesies itu akan punah. Teori inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Teori Evolusi Darwin yang kontroversial tersebut.

Sehingga patut dicatat bahwa bagaimana pun Halmahera telah menyumbang sejarah penting dalam perkembangan ilmu biologi dunia.

source : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s