Grup Tari Indonesia Sabet Emas dan Juara Umum di Spanyol

Standar
Bendera Merah Putih berkibar di panggung Festival Folklore Internasional Dance in Catalonia 2016 di Kota LLoret de Mar, Costa Brava, Spanyol, saat Grup Folklore Danadyaksa Budaya SMP Labschool Cibubur berhasil meraih medali emas kategori usia 8 hingga 16 tahun sekaligus meraih Grand Prix, 24 Maret 2016. (EFE)
 20160326Labschooll-in-Spain
Grup Folklore Danadyaksa Budaya SMP Labschool Cibubur berhasil meraih medali emas kategori usia 8 hingga 16 tahun sekaligus meraih Grand Prix, juara umum lintas kategori, dalam Festival Folklore Internasional Dance in Catalonia 2016 di Kota LLoret de Mar, Costa Brava, Spanyol.

Pengumuman pemenang dilaksanakan di Grand Casino Costa Brava, Lloret de Mar, demikian Perwakilan dari Gantari Gita Khatulistiwa, pelatih tari Danadyaksa Budaya SMP Labschool Cibubur, Gilang Lestari Mokodompit,  seperti yang dilansir ANTARA News London, Sabtu (2/4).

Festival yang berlangsung dari tanggal 20 sampai 24 Maret itu diikuti 25 grup penampil dari 11 negara, antara lain Mesir, Uzbekistan, Rusia, Armenia, Kuba, Indonesia dan tuan rumah Spanyol.

Grup Danadyaksa Budaya yang terdiri dari 31 siswa-siswi menampilkan empat nomor tarian tradisional Nusantara, yaitu Tarek Pukat dan Ratoh Jaroe (Gayo, Aceh), Tari Lenggang Langgak (Betawi) dan Tari Gantar Alak (Dayak, Kalimantan).

Diana, selaku perwakilan panitia penyelenggara Dance in Catalonia 2016 mengungkapkan grup Danadyaksa Budaya berhasil memukau para dewan juri dan juga penonton yang turut menyaksikan langsung.

“Kami terpukau dengan penampilan tim Indonesia, dengan usia semuda itu mampu menarikan tarian tradisi dengan tingkat kesulitan tinggi dengan sangat baik,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMP Labschool Cibubur, Drs. H. Uswadin, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang luar biasa tim Danadyaksa Budaya SMP Labschool Cibubur yang berhasil meraih peringkat terbaik pada festival ini.

“Keberhasilan ini diraih berkat kerja keras anak-anak dan tim pelatih juga dukungan dan doa orang tua serta semua pihak. Melalui kebudayaan, anak-anak mampu mengibarkan merah putih di kancah folklore dunia,” ujarnya.

Salah satu perwakilan siswa anggota Danadyaksa Budaya SMP Labschool Cibubur, Alisha Oriana, kelas VII, mengungkapkan kebahagiannya atas pencapaian yang diraih, meskipun di tengah suhu yang cukup dingin.

“Saya dan teman-teman baru pertama kali ikut kompetisi internasional merasa terkejut dan bangga. Semua ini berkat bimbingan pelatih dan kakak kelas yang berpengalaman ikut serta di tim tari kami,” katanya.

Hal senada juga disampaikan, Aurora Nasery, kelas VIII SMP Labschool Cibubur, anggota Danadyaksa Budaya yang sudah dua kali mengikuti kegiatan internasional serupa.

Ia mengutarakan rasa bangganya karena berhasil mempertahankan prestasi gemilang setelah dua tahun lalu berhasil meraih medali emas pada Festival Folklore Internasional InterFolk di Saint Petersburg, Rusia, November 2014.

“Festival kali ini lebih berat karena kami punya beban untuk mempertahankan gelar juara. Apalagi, tim berubah karena anggota sebelumnya yang kini duduk di kelas IX SMP sudah tidak boleh ikut karena fokus persiapan ujian dan digantikan oleh anggota baru dari kelas VII,” katanya.

Ia menambahkan, “Tapi, Alhamdulillah dengan kerja keras tim Danadyaksa Budaya yang baru ini, kami tetap bisa tampil maksimal, berhasil memukau juri dan penonton, hingga meraih prestasi yang gemilang.”

copas :  antaranews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s