Category Archives: dream indonesia

Catat! Inilah Kalender Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2018

Standar

Setelah melalui serangkaian proses pembahasan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pemerintah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor : 01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018.

Jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 yaitu sebanyak 21 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak 5 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal.

007564300_1507109617-171004_Cuti_Bersama_2018_rev

Rincian Hari Libur Nasional 2018 :

1.     Senin, 1 Januari, Tahun Baru 2018 Masehi
2.     Jum’at, 16 Februari, Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili
3.     Sabtu, 17 Maret, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940
4.     Jum’at, 30 Maret, Wafat Isa Al Masih
5.     Sabtu, 14 April, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
6.     Selasa, 1 Mei, Hari Buruh Internasional
7.     Kamis, 10 Mei, Kenaikan Isa Al Masih
8.     Selasa, 29 Mei, Hari Raya Waisak 2562
9.     Jum’at, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila
10.   Jum’at – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
11.   Jum’at, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
12.   Rabu, 22 Agustus, Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah
13.   Selasa, 11 September, Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah
14.   Selasa, 20 November, Maulid Nabi Muhammad SAW
15.   Selasa, 25 Desember, Hari Raya Natal

Rincian Cuti Bersama 2018 :
1.     Rabu, Kamis, Senin dan Selasa, 13,14,18 dan 19 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
2.     Senin, 24 Desember, Hari Raya Natal

Berikut link download kalender 2018:
Download Kalender 2018.pdf
Download Kalender 2018.cdr
Source : kemenkopmk.go.id/sumberpercetakan.com

Iklan

Benarkah Indonesia Darurat Literasi?

Standar

Apa itu literasi?

Menurut kamus online Merriam-Webster, Literasi berasal dari istilah latin ‘literature’ dan bahasa inggris ‘letter’. Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya “Kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar).”

National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai “Kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.

Literasi

Di lain sisi, Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

Sementara menurut UNESCO, pemahaman orang tentang makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, dan juga pengalaman. Pemahaman yang paling umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata — khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis — yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh dan dari siapa memperolehnya.

Ternyata oh ternyata,  hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada tahun 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Sementara Vietnam justru menempati urutan ke-20 besar. Pada penelitian yang sama, PISA juga menempatkan posisi membaca siswa Indonesia di urutan ke 57 dari 65 negara yang diteliti.

Hasil kajian data statistik UNESCO tahun 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca…! Selebihnya, belum memiliki minat baca, dalam artian membaca buku atau bahan cetak.

Selanjutnya berdasarkan studi The World’s Most Literate Nations (WMLN) 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Indonesia hanya unggul satu peringkat dari Botswana.  Apakah data ini cukup untuk menyatakan Indonesia darurat lilterasi?

Pasti akan muncul banyak pertanyaan:  “Mengapa bisa terjadi demikian?”.  Dan bisa jadi akan banyak alasan untuk jawabannya dan mudahan tidak ada pihak yang mungkin disalahkan.

Dengan keyakinan bahwa negara pasti akan memperhatikan dan berupaya sekuat daya upaya untuk mengembalikan harkat martabat Indonesia di kancah literasi, tanpa maksud hendak membandingkan namun dengan semangat untuk belajar mencari tahu ada baiknya kita melongok ke urutan pertama dari 61 negara yang mengikuti survey tersebut yaitu Finlandia sebagaimana yang dikutip dari laman jawapos.com. Berbagai opini berkembang mengenai hal apa yang melatar belakangi budaya literasi di negara Eropa utara tersebut.

Apakah karena Finlandia memiliki musim dingin yang panjang sehingga membuat kegiatan membaca menjadi salah satu cara menyiasati cuaca dingin? Atau, apakah karena budaya masyarakat Finlandia yang terkenal soliter?

Berkaca pada Finlandia, European Union High Level Group of Experts on Literacy (ELINET) merilis studi tentang faktor yang mendukung tingginya budaya literasi di negara dingin itu. Sebagai rekomendasi untuk negara-negara lain, ada tiga hal yang dapat difokuskan untuk meningkatkan budaya literasi.

Pertama, menciptakan lingkungan yang mendukung literasi. Kedua, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan ketiga adalah meningkatkan partisipasi, inklusi, dan kesetaraan (Garbe et. al., 2016). Yuk lihat bahasannya.

Menciptakan lingkungan yang mendukung budaya literasi

budaya literasi, pendidikan di finlandia, perpustakaan di finlandia

Perpustakaan di kota Espoo, Finlandia (Libraries.fi)

Di Finlandia, pemerintah berusaha memaksimalkan fungsi sarana umum untuk mendukung budaya literasi. Di beberapa tempat umum, seperti museum, kantor polisi, dan pusat kebudayan, selalu disediakan tempat bagi anak untuk membaca, dilengkapi dengan peralatan menulis, menggambar dan mewarnai.

Sementara dirumah, orang tua adalah guru pertama bagi anak yang membentuk kemampuan bahasa dan komunikasi. Termasuk membentuk sikap seorang anak terhadap minat membaca melalui perannya sebagai panutan. Lantas, menyediakan bahan bacaan yang baik, dan membacakan cerita untuk anak.

Sekolah memiliki peranan dalam membantu perkembangan motivasi membaca pada anak. Menyediakan lingkungan pendukung seperti ruang kelas dan perpustakaan, berbagai macam jenis buku dan tempat yang nyaman untuk membaca. Sudah menjadi hal umum jika perpustakaan sekolah atau student’s lounge dilengkapi dengan sofa, karpet, dan bantal untuk memberikan kenyamanan selama membaca buku.

Perpustakaan dan tempat umum yang dikelola pemerintah juga bertanggung jawab dalam menyediakan bahan bacaan bagi anak dari berbagai latar belakang kelas ekonomi. Anak-anak sudah memiliki library card sejak mulai masuk sekolah. Seringkali mereka pergi ke perpustakaan bersama orang tua dan guru di sekolah. Orang tua memberi kebebasan pada anak untuk memilih bukunya sendiri.

Meningkatkan kualitas pembelajaran

Pendidikan dasar atau yang dikenal dalam comprehensive school memiliki peranan penting dalam menanamkan budaya literasi pada siswa di Finlandia. Pendidikan dasar dimulai pada usia 7 tahun sampai dengan usia 15 tahun.

Namun, pedidikan literasi sudah dimulai sejak anak menempuh pendidikan pra-sekolah. Pada tahap pra-sekolah, pendidikan literasi yang didapat bukanlah belajar membaca dan menulis tetapi bagaimana anak mampu berkomunikasi, mengenali lingkungan sekitarnya, bersosialisasi, dan mengendalikan emosinya.

Guru membacakan cerita dan anak-anak dapat bermain peran berdasarkan cerita tersebut. Pada tahun-tahun awal pendidikan di sekolah dasar, siswa mendapat pelajaran bahasa ibu yang disebut äidinkieli dalam bahasa Finlandia. Serta, literatur yang menekankan tentang berbagai jenis teks. Guru menggunakan teks otentik yang berbasis pengalaman sehari-hari, teks dari media, maupun teks online sebagai bahan ajar.

Finlandia memiliki perhatian khusus terhadap siswa yang mengalami kesulitan membaca dengan memaksimalkan peran sekolah, guru, dan orang tua. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penanganan sedini mungkin yaitu menugaskan guru yang kompeten untuk mendampingi siswa yang mengalami kesulitan membaca dengan memberikan remedial teaching.

Guru juga berperan dalam memotivasi siswa salah satunya dengan memberi kebebasan pada siswa untuk mengakses teks, buku, atau media cetak dan online yang sesuai dengan minat siswa tersebut. Guru, sekolah, dan orang tua berusaha memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan dan menarik sehingga timbul minat siswa untuk terus belajar membaca dengan baik.

Meningkatkan partisipasi, inklusi, dan kesetaraan

Berbicara tentang partisipasi, inklusi, dan kesetaraan, faktor ini sangat ditanamkan dalam pendidikan di negara Eropa utara, termasuk Finlandia. Kesetaraan tersebut tidak hanya menyangkut pendidikan formal gratis yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat, bahkan konsep kesetaraan tersebut dimulai sejak bayi masih didalam kandungan.

Di Finlandia, bayi yang baru lahir akan mendapatkan maternity package yaitu paket yang berisi berbagai perlengkapan bayi seperti baju, produk perawatan bayi, mainan, dan tidak lupa dilengkapi dengan buku. Parental allowance atau cuti setelah melahirkan, didapat oleh kedua orang tua dan berlangsung 9 bulan lamanya. Tujuannya, orang tua dapat berpartisipasi aktif dalam perkembangan dini seorang anak dengan membacakan buku atau bercerita kepada anak.

Menyangkut fasilitas umum, perpustakaan di Finlandia mendukung konsep inklusi dan kesetaraan. Seperti salah satu perpustakaan di kota Kuopio yang memberikan layanan untuk lansia dan penyandang disabilitas dengan mengantarkan buku atau mengambil buku yang hendak dikembalikan.

Rahasia Budaya Literasi Finlandia, Bayi Lahir dapat Paket Berisi Buku

Ternyata yang paling menarik dari semuanya adalah budaya memberikan hadiah berupa paket buku kepada bayi yang baru lahir.  Hmm… bahkan sebelum bisa membaca rakyat negara ini telah menyiapkan diri untuk menyambut dunia.  Bukankah BUKU adalah JENDELA DUNIA dan MEMBACA adalah kuncinya.

source : literasi.jabarprov.go.id/jawapos.com/lainnya

Mantaaaf! TNI Sapu Bersih Podium Lomba Tembak AARM di Singapura

Standar
Tentara nasional Indonesia berjaya di ajang ASEAN Army Riffle Meet (AARM) ke-27 di Singapura. Di ajang tahunan bergengsi ini TNI berhasil naik podium sebagai juara pertama, kedua, ketiga dan keempat alias menyapu bersih kategori senapan!

Kabar dipublikasikan oleh akun @penkopassus, Jumat (17/11/2017), disertai sebuah foto yang bisa membuat rakyat Indonesia bangga.  Empat anggota TNI peserta lomba nampak berdiri tegak menghormat di depan layar yang menunjukkan gambar bendera Merah Putih, tidak menyisakan tempat bagi peserta dari negara lain. Mantaaaf!

lomba-menembak-asean_2017

AARM adalah kompetisi menembak tahunan yang diikuti oleh tentara dari 10 negara ASEAN. Tahun ini 550 orang peserta bersaing dalam acara tersebut. Nomor yang dipertandingkan adalah Carbine, Machine Gun, Pistol tim pria, Pistol tim Wanita, dan Riffle, merujuk pada jenis senjata yang digunakan untuk menembak.

Gelaran kompetisi AARM ke-27 di Singapura dimulai dari tanggal 6 November hingga 22 November 2017. Selain lomba menembak, pada 21 November akan diadakan pertemuan ASEAN Chiefs of Army Multilateral Meeting (ACAMM) ke-18 dan ASEAN Sergeant Majors Annual Meeting (ASMAM) ke-7.

Di ajang ini, TNI memang jadi unggulan. Tahun 2016 lalu, TNI keluar sebagai juara umum dengan mengantongi 21 emas, 15 perak dan 14 perunggu.  Kiprah TNI diberbagai ajang kompetisi memang sudah tidak diragukan lagi.  Tambahan informasi, pada bulan Mei 2017 lalu TNI menjadi juara umum pada lomba tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017.  Diajang ini TNI AD selalu menjadi juara umum sejak 2008 atau 10 tahun berturut-turut.

source : Tribun Medan/sport.tempo.com
 

Unik, Provinsi ini Menggunakan Lebih Dari 164 Bahasa?

Standar

Tidak banyak ternyata yang menyadari bahwa ada provinsi di Indonesia yang penduduknya menggunakan lebih dari 164 bahasa dalam berkomunikasi sehari-hari. Provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat yang jika kamu melihat sosial budayanya, bagaikan melihat mozaik yang berdenyut dinamis. Bayangkan saja, terdapat 164 bahasa daerah, 152 di antara bahasa tersebut adalah bahasa sub suku Dayak dan 12 sisanya bahasa sub suku Melayu. Aneka ragam bahasa ini dituturkan oleh sedikitnya 20 suku atau etnis, tiga diantaranya suku asli dan 17 sisanya suku pendatang.

tugu-khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa

Dihuni penduduk asli Dayak dan kaum pendatang dari Sumatera, juga kaum urban dari China serta daerah lainnya di Indonesia. Suku yang Dominan Besar yaitu Dayak, Melayu, dan China. Selain itu, terdapat juga suku-suku bangsa lain, antara lain Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, dan Batak. Kalimantan Barat yang dilintasi oleh garis imajiner khatulistiwa sehingga terkenal dengan tugu khatulistiwa-nya juga dijuluki Provinsi Seribu Sungai. Itu dikarenakan mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman. Sungai-sungai itu pun menyilangi kota dimana salah satunya yaitu sungai terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas dengan panjang 1.143 km telah membagi kota menjadi dua dan menyediakan jalur transportasi penting dan bersejarah.

Sungai-Kapuas

Sungai Kapuas

Kalimantan Barat adalah tempat tepat untuk berwisata alam, agrowisata, juga wisata budaya. Di sini tersedia wisata alam berupa pemandangan alam pegunungan, pantai laut, danau musiman, hutan tropis dengan aneka ragam flora dan fauna, hingga air terjun yang indah di Pande Kembayung dan Riam Kanebak. Untuk wisata budaya, karena Kalimantan Barat memiliki latar belakang sejarah dan aneka ragam seni dan budaya yang unik dan menarik untuk disambangi.

Meskipun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut tetapi memiliki puluhan pulau besar dan kecil. Sebagian pulau kecil tersebut tidak berpenghuni dan tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna, berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kalimantan Barat memiliki luas lebih dari 146.607 km dan memiliki kekayaan berbagai mineral serta batu permata. Iklim dominan di wilayah ini adalah tropis dengan suhu udara minimum rata-rata 220,9C dan maksimum 310,05C. Musim hujan ringan terjadi bulan Maret-Mei sementara hujan pada November-Januari.

source : pesona.indonesia.travel

Kendaraan Kreatif Ini Seakan Dimodifikasi Agar Bisa Keliling Indonesia Dengan Sekali Isi BBM

Standar

Meskipun tidak ada hubungannya dengan mobil Esemka yang diawal-awal digadang-gandang sebagai cikal bakal mobil nasional namun sekarang entah apakabarnya, tetapi bangsa Indonesia tidak pernah kehabisan ide kreatif dalam melakukan modifikasi terhadap kendaraan yang mereka pergunakan sehari-hari.  Seperti yang dilakukan terhadap sepeda motor berikut ini yang seakan dimodifikasi agar bisa keliling Indonesia dengan sekali isi BBM:

  1. Tangki cadangan BBM

modif tangki3m

2. Keliling Indonesia nonstop

modif tangki

3. Bodi BBM

modif tangki2m

source : internet

Inovasi Anak Bangsa. Mahasiswa IPB Ciptakan Urites Detektor Hidrasi Tercepat di Dunia

Standar

Selama ini status hidrasi kita bisa diketahui dari warna urine. Tapi tak sesederhana anggapan orang. Kalau sekadar melihat warna urine saat kita buang air kecil, itu kurang akurat. Biasanya, urine harus ditampung terlebih dahulu lalu diperiksa warnanya di bawah sinar matahari.

tabel warna urine

Tapi kini ada cara lebih cepat yang dipelopori oleh Harki Taufiqurrahman, mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia menciptakan alat yang bisa mendeteksi status hidrasi kita secara langsung dan cepat secara urine dikeluarkan.

Harki di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS dosen Departemen Gizi Masyarakat dan Heriyanto Syafutra S.Si,M.Si dosen Fisika IPB, telah menciptakan alat bernama Urites. Alat ini bisa langsung mendeteksi status hidrasi seseorang setelah urine dikeluarkan.

Urites merupakan inovasi alat pertama di dunia melalui pengembangan urinoir untuk mendeteksi status hidrasi secara cepat, tepat, dan akurat. Urinoir ini dilengkapi dengan sensor warna untuk membaca warna urin yang diprogram menggunakan microcontroller arduiono uno.

“Hanya memerlukan waktu 3-5 detik setelah urine masuk ke dalam urinoir, status hidrasi dapat diketahui melalui display screen yang terdapat pada urinoir tersebut,” ujar Harki sebagaimana yang dikutip dari CNN Indonesia.

Harki bersama tim, yaitu Alvi Faidaturrosyida dan R Endah Siti Maryam telah menjadi delegasi Indonesia dalam kegiatan Woman’s Invention Exposition (KIWIE 2017) di Korea Selatan pada bulan Juni lalu.

Harki dan tim mempresentasikan karya inovasinya di depan delegasi dari 24 negara. Inovasi ini mendapat penghargaan berupa gold medal dari KIWIE, serta 3 special award yaitu special award dari Thailand (gold medal), special award dari Libanon (gold medal) dan special award dari Islamic Republic of Iran Ministry of Energy sebagai Best invention.

Saat ini, Urites sedang dalam pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk mendapatkan paten. “Melalui inovasi alat ini, harapannya semakin banyak orang yang peduli dengan status hidrasi diri sendiri sehingga bisa terhindar dari berbagai macam penyakit akibat dehidrasi,” kata Harki.

source : student.cnnindonesia.com

 

 

Mengenal Abbas Ibn Firnas, Penemu Pesawat Terbang dan Berhasil Menerbangkannya

Standar

Sejarah mencatat Wright bersaudara yaitu Wilbur serta adiknyanya Orville adalah dua orang Amerika yang dicatat dunia sebagai penemu pesawat terbang. Mereka berhasil membangun pesawat terbang yang pertama kali berhasil diterbangkan dan dikendalikan oleh manusia pada tanggal 17 Desember 1903. Dua tahun setelah penemuan mereka, kedua bersaudara tersebut mengembangkan ‘mesin terbang’ mereka ke bentuk pesawat terbang yang memakai sayap yang seperti sekarang kita kenal.

515px-Armen_Firman_Abbás_Ibn_Firnás_(MUNCYT,_Eulogia_Merle)

Abbas ibn Firnas

Namun tahukah anda jauh di 1.100 tahun sebelumnya Abbas Ibn Firnas, seorang matematikawan, astronom, fisikawan, dan ahli penerbangan Muslim dari abad ke-9, tercatat sebagai manusia pertama yang mengembangkan alat penerbangan dan sukses terbang. Nama lengkap beliau adalah Abbas Qasim bin Firnas. Ia terlahir di Izn-Rand Onda, Andalusia pada tahun 810 M dan menjalani masa kehidupannya di Cordoba.

Pengertian manusia pertama di sini berlaku umum, mencakup siapa pun yang berhasil terbang menggunakan alat apa pun, tidak harus berupa pesawat terbang seperti yang ada saat ini.

Ibn Firnas berhasil terbang menggunakan glider, alat terbang sederhana yang dilengkapi sayap. Sementara itu, tak diragukan, Wright merupakan penemu dan penerbang pesawat terbang pertama dalam bentuk yang ada sekarang.

Alat terbang Ibn Firnas memang masih sederhana. Namun, keberhasilan Ibn Firnas menguji dan menerbangkan alat buatannya pada tahun 852 memberi inspirasi kepada ilmuwan-ilmuwan Barat untuk mengembangkan pesawat.

Semasa hidupnya, seorang genius yang hidup di Cordoba ini dikenal sebagai ilmuwan serba bisa dan menguasai beragam disiplin ilmu pengetahuan. Menurut sejumlah sumber, ketertarikan Abbas pada aeronautika bermula saat ia menyaksikan atraksi pria pemberani bernama Armen Firman.

Pria tersebut membuat alat dari sutra yang diperkuat dengan batang kayu. Ia lantas terjun dari ketinggian, tetapi ia tak berhasil. Untungnya, alat cukup menghambat gerak jatuh bebas Firman sehingga ia tak terluka.

Ibn Firnas yang berada dalam kerumuman penonton terkesan dengan aksi Armen Firman. Pengalamannya ini yang menyeretnya mempelajari aeronautika lebih dalam. Sumber lain menyebut, Armen Firman sejatinya merupakan nama Ibn Firnas yang “dilatinkan”. “Penerbangan” pada tahun 852 adalah percobaan pertamanya.

Tahun 875, saat usianya menginjak 65 tahun, Ibn Firnas merancang dan membuat sebuah alat terbang yang mampu membawa penumpang. Ia lantas mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.

Sebelum melakukan uji coba terbang, Ibn Firnas sempat mengucapkan salam perpisahan, mengantisipasi jika penerbangannya gagal. “Saat ini, saya akan mengucapkan selamat tinggal. Saya akan bergerak dengan mengepakkan sayap, yang seharusnya membuat saya terbang seperti burung. Jika semua berjalan dengan baik, saya bisa kembali dengan selamat,” katanya.

Penerbangan itu sukses. Ibn Firnas mampu terbang selama 10 menit. Sayang, cara meluncurnya tidak tepat sehingga melakukan pendaratan yang fatal. Ibn Firnas terempas ke tanah bersama “pesawatnya” dan mengalami patah tulang pada bagian punggung. Kecelakaan itu terjadi karena dia lupa untuk menambahkan ekor pada alat buatannya.

Ibn Firnas tidak memperhitungkan pentingnya ekor sebagai bagian yang digunakan untuk memperlambat kecepatan saat melakukan pendaratan sebagaimana layaknya burung ketika menggunakan ekornya.

Abbas Ibn Firnas wafat pada tahun 888. Ia tidak bisa bertahan dari deraan sakit akibat cedera punggung yang diderita saat melakukan uji coba pesawat buatannya. Pengalaman terbang Ibn Firnas menjadi pelajaran bagi ilmuwan lain. Gagasannya terus dipelajari oleh ilmuwan-ilmuwan lain setelahnya.

Abbas bukan hanya penemu pesawat terbang pertama. Ia juga dikenal sebagai ilmuwan serba bisa yang menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Ia mempelajari halilintar dan kilat, membuat tabel astronomi, dan menciptakan gelas berwarna. Bahkan, Ibn Firnas menemukan jam air yang disebut Al-Maqata.

Di bidang astronomi, Ia juga mengembangkan peraga rantai cincin yang digunakan untuk menjelaskan pola pergerakan planet-planet dan bintang-bintang. Atas kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan, beberapa negara bahkan memberikan penghormatan khusus. Pemerintah Libya mengeluarkan prangko bergambar Abbas Ibn Firnas untuk mengenangnya.

Irak juga membangun patung sang penerbang pertama itu di sekitar lapangan terbang internasionalnya serta mengabadikan namanya sebagai nama bandara di utara Baghdad. Baru-baru ini namanya dipakai sebagai nama jembatan di kota asalnya, Cordoba. Nama Armen Firman sendiri menjadi nama salah satu kawah di bulan.

(Kompas.com/Researchgate, Muslim Memo, Forgotten Islamic History)

Tahukah Anda Right To Know Day, Hari Hak Untuk Tahu Sedunia dirayakan Setiap Tanggal 28 September

Standar

Tahukan anda bahwa setiap tanggal 28 September, seluruh masyarakat dunia memperingatinya sebagai Hari Hak untuk Tahu Sedunia (The International Right To Know Day) atau biasa disingkat Right To Know Day (RTKD).  Gagasan dari perayaan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mereka memiliki hak dan kebebasan dalam mengakses informasi publik. Indonesia pun, sejalan dengan asas demokrasinya, turut mendukung hak publik ini.

rtkd

RTKD merupakan momentum bagi badan publik, membuka diri dengan menjalankan kewajiban untuk memberikan informasi publik. Bagi masyarakat, peringatan itu menjadi kesempatan baik menggunakan hak untuk mengetahui informasi dari badan publik yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup.

Memperoleh informasi dijamin oleh konstitusi, sesuai dengan Pasal 28F dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur hak setiap orang untuk memperoleh dan menyampaikan informasi. Karena itu, Hak atas informasi yang terbuka menjadi pembuka jalan bagi terjaminnya pelaksanaan hak-hak asasi lainnya, seperti hak atas pendidikan, hak untuk hidup sejahtera, hak untuk hidup aman, dan hak warga negara lainnya. Melalui pemenuhan hak itu, diharapkan akan dapat memastikan peningkatan kualitas hidup warga negara.

Sembilan Nilai Peringatan Hari Hak Untuk Tahu

RTKD diperingati lebih dari 60 negara demokrasi di dunia. RTKD pertama kali dideklarasikan di Sofia, Bulgaria, pada 28 September 2002. Di Indonesia, Hari Hak untuk Tahu Sedunia mulai diperingati sejak 2011.

Sejak tahun 2002, peringatan RTKD berkembang dan lebih variatif. Kini lebih dari 60 LSM dan Komisi Informasi di lebih dari 40 negara di dunia merayakannya. Dengan peringatan Hari Hak untuk Tahu,  setidaknya ada 9 nilai yang selalu disosialisasikan:

I. Akses informasi merupakan hak setiap orang;
II. Informasi yang dirahasiakan adalah pengecualian;
III. Hak untuk tahu diaplikasikan di semua lembaga publik;
IV.  Permohonan informasi dibuat sederhana, cepat dan gratis;
V.  Pejabat pemerintah bertugas membantu pemohon informasi;
VI. Setiap penolakan atas permohonan informasi harus berdasarkan alasan yang benar;
VII. Kepentingan publik bisa menjadi preseden untuk membuka informasi rahasia, setiap orang memiliki hak untuk mengajukan keberatan atas putusan penolakan;
VIII. Badan publik harus mempublikasikan secara proaktif informasi tentang tugas pokok mereka;
IX. Hak atas akses informasi ini harus dijamin oleh sebuah badan independen, di Indonesia melalui Komisi Informasi.

Sejarah keterbukaan informasi publik di Indonesia  dimulai dari reformasi politik 1998.  Ketika itu seluruh elemen masyarakat menuntut pemerintah lebih transparan dan melibatkan warga dalam pengambilan kebijakan, perencanaan dan pengawasan pembangunan.

Melalui keterbukaan informasi dalam setiap aspek penyelenggaraan negara akan mampu mendorong partisipasi rakyat dalam pembangunan. Hanya dengan pemerintahan yang terbuka maka akan terbangun legitimasi dan kepercayaan publik.

Hari Hak untuk Tahu merupakan salah satu petanda penting untuk memicu kesadaran kolektif dan global mengenai hak setiap individu dalam mengakses informasi pemerintahan.

(sumber: kemdikbud.go.id/ainamulyana.blogspot.com)

Mengenal Al-Zahrawi, Bapak Ilmu Bedah Modern

Standar

Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern itu bernama Al-Zahrawi (936 M-1013 M). Orang barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia barat. “Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,” ujar Dr. Campbell dalam History of Arab Medicine.

Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Di kota Cordoba inilah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat, serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga wafatnya.

220px-Albucasis

Biografi dan Profil Al-Zahrawi

Kisah masa kecilnya tak banyak terungkap. Sebab, tanah kelahirannya Al-Zahra dijarah dan dihancurkan. Sosok dan kiprah Al-Zahrawi baru terungkap ke permukaan, setelah ilmuwan Andalusia Abu Muhammad bin Hazm (993M-1064M) menempatkannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol. Sejarah hidup alias biografinya baru muncul dalam Al-Humaydi’s Jadhwat al Muqtabis yang baru rampung setelah enam dasa warsa kematiannya.

Al-Zahrawi mendedikasikan separuh abad masa hidupnya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter istana pada era kekhalifahan Al-Hakam II di Andalusia. Berbeda dengan ilmuwan muslim kebanyakan, Al-Zahrawi tak terlalu banyak melakukan perjalanan. Ia lebih banyak mendedikasikan hidupnya untuk merawat korban kecelakaan serta korban perang.

Para dokter di zamannya mengakui bahwa Al-Zahrawi adalah seorang dokter yang jenius terutama di bidang bedah. Jasanya dalam mengembangkan ilmu kedokteran sungguh sangat besar. Al-Zahrawi meninggalkan sebuah ‘harta karun’ yang tak ternilai harganya bagi ilmu kedokteran yakni berupa kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-talil — sebuah ensiklopedia kedokteran. Kitab yang dijadikan materi sekolah kedokteran di Eropa itu terdiri dari 30 volume.

Dalam kitab yang diwariskannya bagi peradaban dunia itu, Al-Zahrawi secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedic, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia juga mengupas tentang kosmetika. Al-Zahrawi pun ternyata begitu berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika seperti deodorant, hand lotion, pewarna rambut yang berkembang hingga kini merupakan hasil pengembangan dari karya Al-Zahrawi.

Popularitas Al-Zahrawi sebagai dokter bedah yang andal menyebar hingga ke seantero Eropa. Tak heran, bila kemudian pasien dan anak muda yang ingin belajar ilmu kedokteran dari Abulcasis berdatangan dari berbagai penjuru Eropa. Menurut Will Durant, pada masa itu Cordoba menjadi tempat favorit bagi orang-orang Eropa yang ingin menjalani operasi bedah. Di puncak kejayaannya, Cordoba memiliki tak kurang dari 50 rumah sakit yang memberikan pelayanan prima.

Sebagai seorang guru ilmu kedokteran, Al-Zahrawi begitu mencintai murid-muridnya. Dalam Al-Tasrif, dia mengungkapkan kepedulian terhadap kesejahteraan siswanya. Al-Zahrawi pun mengingatkan kepada para muridnya tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pasien. Menurut Al-Zahrawi, seorang dokter yang baik haruslah melayani pasiennya sebaik mungkin tanpa membedakan status sosialnya.

Dalam menjalankan praktik kedokterannya, Al-Zahrawi menanamkan pentingnya observasi tertutup dalam kasus-kasus individual. Hal itu dilakukan untuk tercapainya diagnosis yang akurat serta kemungkinan pelayanan yang terbaik. Al-Zahrawi pun selalu mengingatkan agar para dokter berpegang pada norma dan kode etik kedokteran, yakni tak menggunakan profesi dokter hanya untuk meraup keuntungan materi.

Menurut Al-Zahrawi profesi dokter bedah tak bisa dilakukan sembarang orang. Pada masa itu, dia kerap mengingatkan agar masyarakat tak melakukan operasi bedah kepada dokter atau dukun yang mengaku-ngaku memiliki keahlian operasi bedah. Hanya dokter yang memiliki keahlian dan bersertifikat saja yang boleh melakukan operasi bedah. Mungkin karena itulah di era modern ini muncul istilah dokter spesialis bedah (surgeon).

Kehebatan dan profesionalitas Al-Zahrawi sebagai seorang ahli bedah diakui para dokter di Eropa. “Tak diragukan lagi, Al-Zahrawi adalah kepala dari seluruh ahli bedah.” Ucap Pietro Argallata. Kitab Al-Tasrif yang ditulisnya lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard of Cremona pada abad ke-12 M. Kitab itu juga dilengkapi dengan ilustrasi. Kitab itu menjadi rujukan dan buku resmi sekolah kedokteran dan para dokter serta ahli bedah Eropa selama lima abad lamanya pada periode abad pertengahan.

Sosok dan pemikiran Al-Zahrawi begitu dikagumi para dokter serta mahasiswa kedokteran di Eropa. Pada abad ke-14, seorang ahli bedah Perancis bernama Guy de Chauliac mengutip Al-Tasrif hampir lebih dari 200 kali. Kitab Al-Tasrif terus menjadi pegangan para dokter di Eropa hingga terciptanya era Renaissance. Hingga abad ke-16, ahli bedah berkebangsaan Prancis, Jaques Delechamps (1513M-1588M) masih menjadikan Al-Tasrif sebagai rujukan.

Al-Zahrawi tutup usia di kota Cordoba pada tahun 1013M—dua tahun setelah tanah kelahirannya dijarah dan dihancurkan. Meski Cordoba kini bukan lagi menjadi kota bagi umat Islam, namun namanya masih diabadikan menjadi nama jalan kehormatan yakni ‘Calle Albucasis’. Di jalan itu terdapat rumah nomor 6 – yakni rumah tempat Al-Zahrawi pernah tinggal. Kini rumah itu menjadi cagar budaya yang dilindungi Badan Kepariwisataan Spanyol.

Sang penemu puluhan alat bedah modern

Selama separuh abad mendedikasikan dirinya untuk pengembangan ilmu kedokteran khususnya bedah, Al-Zahrawi telah menemukan puluhan alat bedah modern. Dalam kitab Al-Tasrif, ‘bapak ilmu bedah’ itu memperkenalkan lebih dari 200 alat bedah yang dimilikinya. Di antara ratusan koleksi alat bedah yang dipunyainya, ternyata banyak peralatan yang tak pernah digunakan ahli bedah sebelumnya.

Menurut catatan, selama karirnya Al-Zahrawi telah menemukan 26 peralatan bedah. Salah satu alat bedah yang ditemukan dan digunakan Al-Zahrawi adalah catgut. Alat yang digunakan untuk menjahit bagian dalam itu hingga kini masih digunakan ilmu bedah modern. Selain itu, juga menemukan forceps untuk mengangkat janin yang meninggal. Alat itu digambarkan dalam kitab Al-tasrif.

Dalam Al-Tasrif, Al-Zahrawi juga memperkenalkan penggunaan ligature (benang pengikat luka) untuk mengontrol pendarahan arteri. Jarum bedah ternyata juga ditemukan dan dipaparkan secara jelas dalam Al-Tasrif. Selain itu, Al-Zahrawi juga memperkenalkan sederet alat bedah lain hasil penemuannya.

Peralatan penting untuk bedah yang ditemukannya itu antara lain, pisau bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan specula. Tak cuma itu, Al-Zahrawi juga menemukan peralatan bedah yang digunakan untuk memeriksa dalam uretra, alat untuk memindahkan benda asing dari tenggorokan serta alat untuk memeriksa telinga. Kontribusi Al-Zahrawi bagi dunia kedokteran khususnya bedah hingga kini tetap dikenang dunia.

Source : BiografiKu.com

Peristiwa Langka di Dunia. Gelombang Bono, Gelombang Surfing Sungai Indonesia yang Fenomenal

Standar

Jika selama ini kita menganggap bahwa olah raga surfing hanya bisa dilakukan di atas ombak laut, maka ombak sungai yang satu ini merupakan pengecualian.  Adalah Sungai Kampar di Riau yang memenuhi kriteria sebagai tempat yang layak untuk dijadikan salah satu destinasi para peselancar dunia.

Dengan tinggi ombak mencapai 6 meter yang memanjang hingga ratusan meter, ombak sungai yang dikenal sebagai Gelombang Bono ini menjadi sangat terkenal dan mendunia sebab hanya peselancar profesional saja yang mampu menaklukkannya.

bono1

Secara ilmiah, gelombang bono merupakan salah satu peristiwa alam yang langka dan jarang terjadi. Gelombang Bono terjadi akibat bertemunya arus pasang air laut dengan muara sungai yang lebar. Ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya, terciptalah ombak sungai sangat menantang yang ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar.

Tercatat gelombang Bono dapat memanjang hingga 300 meter, dengan ombak yang terbentuk sampai setinggi 6 meter dan kecepatannya 40 km per jam. Belum lagi, suara dari hempasan gelombangnya akan bikin merinding.

Gelombang menantang ini bergerak dari arah muara menuju hulu sungai atau diawali dari Pulau Muda sampai dengan Teluk Binjai di Sungai Kampar.

bono2

Warga lokal Riau percaya, Bono yang ada di Sungai Kampar adalah Bono Jantan, sedangkan Bono Betinanya ada di Sungai Rokan, Bagansiapi-api. Jumlah Bononya ada 7 ekor, makanya gelombang Bono di sini sering disebut juga sebagai gelombang tujuh hantu.

Waktu terjadinya pun hanya saat tertentu saja. Biasanya saat bulan purnama yang terjadi setiap tanggal 10-20 dalam perhitungan bulan Melayu (Arab) atau pada kisaran bulan Agustus-Desember penanggalan Masehi.

Gelombang Bono pun sudah menjadi atraksi wisata yang paling terkenal di Indonesia. Gelombang ini jadi tempat bermainnya para peselancar dunia. Dibutuhkan nyali dan skill yang tinggi, karena surfing di sana tidak semudah surfing di laut.

Karena air sungai, papan surfing akan lebih sulit digerakan. Gelombang yang melesat dengan kekuatan yang besar, membuat papan surfing mudah terhentak. Maka dari itu — sekali lagi, hanyalah peselancar profesional yang diizinkan bermain di sana.

Sungai Kampar, sebagai ‘rumah’ Gelombang Bono berlokasi di Teluk Meranti, Kabupaten Palalawan, Riau. Dari Kota Pekanbaru, dibutuhkan perjalanan sekitar 6-7 jam untuk tiba di sana. Di Desa Meranti sendiri, sudah banyak homestay bagi yang mau bermalam.

source : dari berbagai sumber