Peristiwa Langka di Dunia. Gelombang Bono, Gelombang Surfing Sungai Indonesia yang Fenomenal

Standar

Jika selama ini kita menganggap bahwa olah raga surfing hanya bisa dilakukan di atas ombak laut, maka ombak sungai yang satu ini merupakan pengecualian.  Adalah Sungai Kampar di Riau yang memenuhi kriteria sebagai tempat yang layak untuk dijadikan salah satu destinasi para peselancar dunia.

Dengan tinggi ombak mencapai 6 meter yang memanjang hingga ratusan meter, ombak sungai yang dikenal sebagai Gelombang Bono ini menjadi sangat terkenal dan mendunia sebab hanya peselancar profesional saja yang mampu menaklukkannya.

bono1

Secara ilmiah, gelombang bono merupakan salah satu peristiwa alam yang langka dan jarang terjadi. Gelombang Bono terjadi akibat bertemunya arus pasang air laut dengan muara sungai yang lebar. Ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya, terciptalah ombak sungai sangat menantang yang ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar.

Tercatat gelombang Bono dapat memanjang hingga 300 meter, dengan ombak yang terbentuk sampai setinggi 6 meter dan kecepatannya 40 km per jam. Belum lagi, suara dari hempasan gelombangnya akan bikin merinding.

Gelombang menantang ini bergerak dari arah muara menuju hulu sungai atau diawali dari Pulau Muda sampai dengan Teluk Binjai di Sungai Kampar.

bono2

Warga lokal Riau percaya, Bono yang ada di Sungai Kampar adalah Bono Jantan, sedangkan Bono Betinanya ada di Sungai Rokan, Bagansiapi-api. Jumlah Bononya ada 7 ekor, makanya gelombang Bono di sini sering disebut juga sebagai gelombang tujuh hantu.

Waktu terjadinya pun hanya saat tertentu saja. Biasanya saat bulan purnama yang terjadi setiap tanggal 10-20 dalam perhitungan bulan Melayu (Arab) atau pada kisaran bulan Agustus-Desember penanggalan Masehi.

Gelombang Bono pun sudah menjadi atraksi wisata yang paling terkenal di Indonesia. Gelombang ini jadi tempat bermainnya para peselancar dunia. Dibutuhkan nyali dan skill yang tinggi, karena surfing di sana tidak semudah surfing di laut.

Karena air sungai, papan surfing akan lebih sulit digerakan. Gelombang yang melesat dengan kekuatan yang besar, membuat papan surfing mudah terhentak. Maka dari itu — sekali lagi, hanyalah peselancar profesional yang diizinkan bermain di sana.

Sungai Kampar, sebagai ‘rumah’ Gelombang Bono berlokasi di Teluk Meranti, Kabupaten Palalawan, Riau. Dari Kota Pekanbaru, dibutuhkan perjalanan sekitar 6-7 jam untuk tiba di sana. Di Desa Meranti sendiri, sudah banyak homestay bagi yang mau bermalam.

source : dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s