Category Archives: dream indonesia

Tahukah Anda Right To Know Day, Hari Hak Untuk Tahu Sedunia dirayakan Setiap Tanggal 28 September

Standar

Tahukan anda bahwa setiap tanggal 28 September, seluruh masyarakat dunia memperingatinya sebagai Hari Hak untuk Tahu Sedunia (The International Right To Know Day) atau biasa disingkat Right To Know Day (RTKD).  Gagasan dari perayaan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mereka memiliki hak dan kebebasan dalam mengakses informasi publik. Indonesia pun, sejalan dengan asas demokrasinya, turut mendukung hak publik ini.

rtkd

RTKD merupakan momentum bagi badan publik, membuka diri dengan menjalankan kewajiban untuk memberikan informasi publik. Bagi masyarakat, peringatan itu menjadi kesempatan baik menggunakan hak untuk mengetahui informasi dari badan publik yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup.

Memperoleh informasi dijamin oleh konstitusi, sesuai dengan Pasal 28F dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur hak setiap orang untuk memperoleh dan menyampaikan informasi. Karena itu, Hak atas informasi yang terbuka menjadi pembuka jalan bagi terjaminnya pelaksanaan hak-hak asasi lainnya, seperti hak atas pendidikan, hak untuk hidup sejahtera, hak untuk hidup aman, dan hak warga negara lainnya. Melalui pemenuhan hak itu, diharapkan akan dapat memastikan peningkatan kualitas hidup warga negara.

Sembilan Nilai Peringatan Hari Hak Untuk Tahu

RTKD diperingati lebih dari 60 negara demokrasi di dunia. RTKD pertama kali dideklarasikan di Sofia, Bulgaria, pada 28 September 2002. Di Indonesia, Hari Hak untuk Tahu Sedunia mulai diperingati sejak 2011.

Sejak tahun 2002, peringatan RTKD berkembang dan lebih variatif. Kini lebih dari 60 LSM dan Komisi Informasi di lebih dari 40 negara di dunia merayakannya. Dengan peringatan Hari Hak untuk Tahu,  setidaknya ada 9 nilai yang selalu disosialisasikan:

I. Akses informasi merupakan hak setiap orang;
II. Informasi yang dirahasiakan adalah pengecualian;
III. Hak untuk tahu diaplikasikan di semua lembaga publik;
IV.  Permohonan informasi dibuat sederhana, cepat dan gratis;
V.  Pejabat pemerintah bertugas membantu pemohon informasi;
VI. Setiap penolakan atas permohonan informasi harus berdasarkan alasan yang benar;
VII. Kepentingan publik bisa menjadi preseden untuk membuka informasi rahasia, setiap orang memiliki hak untuk mengajukan keberatan atas putusan penolakan;
VIII. Badan publik harus mempublikasikan secara proaktif informasi tentang tugas pokok mereka;
IX. Hak atas akses informasi ini harus dijamin oleh sebuah badan independen, di Indonesia melalui Komisi Informasi.

Sejarah keterbukaan informasi publik di Indonesia  dimulai dari reformasi politik 1998.  Ketika itu seluruh elemen masyarakat menuntut pemerintah lebih transparan dan melibatkan warga dalam pengambilan kebijakan, perencanaan dan pengawasan pembangunan.

Melalui keterbukaan informasi dalam setiap aspek penyelenggaraan negara akan mampu mendorong partisipasi rakyat dalam pembangunan. Hanya dengan pemerintahan yang terbuka maka akan terbangun legitimasi dan kepercayaan publik.

Hari Hak untuk Tahu merupakan salah satu petanda penting untuk memicu kesadaran kolektif dan global mengenai hak setiap individu dalam mengakses informasi pemerintahan.

(sumber: kemdikbud.go.id/ainamulyana.blogspot.com)

Iklan

Mengenal Al-Zahrawi, Bapak Ilmu Bedah Modern

Standar

Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern itu bernama Al-Zahrawi (936 M-1013 M). Orang barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia barat. “Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,” ujar Dr. Campbell dalam History of Arab Medicine.

Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Di kota Cordoba inilah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat, serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga wafatnya.

220px-Albucasis

Biografi dan Profil Al-Zahrawi

Kisah masa kecilnya tak banyak terungkap. Sebab, tanah kelahirannya Al-Zahra dijarah dan dihancurkan. Sosok dan kiprah Al-Zahrawi baru terungkap ke permukaan, setelah ilmuwan Andalusia Abu Muhammad bin Hazm (993M-1064M) menempatkannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol. Sejarah hidup alias biografinya baru muncul dalam Al-Humaydi’s Jadhwat al Muqtabis yang baru rampung setelah enam dasa warsa kematiannya.

Al-Zahrawi mendedikasikan separuh abad masa hidupnya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter istana pada era kekhalifahan Al-Hakam II di Andalusia. Berbeda dengan ilmuwan muslim kebanyakan, Al-Zahrawi tak terlalu banyak melakukan perjalanan. Ia lebih banyak mendedikasikan hidupnya untuk merawat korban kecelakaan serta korban perang.

Para dokter di zamannya mengakui bahwa Al-Zahrawi adalah seorang dokter yang jenius terutama di bidang bedah. Jasanya dalam mengembangkan ilmu kedokteran sungguh sangat besar. Al-Zahrawi meninggalkan sebuah ‘harta karun’ yang tak ternilai harganya bagi ilmu kedokteran yakni berupa kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-talil — sebuah ensiklopedia kedokteran. Kitab yang dijadikan materi sekolah kedokteran di Eropa itu terdiri dari 30 volume.

Dalam kitab yang diwariskannya bagi peradaban dunia itu, Al-Zahrawi secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedic, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia juga mengupas tentang kosmetika. Al-Zahrawi pun ternyata begitu berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika seperti deodorant, hand lotion, pewarna rambut yang berkembang hingga kini merupakan hasil pengembangan dari karya Al-Zahrawi.

Popularitas Al-Zahrawi sebagai dokter bedah yang andal menyebar hingga ke seantero Eropa. Tak heran, bila kemudian pasien dan anak muda yang ingin belajar ilmu kedokteran dari Abulcasis berdatangan dari berbagai penjuru Eropa. Menurut Will Durant, pada masa itu Cordoba menjadi tempat favorit bagi orang-orang Eropa yang ingin menjalani operasi bedah. Di puncak kejayaannya, Cordoba memiliki tak kurang dari 50 rumah sakit yang memberikan pelayanan prima.

Sebagai seorang guru ilmu kedokteran, Al-Zahrawi begitu mencintai murid-muridnya. Dalam Al-Tasrif, dia mengungkapkan kepedulian terhadap kesejahteraan siswanya. Al-Zahrawi pun mengingatkan kepada para muridnya tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pasien. Menurut Al-Zahrawi, seorang dokter yang baik haruslah melayani pasiennya sebaik mungkin tanpa membedakan status sosialnya.

Dalam menjalankan praktik kedokterannya, Al-Zahrawi menanamkan pentingnya observasi tertutup dalam kasus-kasus individual. Hal itu dilakukan untuk tercapainya diagnosis yang akurat serta kemungkinan pelayanan yang terbaik. Al-Zahrawi pun selalu mengingatkan agar para dokter berpegang pada norma dan kode etik kedokteran, yakni tak menggunakan profesi dokter hanya untuk meraup keuntungan materi.

Menurut Al-Zahrawi profesi dokter bedah tak bisa dilakukan sembarang orang. Pada masa itu, dia kerap mengingatkan agar masyarakat tak melakukan operasi bedah kepada dokter atau dukun yang mengaku-ngaku memiliki keahlian operasi bedah. Hanya dokter yang memiliki keahlian dan bersertifikat saja yang boleh melakukan operasi bedah. Mungkin karena itulah di era modern ini muncul istilah dokter spesialis bedah (surgeon).

Kehebatan dan profesionalitas Al-Zahrawi sebagai seorang ahli bedah diakui para dokter di Eropa. “Tak diragukan lagi, Al-Zahrawi adalah kepala dari seluruh ahli bedah.” Ucap Pietro Argallata. Kitab Al-Tasrif yang ditulisnya lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard of Cremona pada abad ke-12 M. Kitab itu juga dilengkapi dengan ilustrasi. Kitab itu menjadi rujukan dan buku resmi sekolah kedokteran dan para dokter serta ahli bedah Eropa selama lima abad lamanya pada periode abad pertengahan.

Sosok dan pemikiran Al-Zahrawi begitu dikagumi para dokter serta mahasiswa kedokteran di Eropa. Pada abad ke-14, seorang ahli bedah Perancis bernama Guy de Chauliac mengutip Al-Tasrif hampir lebih dari 200 kali. Kitab Al-Tasrif terus menjadi pegangan para dokter di Eropa hingga terciptanya era Renaissance. Hingga abad ke-16, ahli bedah berkebangsaan Prancis, Jaques Delechamps (1513M-1588M) masih menjadikan Al-Tasrif sebagai rujukan.

Al-Zahrawi tutup usia di kota Cordoba pada tahun 1013M—dua tahun setelah tanah kelahirannya dijarah dan dihancurkan. Meski Cordoba kini bukan lagi menjadi kota bagi umat Islam, namun namanya masih diabadikan menjadi nama jalan kehormatan yakni ‘Calle Albucasis’. Di jalan itu terdapat rumah nomor 6 – yakni rumah tempat Al-Zahrawi pernah tinggal. Kini rumah itu menjadi cagar budaya yang dilindungi Badan Kepariwisataan Spanyol.

Sang penemu puluhan alat bedah modern

Selama separuh abad mendedikasikan dirinya untuk pengembangan ilmu kedokteran khususnya bedah, Al-Zahrawi telah menemukan puluhan alat bedah modern. Dalam kitab Al-Tasrif, ‘bapak ilmu bedah’ itu memperkenalkan lebih dari 200 alat bedah yang dimilikinya. Di antara ratusan koleksi alat bedah yang dipunyainya, ternyata banyak peralatan yang tak pernah digunakan ahli bedah sebelumnya.

Menurut catatan, selama karirnya Al-Zahrawi telah menemukan 26 peralatan bedah. Salah satu alat bedah yang ditemukan dan digunakan Al-Zahrawi adalah catgut. Alat yang digunakan untuk menjahit bagian dalam itu hingga kini masih digunakan ilmu bedah modern. Selain itu, juga menemukan forceps untuk mengangkat janin yang meninggal. Alat itu digambarkan dalam kitab Al-tasrif.

Dalam Al-Tasrif, Al-Zahrawi juga memperkenalkan penggunaan ligature (benang pengikat luka) untuk mengontrol pendarahan arteri. Jarum bedah ternyata juga ditemukan dan dipaparkan secara jelas dalam Al-Tasrif. Selain itu, Al-Zahrawi juga memperkenalkan sederet alat bedah lain hasil penemuannya.

Peralatan penting untuk bedah yang ditemukannya itu antara lain, pisau bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan specula. Tak cuma itu, Al-Zahrawi juga menemukan peralatan bedah yang digunakan untuk memeriksa dalam uretra, alat untuk memindahkan benda asing dari tenggorokan serta alat untuk memeriksa telinga. Kontribusi Al-Zahrawi bagi dunia kedokteran khususnya bedah hingga kini tetap dikenang dunia.

Source : BiografiKu.com

Peristiwa Langka di Dunia. Gelombang Bono, Gelombang Surfing Sungai Indonesia yang Fenomenal

Standar

Jika selama ini kita menganggap bahwa olah raga surfing hanya bisa dilakukan di atas ombak laut, maka ombak sungai yang satu ini merupakan pengecualian.  Adalah Sungai Kampar di Riau yang memenuhi kriteria sebagai tempat yang layak untuk dijadikan salah satu destinasi para peselancar dunia.

Dengan tinggi ombak mencapai 6 meter yang memanjang hingga ratusan meter, ombak sungai yang dikenal sebagai Gelombang Bono ini menjadi sangat terkenal dan mendunia sebab hanya peselancar profesional saja yang mampu menaklukkannya.

bono1

Secara ilmiah, gelombang bono merupakan salah satu peristiwa alam yang langka dan jarang terjadi. Gelombang Bono terjadi akibat bertemunya arus pasang air laut dengan muara sungai yang lebar. Ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya, terciptalah ombak sungai sangat menantang yang ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar.

Tercatat gelombang Bono dapat memanjang hingga 300 meter, dengan ombak yang terbentuk sampai setinggi 6 meter dan kecepatannya 40 km per jam. Belum lagi, suara dari hempasan gelombangnya akan bikin merinding.

Gelombang menantang ini bergerak dari arah muara menuju hulu sungai atau diawali dari Pulau Muda sampai dengan Teluk Binjai di Sungai Kampar.

bono2

Warga lokal Riau percaya, Bono yang ada di Sungai Kampar adalah Bono Jantan, sedangkan Bono Betinanya ada di Sungai Rokan, Bagansiapi-api. Jumlah Bononya ada 7 ekor, makanya gelombang Bono di sini sering disebut juga sebagai gelombang tujuh hantu.

Waktu terjadinya pun hanya saat tertentu saja. Biasanya saat bulan purnama yang terjadi setiap tanggal 10-20 dalam perhitungan bulan Melayu (Arab) atau pada kisaran bulan Agustus-Desember penanggalan Masehi.

Gelombang Bono pun sudah menjadi atraksi wisata yang paling terkenal di Indonesia. Gelombang ini jadi tempat bermainnya para peselancar dunia. Dibutuhkan nyali dan skill yang tinggi, karena surfing di sana tidak semudah surfing di laut.

Karena air sungai, papan surfing akan lebih sulit digerakan. Gelombang yang melesat dengan kekuatan yang besar, membuat papan surfing mudah terhentak. Maka dari itu — sekali lagi, hanyalah peselancar profesional yang diizinkan bermain di sana.

Sungai Kampar, sebagai ‘rumah’ Gelombang Bono berlokasi di Teluk Meranti, Kabupaten Palalawan, Riau. Dari Kota Pekanbaru, dibutuhkan perjalanan sekitar 6-7 jam untuk tiba di sana. Di Desa Meranti sendiri, sudah banyak homestay bagi yang mau bermalam.

source : dari berbagai sumber

Mantap! N-219 Pesawat Terbang 100% Buatan Indonesia ini Sukses Mengudara di Terbangkan oleh Pilot Wanita

Standar

17 Januari 2016 silam Dream Indonesia sudah pernah mengulas tentang pesawat N-219 yangn merupakan pesawat made in Indonesia 100% asli. Baca : Inilah N-219 Pesawat Terbang 100% Made in Indonesia. Dan tepat tanggal 16 Agustus 2017 menjadi hari yang bersejarah bagi industri penerbangan di Indonesia dan seakan menjadi hadiah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, N-219 sukses mengudara saat uji terbang untuk pertama kalinya di Bandung, Jawa Barat.  Hebatnya lagi, yang menjadi test pilot adalah seorang wanita yaitu  Kapten penerbang Captain Esther Gayatri Saleh sebagai pilot utama dalam uji terbang pesawat didampingi kopilot Kapten penerbang Adi Budi Atmoko.

n219 ujicoba

Tentunya, prestasi anak bangsa ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pesawat yang selama ini impor. Untuk diketahui, N 219 ini merupakan produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) yang didesain dan dibiayai oleh perusahaan Ilham Habibie, yang merupakan putra dari BJ Habibie.

Lalu, seperti apa spesifikasi N 219 ini ? Seperti yang dilansir oleh Surabayapost.net, N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil.

Fitur utama fungsi ialah angkut penumpang dan kargo (multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang) dengan kapasitas 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar). Kinerja lepas landas dan mendarat jarak pendek/STOL (600 m).

Biaya operasionalnya rendah dan mesin 2 x 850 shp. Begitu pula kinerja kecepatan jelajah maksimum 395 km / jam (213 KTS), kecepatan jelajah ekonomis 352 km / jam (190 KTS).

Rata-rata feri maksimum 1580 Nm, jarak lepas landas (halangan 35 kaki) 465 m, ISA, SL jarak mendarat (halangan 50 kaki) 510 m, ISA, SL kecepatan jatuh (stall) 73 KTS.

Berat lepas landas maksimum (MTOW) 7270 kg (16,000 lbs), dengan muatan maksimum 2500 kg (5511 lb) dan tingkat panjat 2300 kaki/menit (semua mesin operasi) jarak 600 Nm.

Dari sisi harga dibandingkan pesawat sejenis yaitu Twin otter keluaran terbaru harganya sekitar US$ 8 juta, sedangkan N-219 harganya jauh lebih murah yaitu US$ 5 juta dan pesawat ini lebih bagus, performance-nya ini lebih unggul, dari tenaganya, teknologinya. Dengan kapasitas yang lebih banyak dan jumlah kapasitas kargo lebih besar.

Dengan keunggulan tersebut tak heran N-219 saat ini sudah kebanjiran pemesanan. Para pemesan diantaranya Maskapai Lion Air sebanyak 100 unit, Nusantara Buana Air sebanyak 30 unit, Pemda Papua dan Papua Barat sebanyak 15 unit, Pemda Aceh sebanyak 6 unit, Pemda Sulawesi sebanyak 6 unit, Pemda Riau sebanyak 4 unit, Thailand (Nomad) pengawas pantai sebanyak sebanyak 18 unit dan cadangan sebanyak 2 unit. TNI AL (Nomad) 1 skuadron sebanyak 9-15 pesawat. Mantap!

 

Jempol! Dua Dosen Untan ini Temukan Obat Diabetes dan Anti Radang dari Hutan Kalimantan

Standar

Jempol! Dua dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) meneliti 15 tanaman obat dari Kalimantan Barat sebagai obat anti diabetes, dan anti radang pada sel epitel sebagai obat anti bakteri.

Kedua dosen Kehutanan yang baru lulus S3 ini adalah Dr. Fathul Yusro, S.Hut, M.Si. dan Dr. Yeni Mariani, S.Hut, M.Sc. Keduanya dinyatakan lulus ujian Program Doktor Kuroshio Science di Kochi University Jepang 23 Juli 2017 seperti yang dirilis oleh laman thetanjungpuratimes.com (25/7).

peneliti untan

Turut hadir dalam ujian tersebut Dekan Fakultas Kehutanan Dr. Gusti Hardiansyah, dan Wakil Dekan 1 Dr. Farah Diba serta hadir pula Rektor universitas Tanjungpura Prof. Dr. Thamrin Usman.

Penelitian Dr. Fathul Yusro berjudul “Evaluation of anti-diabetic effec and anti inflammatory effect on intestinal efithelial Cells of folk medicine in west Kalimantan”.

Seperti diberitakan bahwa tujuan penelitian adalah melakukan ekstraksi kulit kayu dan diuji sebagai anti diabetes, dan anti radang pada sel epitel di usus manusia. 15 tanaman itu hanya bagian dari kulit kayu yang digunakan. Bahan tersebut berasal dari  Putussibau Utara di Kabupaten Kapuas Hulu dan Meliau di Kabupaten Sanggau.  “15 tanaman obat ini berasal dari Kalimantan khususnya Kalimantan Barat. Kita hanya gunakan kulitnya saja” kata Fathul Yusro.

Dijelaskan Fathul Yusro kulit kayu diekstrak dengan metanol, pengujian anti diabetes dengan media uji tikus yaitu leptin receptor deficient db/db mouse.  Hasilnya 15 ekstrak kulit kayu memiliki aktivitas sebagai bahan anti diabetes. Ekstrak juga diujikan ke sel NIH3T3 dan C57BL/6J, hasilnya tanaman Parkia speciosa dan Durio dulcis  yang paling baik sebagai bahan anti diabetes dan anti radang pada sel epitel

Tidak jauh beda dengan penelitian yang dilakukan Yeni Mariani. Dirinya juga mengunakan 15 tumbuhan yang digunakan Fathul Yusro. Penelitian Dr. Yeni berkaitan dengan Evaluasi Efek anti radang dari tanaman obat Kalimantan Barat. Bahan diperoleh di Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang dari kampung suku Dayak Uud Danum.

Penelitian dengan judul “Evaluation of anti-inflammatory effects of folk medicine of west Kalimantan”.

Dijelaskan Yeni Mariani saat ujian penelitian bertujuan diantaranya untuk dokumentasi kearifan lokal dari suku Dayak Uud Danum dalam menggunakan tanaman obat dari hutan di sekitar desanya, kedua, Analisis toksisitas bahan dari ekstrak metanol tanaman yang biasa digunakan oleh suku Dayak Uud Danum untuk mengatasi sakit demam dan radang dan ketiga, Analysis sifat anti allergy dari ekstrak metanol tanaman yang digunakan suku Dayak Uud Danum.

Kedua dosen yang baru bergelar Doktor ini selain menggunakan tanaman yang sama dalam penelitiannya, mereka juga memiliki dosen pembimbing yang sama yaitu Dr. Akira Tominaga, Dr. Yushiaki Liguni, Dr. Sota Tanaka dan Dr. Motoki Higa.

15 tumbuhan Kalimantan barat yang digunakan Fathul Yusro dan Yeni Mariani yaitu Pentaspadon motleyi, Mangifera Foetida, Mangifera Pajang, Dracon tomelon dao, parkia intermedia, parkia timoriana, parkia dpeciosa, Parkia Sp, Durio Kutejensis,  Baccauera angulata, Baccauera Costulata, Garcinia Parvifolata, Dacryodes rostrata, Willunghbera angustifolia, dan Goniothalamus tapis.

source : thetanjungpuratimes.com

Idul Fitri, Bantu Perbaiki Artikel ini

Standar

Sebelum memulai tulisan ini ijinkan DreamIndonesia.com mengucapkan:

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin.

Artinya :
“Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.

Selamat Hari Raya Idulfitri  1438 H/ 2017 M

Berikut ini artikel yang disadap seperlunya dari wikipedia, dengan harapan sidang pembaca dapat mendukung penyempurnaan artikel sesuai dengan catatan dari wiki bahwa Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki dari sumber yang terpercaya.

Idul Fitri

Idulfitri atau juga ditulis dengan Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdul-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda.

Ibadah dan tradisi pada Idul Fitri

Pada tanggal 1 Syawal mulai berakhirnya puasa pada bulan Ramadan, kemudian merayakan Idul Fitri. Awal pagi hari selalu dilaksanakan Salat Idul Fitri (Salat Id), disunnahkan melaksanakan salat Id di tanah lapang atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar). Sebelum salat Id di lakukan imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat Id baru membayar zakatnya hukum nya sedekah biasa bukan zakat. Adapun hukum dari Salat Idul Fitri ini adalah sunnah mu’akkad. Di malam sebelum dan sesudah hari raya, umat muslim disunnahkan mengumandangkan takbir. Adapun kalimat takbir adalah sebagai berikut:

Arab Latin Terjemahan
الله أكبر الله أكبر الله أكبر Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
لا إله إلا الله la ilaha illa Allah Tidak ada Tuhan selain Allah
الله أكبر الله أكبر Allahu akbar, Allahu akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
ولله الحمد wa li-illahi al-hamd Segala puji hanya bagi Allah

Takbir mulai dikumandangkan setelah bulan Syawal dimulai. Selain menunaikan Salat Sunnah Idul Fitri, kaum muslimin juga harus membayar zakat fitrah sebanyak 2,5 kilogram bahan pangan pokok. Tujuan dari zakat fitrah sendiri adalah untuk memberi kebahagiaan pada kaum fakir miskin. Kemudian, Khutbah diberikan setelah Salat Idul Fitri berlangsung, dan dilanjutkan dengan do’a. itu, kaum muslimin di Indonesia memiliki tradisi saling bermaaf-maafan, terkadang beberapa orang akan berziarah mengunjungi kuburan.

Do’a atau ucapan pada Idul Fitri

Di Indonesia sering mengucapkan doa Minal ‘Aidin wal-Faizin, sebenarnya itu adalah tradisi masyarakat Asia Tenggara. Menurut sebagian besar ulama ucapan tersebut ditidaklah berdasar dari ucapan dari Nabi Muhammad. Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita di hari raya.

Adapun ucapan yang disunnahkan olehnya adalah Taqabbalallahu minna wa minkum (“Semoga Allah menerima amal kami dan kalian”) atau Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik (“Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu” dan semisalnya.”) dan semisalnya.

Idul Fitri di berbagai wilayah

Asia

Asia Tenggara

 Hidangan ketupat yang biasa disajikan dalam Hari Raya Idul Fitri

Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, di mana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, dan Malaysia. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan “halal bi-halal”, memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, Idul Fitri dikenal juga dengan sebutan Hari Raya Puasa, Hari Raya Aidilfitri atau Hari Raya Fitrah. Masyarakat di Malaysia dan Singapura turut merayakannya bersama masyarakat Muslim diseluruh dunia. Seperti di Indonesia, malam sebelum perayaan selalu diteriakkan takbir di masjid ataupun mushala, yang mengungkapkan kemenangan dan kebesaran Allah, tuhan umat Islam. Diperkampungan, biasanya banyak masyarakat yang menghidupkan pelita atau panjut, atau obor di Indonesia. Banyak bank, perkantoran swasta ataupun pemerintahan yang tutup selama perayaan Idul Fitri hingga akhir minggu perayaan. Masyarakat di sini biasanya saling mengucapkan “Selamat Hari Raya” atau “Salam Aidil Fitri” dan “Maaf zahir dan batin” sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama. Di Malaysia juga ada tradisi balik kampung, atau mudik di Indonesia. Di sini juga ada tradisi pemberian uang oleh para orang tua kepada anak-anak, yang dikenal dengan sebutan duit raya.

Umat Muslim adalah minoritas di Filipina, sehingga sebagian besar masyarakat tidak begitu familiar dengan perayaan ini. Namun, perayaan Idul Fitri sudah diatur sebagai hari libur nasional oleh pemerintah dalam Republic Act No. 9177 dan berlaku sejak 13 November 2002.

Asia Selatan

Di Bangladesh, India, dan Pakistan, malam sebelum Idul Fitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Orang-orang mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja, dengan keluarga dan anak-anak mereka. Para perempuan, terutama yang muda, seringkali satu sama lain mengecat tangan mereka dengan bahan tradisional henna dan serta memakai rantai yang warna-warni.

Cara yang paling populer di Asia Selatan selama perayaan Idul Fitri adalah dengan mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain. Anak-anak didorong untuk menyambut para orang tua. di dalam penyambutan ini, mereka juga berharap untuk memperoleh uang, yang disebut Eidi, dari para orang tua.

Di pagi Idul Fitri, setelah mandi dan bersih, setiap Muslim didorong untuk menggunakan pakaian baru, bila mereka bisa mengusahakannya. Sebagai alternatif, mereka boleh menggunakan pakaian yang bersih, yang telah dicuci. Orang tua dan anak laki-laki pergi ke masjid atau lapangan terbuka, tradisi ini disebut Eidgah, salat Id, berterimakasih kepada Allah karena diberi kesempatan beribadah di bulan Ramadan dengan penuh arti. Setiap Muslim diwajibkan untuk membayar Zakat Fitri atau Zakat Fitrah kepada fakir miskin, sehingga mereka dapat juga turut merayakan hari kemenangan ini.

Setelah salat, perkumpulan itu dibubarkan dansetiap Muslim saling bertamu dan menyambut satu sama lain termasuk anggota keluarga, anak-anak, orang tua, teman dan tetangga mereka.

Sebagian Muslim juga berziarah ke makam anggota keluarga mereka untuk berdoa bagi keselamatan almarhum. Biasanya, anak-anak mengunjungi sanak keluarga dan tetangga yang lebih tua untuk meminta maaf dan mengucapkan salam.

Setelah bertemu dengan teman dan sanak keluarganya, banyak orang yang pergi ke pesta-pesta, karnaval, dan perayaan khusus di taman-taman (dengan bertamasya, kembang api, mercon, dan lain-lain). Di Bangladesh, India, dan Pakistan, banyak dilakukan bazar, sebagai puncak Idul Fitri. Sebagian Muslim juga memanfaatkan perayaan ini untuk mendistribusikan zakat mal, zakat atas kekayaannya, kepada orang-orang miskin.

Dengan cara ini, umat Muslim di Asia Selatan merayakan Idul Fitri dalam suasana yang meriah, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, dan mengajak keluarga mereka, teman, dan para fakir miskin, sebagai rasa kebersamaan.

Arab Saudi

Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idul Fitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade, dan sebagainya. Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Tiongkok

Di Tiongkok, tepatnya di Xinjiang, perayaan lebaran justru tampak meriah. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Id, pesta makan dan bersilaturahim pun dilakukan.

Iran

Lebaran di Iran justru kurang semarak. Hal ini karena mayoritas umat Islam di sana adalah pengikut ajaran Syiah. Setelah salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, mereka cukup melanjutkannya dengan acara silaturahmi bersama keluarga dan ditutup dengan acara pemberian makanan dari keluarga kaya kepada yang kurang mampu.

Eropa

Di Eropa, perayaan Idul Fitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, Idul Fitri tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Kaum muslimin di Inggris harus mencari informasi tentang hari Idul Fitri. Biasanya, informasi ini didapat dari Islamic Centre terdekat atau dari milis Islam. Idul Fitri dirayakan secara sederhana di Inggris. Khotbah disampaikan oleh Imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Biasanya di satu area di mana terdapat banyak kaum Muslimin di sana, kantor-kantor dan beberapa sekolah di area tersebut akan memberikan satu hari libur untuk kaum muslimin. Untuk menentukan hari Idul Fitri sendiri, para ulama dan para ahli agama Islam sering mengadakan rukyat hisab untuk menentukan hari raya Idul Fitri.

Turki

Ucapan selamat Bayram tradisional, menyatakan “Mencintai dan Dicintai”, dalam bentuk lampu mahya di sepanjang minaret Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki. Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan “Bayramınız Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayramınız Mübarek Olsun”. Pada Idul Fitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.

Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, di mana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.

Amerika

Amerika Utara

Umat Muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idul Fitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Karena penetapan hari raya bergantung pada peninjauan bulan, seringkali banyak masyarakat tidak sadar bahwa hari berikutnya sudah Idul Fitri. Masyarakat menggunakan metode yang berbeda untuk menentukan penghujung Ramadan dan permulaan Syawal. Orang Amerika Utara yang berada di wilayah timur bisa jadi merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda dibanding mereka yang di wilayah barat. Pada umumnya, penghujung Ramadan diumumkan via surel, situs web, atau melalui sambungan telepon.

Umumnya, keluarga Muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim di sana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majlis yang paling dekat untuk salat. Salat itu bisa diadakan di masjid lokal, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal. Salat Idul Fitri sangat penting, dan umat Muslim didorong untuk salat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah salat, ada kutbah di mana imam memberikan nasihat bagi jamaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah salat dan kutbah, para jamaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idul Fitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.

Empire State Building di New York City, Amerika Serikat, memancarkan lampu-lampu berwarna hijau sebagai penghormatan terhadap hari raya Idul Fitri pada tanggal 12-14 Oktober 2007.

Idul Fitri dalam kalender Masehi

Dalam kalender Islam, penetapan hari Idul Fitri selalu sama setiap tahunnya, hal ini berbeda dalam kalender Masehi yang selalu berubah dari tahun ke tahun. Dalam kalender Islam penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender candra), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi mengelilingi matahari (kalender surya). Perbedaan inilah yang menyebabkan penetapan Idul Fitri selalu berubah di dalam kalender Masehi, yakni terjadi perubahan 11 hari lebih awal setiap tahunnya

Ekonomi

Hari Raya Idul Fitri biasanya merupakan stimulus ekonomi tahunan terbesar di berbagai negara Islam di dunia. Penjualan barang-barang meningkat tajam di berbagai area retail, dan pada musim Idul Fitri orang-orang membeli berbagai hadiah, dekorasi, dan persediaan Idul Fitri. Industri yang bergantung pada penjualan di musim Idul Fitri antara lain ketupat, kartu Idul Fitri, dan lain-lain.

Selain kegiatan ekonomi terbesar, Hari Idul Fitri di berbagai negara Islam merupakan hari paling sepi bagi dunia bisnis; hampir semua toko retail, institusi bisnis dan komersial tutup, dan hampir semua industri berhenti beroperasi.


Demikianlah, jika dirasakan artikel tersebut di atas masih perlu perbaikan dan penyempurnaan silahkan sidang pembaca langsung ke laman berikut : wikipedia

Kisah Luar Biasa Khamim, Pemuda Pekalongan yang Berjalan Kaki ke Mekah

Standar

Rukun Islam yang ke 5 adalah kewajiban umat muslim untuk beribadah haji atau berziarah ke baitullah Mekkah di bulan Zulhijjah, yaitu bulan terakhir dalam kalender Isam. Cukup sekali seumur hidup. Namun ada beberapa persyaratan haji yang disyaratkan yaitu Islam, berakal sehat, baligh, dan mampu.  Nah,  syarat mampu ini lebih ditujukan kepada kemampuan sesorang untuk membiayai perjalanan dan akomodasi ibadah haji yang nilainya tidak sedikit.  Sehingga banyak kaum muslimin yang belum mampu melaksanakan rukun ini.

Namun keputusan luar biasa diambil Mochammad Khamim Setiawan. Pria berusia 28 tahun ini bertekad bulat untuk memulai perjalanannya ke Mekah dengan berjalan kaki dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Hingga saat ini Khamim telah berjalan kaki hampir satu tahun lamanya dalam perjalannya menuju ke Mekkah. Khamim memiliki alasan kenapa harus berjalan kaki ribuan kilometer untuk menjalankan Rukun Islam kelima itu. Katanya, dalam Alquran disebutkan, berjalan adalah bentuk murni dalam ibadah haji. Menurutnya,  semua  manusia hanyalah tamu Tuhan di bumi, karena itu dengan ikhlas ia memulai perjalanannya.

Dilansir dari laman Khaleejtimes (19/5) media yang berkedudukan di Dubai ini  menayangkan tajuk “A year-long walk from Indonesia to Makkah”.  Diberitakan Khamim memulai perjalanannya lebih dari 9.000 km pada tanggal 28 Agustus 2016 lalu dengan berbekal beberapa kemeja, dua celana, dua sepatu, 12 pasang kaus kaki, beberapa pakaian dalam, kantong tidur dan tenda, obor portabel, ponsel cerdas dan GPS.

khamim

Semua barang bawaannya ia kemas dalam satu ransel yang dihiasi dengan bendera mini Indonesia, dan mengenakan baju yang berbunyi “I’m on my way to Mecca by foot” (Saya dalam perjalanan ke Mekah dengan berjalan kaki).

Saat memutuskan perjalanannya, Khamim menghindari semua hal yang berbau duniawi. Salah satunya meninggalkan bisnisnya di Indonesia. Sebagai informasi, Khamim memiliki gelar sarjana ekonomi dari Universitas Negeri Semarang dan memiliki perusahaan kontraktor yang cukup berkembang. Sehingga, ia hanya membawa beberapa lembar rupiah di sakunya.

Alasan yang mendasari perjalanannya semata adalah untuk menguji kekuatan fisik dan spiritualnya. Dan yang lebih penting lagi, untuk berbagi pesan harapan, toleransi dan harmoni.

“Saya percaya bahwa melakukan haji bukan hanya demonstrasi solidaritas dengan orang-orang Muslim,” kata Khamim dalam obrolan di Konsulat Indonesia di Dubai, beberapa waktu lalu.

Berjalan kaki ribuan kilometer, Khamim dengan caranya menunjukkan ketaatannya kepada Allah (SWT). Karena itu dalam perjalannya ia mempelajari Islam dari cendekiawan Muslim serta orang-orang dengan berbagai macam keyakinan yang ia temui di jalan, sekaligus mempelajari budaya mereka dan memahami toleransi.

“Saya juga melakukan jihad yang lebih besar, yang mendisiplinkan diri saya dan mengatasi perjuangan spiritual melawan dosa,” ujarnya.

Yang menarik, Khamim juga melakukan puasa setiap hari sepanjang perjalanannya dan dalam lima tahun terakhir, kecuali selama libur keagamaannya.

Sebelum perjalanannya, Khamim mengatakan  ia menghabiskan dua minggu di hutan Provinsi Banten di Indonesia untuk berlatih dan pengondisian fisik. Dia juga menghabiskan beberapa minggu di masjid untuk penguatan spiritual.

Karena berpuasa, Khamim hanya melakukan perjalanan di malam hari, mencakup setidaknya 50 km setiap hari saat dia dalam kondisi baik. Jika ia merasa lututnya lemah, ia hanya berjalan sejauh 10-15 km.

Sepanjang perjalanan, Khamim mengalami dua kali jatuh ketika ia berada di India dan Malaysia. Khamim hanya makan makanan halal dan tidak mengonsumsi suplemen makanan. Andalannya hanya madu dicampur dengan air untuk membangun kekebalan tubuhnya terhadap cuaca buruk.

Dia menuturkan tidak pernah bertemu dengan perampok di jalan, tapi setidaknya bertemu ular berbisa tiga kali di hutan Malaysia. “Tapi secara ajaib, sebelum mereka bahkan bisa menggigit saya, mereka tiba-tiba terjatuh dan mati,” ujarnya.

Sepanjang jalan Khamim tidak pernah berharap mendapatkan makanan gratis di jalan, namun ia mengaku sering bertemu dengan dermawan yang memberinya makanan dan bekal.

“Saya disambut di sebuah kuil Budha di Thailand, orang-orang desa di Myanmar memberi saya makan, saya belajar dan bertemu dengan ilmuwan Muslim dari berbagai negara di masjid Jamaah Tabligh di India; dan saya berteman dengan pasangan Kristen Irlandia yang mengendarai sepeda di Yangon,” kenangnya.

Saat ini Khamim masih melakukan perjalanan. Sabtu 3 Juni 2017 lalu ia mampir ke KBRI Abu Dhabi untuk menunggu visanya. Dari sana, dia akan melanjutkan perjalanannya ke Mekah. Khamim berharap sudah mencapai kota suci umat Islam itu sebelum 30 Agustus tahun ini.

Baginya, kesempatan bertemu orang-orang baik dalam perjalanannya merupakan anugerah Tuhan. Sebab pertemuan itu membuatnya terus bisa lanjutkan perjalanan, meski tak miliki banyak uang. Perjalanan 9.000 kilometer ini rencananya akan berakhir di Mekah pada 30 Agustus 2017 nanti, atau sehari sebelum Idul Adha. Saat itu sekaligus menjadi penanda, akan setahun perjalananya dengan berjalan kaki ke Mekah.

Sudah selayaknya Khamim menjadi panutan bagi kaum muda Muslim atas kerendahan hati, spiritualitas, inklusivitas dan tekadnya.

 

Source : dari berbagai sumber

Unik, 11 Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Indonesia

Standar

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang senantiasa dinanti-nantikan oleh umat Muslim. Karena momen ini cuma terjadi setahun sekali, umat Muslim diberbagai belahan dunia pun menyambutnya dengan antusias. Di Indonesia saja banyak tradisi unik saat mereka menyambut Ramadhan.  Dikutip dari situs pegipegi.com  inilah 11 tradisi unik tersebut.

1. Dugderan

Dugderan merupakan tradisi masyarakat Semarang sejak 1881 untuk menentukan awal puasa di bulan Ramadhan karena adanya perbedaan penentuan Ramadhan di masa itu. Kini, tradisi Dugderan sudah menjadi semacam pesta rakyat. Meskipun sudah jadi semacam pesta rakyat berupa Tari Japin, arak-arakan (karnaval), hingga tabuh bedug oleh Walikota Semarang, tapi proses ritual (pengumuman awal puasa) tetap jadi puncak Dugderan. Sebelum acara tabuh bedug, biasanya ada karnaval yang diawali pemberangkatan peserta dari Balai Kota dan berakhir di Masjid Kauman (masjid Agung), dekat Pasar Johar.

Selain bunyi bedug dan meriam itu, di dalam pesta rakyat Dugderan ada juga maskot Dugderan yang dikenal dengan istilah “Warak Ngendog”. Warak Ngendog adalah sebuah mainan jenis binatang rekaan yang bertubuh kambing dan berkepala naga dengan kulit seperti bersisik dibuat dari kertas warna-warni yang terbuat dari kayu juga dilengkapi beberapa telur rebus sebagai lambang bahwa binatang itu sedang ngendog (bertelur dalam bahasa Indonesia). Ketika diselenggarakan Dugderan pertama kali, Semarang sedang krisis pangan dan telur merupakan makanan mewah.

dugderan

2. Nyadran

Nyadran adalah serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah. Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta, sraddha (keyakinan). Sedangkan dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artinya ruwah syakban. Nyadran sendiri adalah tradisi pembersihan makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan. Kegiatan yang dilakukan antara lain pembersihan makam leluhur, tabur bunga, dan puncaknya berupa kenduri selamatan di makam leluhur.

nyadran

3. Balimau

Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Diwariskan secara turun temurun, tradisi ini dipercaya telah berlangsung selama berabad-abad. Latar belakang dari Balimau adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan, sesuai dengan ajaran agama Islam, yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Secara lahir, mensucikan diri adalah mandi yang bersih. Zaman dahulu tidak setiap orang bisa mandi dengan bersih karena belum ada sabun, banyak wilayah kekurangan air, dan lain-lain. Saat itu, pengganti sabun di beberapa wilayah di Minangkabau adalah limau (jeruk nipis) karena bisa melarutkan minyak atau keringat di badan.

balimau

4. Meugang

Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu oleh masyarakat Aceh. Menyembelih kurban berupa kambing atau sapi di tradisi Meugang atau Makmeugang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni bulan Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri.

Sapi dan kambing yang disembelih berjumlah ratusan. Selain kambing dan sapi, masyarakat Aceh juga menyembelih ayam dan bebek. Tradisi Meugang di desa biasanya berlangsung satu hari sebelum bulan Ramadhan atau hari raya, sedangkan di kota berlangsung dua hari sebelum Ramadhan atau hari raya. Biasanya, masyarakat memasak daging di rumah, setelah itu dibawa ke masjid untuk dimakan bersama tetangga dan warga lain.

Setiap perayaan Meugang, seluruh keluarga atau rumah tangga memasak daging dan disantap seisi rumah. Pantang jika keluarga tidak memasak daging pada hari Meugang, apalagi Meugang memiliki nilai religius karena dilakukan di hari-hari suci umat Muslim. Masyarakat Aceh percaya bahwa nafkah yang dicari selama 11 bulan di luar bulan Ramadhan wajib disyukuri dalam bentuk tradisi Meugang.

meugang

5. Perlon unggahan

Perlon Unggahan pada dasarnya adalah tradisi ziarah kubur. Perlon Unggahan dilaksanakan seminggu sebelum Ramadhan di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tradisi Perlon Unggahan dimulai dari mengunjungi makam Bonokeling tanpa alas kaki sambil menjinjing nasi ambeng (hidangan khas Jawa yang diletakkan di atas nampan dan diberi lauk pauk di sekelilingnya).

Di makam Bonokeling tersebut, enam Kasepuhan berdoa (ziarah) dengan khusuk. Kasepuhan tersebut terdiri dari Kasepuhan Kyai Mejasari, Kyai Padawirja, Kyai Wiryatpada, Kyai Padawitama, Kyai Wangsapada, dan Kyai Naya Leksana. Setelah itu, diadakan makan besar yang diramaikan oleh warga sekitar.

Tersedia berbagai macam makanan tradisional dan yang pasti harus ada adalah nasi bungkus, serundeng sapi, dan sayur becek (berkuah). Uniknya adalah serundeng sapi dan sayur becek harus disajikan oleh 12 lelaki dewasa atau dapat disesuaikan dengan jumlah korban sapi yang disembelih. Setelah itu, biasanya para warga akan berebut makanan tersebut dengan mitos dapat menambah keberkahan di bulan Ramadhan.

perlon unggahan

6. Malamang

Di Minangkabau, Sumatra Barat, Malamang merupakan tradisi untuk memeriahkan acara penting dalam kalender Islam. Lamang atau lemang biasanya dihidangkan dengan tapai sipuluik yang juga terbuat dari beras ketan hitam atau beras ketan merah. Selain itu, jika musim durian tiba, lamang banyak dihidangkan bersama buah durian.

Malamang tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang saja. Oleh karena itu, dalam Malamang dibutuhkan beberapa orang yang mampu bekerja sama. Diperlukan orang untuk mencari bambu sebagai tempat adonan, mencari kayu bakar untuk memanggang lamang, mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat lamang seperti beras ketan, santan, dan daun pisang. Ada pula orang yang mempersiapkan adonan dan memasukkannya ke dalam bambu.

malamang

7. Kirab Dhandhangan

Kirab Dhandhangan adalah tradisi berkumpulnya para santri di depan masjid Al Aqsha atau yang kini lebih popular disebut Masjid Menara Kudus setiap menjelang Ramadan untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan awal puasa. Setelah keputusan awal puasa itu disampaikan oleh Kanjeng Sunan Kudus, beduk di Masjid Menara Kudus ditabuh hingga mengeluarkan bunyi ‘dang… dang… dang’. Nah, dari suara beduk itulah, istilah Dhandhangan lahir.

Karena banyaknya orang berkumpul, tradisi Dhandhangan kemudian tidak hanya sekadar mendengarkan informasi resmi dari Masjid Menara Kudus, tapi juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di lokasi itu. Makin lama, Dhandhangan tidak hanya sehari menjelang puasa, tapi dimulai sekitar dua minggu sebelum puasa dan berakhir pada malam hari menjelang sahur pertama.

dhandangan

8. Nyorog

Masyarakat Betawi mempunyai tradisi Nyorog atau membagi-bagikan bingkisan kepada anggota keluarga atau tetangga yang dilakukan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dalam tradisi ini, sanak keluarga tidak jarang memberikan makanan khas Betawi seperti sayur gabus pucung yang berbahan dasar ikan gabus digoreng, kemudian dimasak menggunakan berbagai rempah seperti kemiri, cabai merah, jahe, dan kunyit.

Tradisi nyorog biasanya dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada yang usianya lebih tua. Biasanya ada ucapan meminta restu dan memohon agar diberi kelancaran menjalankan ibadah puasa. Nyorog juga dipercaya masyarakat sebagai tanda untuk saling mengingatkan jika bulan suci Ramadhan akan segera datang. Selain itu, tradisi ini dapat mempererat tali silaturahmi antar tetangga atau keluarga.

nyorog

9. Mungguhan

Masyarakat Sunda di Jawa Barat pada umumnya menyambut kedatangan bulan puasa dengan tradisi Mungguhan. Acara mungguhan terdiri dari kegiatan kumpul keluarga besar, sahabat, dan teman-teman untuk saling bermaafan sambil menikmati sajian makanan khas. Maksud dari tradisi ini adalah untuk mempersiapkan diri menuju puasa sebulan penuh.

Munggahan dilakukan oleh hampir semua golongan masyarakat Sunda dengan caranya masing-masing. Salah satu bentuk acara makan bersama yang dalam istilah orang Sunda disebut botram, dilakukan sambil bertamasya, baik di pegunungan, sawah, atau tempat wisata lainnya.

mungguhan

10. Gebyar Ki Aji Tunggal

Gebyar Ki Aji Tunggal adalah tradisi perarakan (karnaval) masyarakat Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang diselenggarakan dalam rangka penyambutan bulan suci Ramadhan. Selain bertujuan untuk syiar, kegiatan Gebyar Ki Aji Tunggal ini juga dilakukan untuk mengingatkan masyarakat Desa Karangaji agar melakukan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, seperti menjaga diri dari maksiat dan meningkatkan amal ibadah. Karnaval ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahim dan ungkapan rasa syukur atas jasa pendahulu yang mampu memberikan nilai-nilai kehidupan.

karangaji

11. Megibung

Pulau Bali juga tidak luput memiliki tradisi unik menyambut bulan suci ramadhan. Setelah upacara adat selesai, beberapa kelompok orang duduk bersila dan membentuk lingkaran. Di tengah lingkaran terhidang gundukan nasi beserta lauk-pauk di atas nampan. Mereka makan sesuap demi sesuap dengan tertib. Acara makan diselingi obrolan ringan. Budaya makan ini berasal dari Karangasem, Bali yang disebut Megibung.

Hingga saat ini tradisi Megibung masih dilaksanakan di Karangasem dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat, terutama kaum Muslim saat bulan Ramadhan. Satu porsi nasi gibungan (nasi dan lauk pauk) yang dinikmati oleh satu kelompok disebut satu sela. Pada jaman dulu satu sela harus dinikmati oleh delapan orang. Kini satu sela bisa dinikmati kurang dari delapan orang, seperti 4-7 orang.

^8BA1996BDD874FCD9477290A38B5DAFF085AF3B0CD0EBBBC09^pimgpsh_fullsize_distr

Seru-seru ya, tradisi menyambut bulan Ramadhan di Indonesia. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk syukur atau kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang harapannya tidak akan mengurangi nilai ibadah dari puasa itu sendiri.  Bagaimana tradisi di tempat kamu?.

Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan, Inilah Tips Menyambut Bulan Suci dan Jadual Imsakiyah 1438 H / 2017 M untuk Kota Pontianak dan lainnya

Standar

Bagi Anda umat Islam tentunya sudah menanti-nantikan kedatangan bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah yang akan segera ditetapkan kepastian tanggal 1 Ramadhan-nya oleh pemerintah Republik melalui Kementrian Departemen Agama.

Pemerintah dalam hal ini menetapkan 1 Ramadhan 1438 Hijriyah dengan metode rukyah diikuti sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1438 Hijriyah.

Diperkirakanan tahun 2017 ini awal dan akhir Ramadhan akan serempak dan tidak ada perbedaan di antara pemerintah dan ormas Islam. Perkiraan awal Ramadhan 1438 Hijriyah jatuh di hari Sabru 27 Mei 2017 dan 1 Syawal 1438 H bertepatan dengan hari Minggu 25 Juni 2017.

puasa-selamat

Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan

Karena sudah semakin dekatnya kedatangan bulan suci Ramadhan, maka umat Islam sudah mulai bersiap-siap menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan ini.

Ada yang bersiap-siap membeli bahan makanan pokok, menyiapkan keperluan mudik, membuat jadual menghadiri kajian Islam, merencanakan mengikuti jadual i’tikaf bulan Ramadhan, baik di tanah air atau di tanah suci, dan bahkan ada yang menyiapkan untuk melaksanakan ibadah umroh atau haji di tanah suci.

Untuk lebih dapat menyambut bulan Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya dan tidak ada satupun yang terlupakan, berikut ini tips yang semoga bermanfaat untuk kita semua.

Tujuannya adalah semua hal yang diperlukan untuk menyambut dan melaksanakan ibadah selama bulan Ramadhan ini mencapai hasil yang optimal, mendapat semua rahmat dan keberkahan bulan Ramadhan,  mendapat ampunan semua dosa yang telah lalu.  Dan akhirnya kita menggapai ridho-Nya dengan diselamatkan kita dari api neraka akibat semua dosa-dosa kita sebelumnya. Juga bisa mendapat pelajaran dan hikmah bulan Ramadhan untuk diaplikasikan setelah Idul Fitri nanti.

Tips Menyambut Bulan Ramadhan 1438 H / 2017 M

  1. Usahakan bisa membeli semua kebutuhan bahan makanan seperti daging dan sayuran terutama yang akan dimasak dan disajikan untuk menyambut keluarga besar dan tetangga yang akan berkunjung saat Ramadhan dan hari raya Idul Fitri nanti dan bahan makanan ini segera dimasukkan ke dalam freezer. Hal ini dimaksudkan supaya semua kebutuhan bahan makanan sudah tersedia dan tidak mengganggu kekhusyuan ibadah Anda baik ibadah puasa dan ibadah lainnya selama bulan Ramadhan.
  2. Apakah Anda sudah memiliki rencana-rencana di bulan Ramadhan nanti seperti acara kantor, acara komunitas, mengundang tamu yang tidak mampu untuk berbuka bersama, berpartisipasi dalam acara berbuka bersama, atau acara perjalanan lainnya seperti mengunjungi panti asuhan, sekolah-sekolah kurang mampu, wisata masjid, atau umroh dan haji?
  3. Jika iya, maka seperti tips pertama di atas, Anda bisa mengusahakan apa-apa yang akan diperlukan nanti disiapkan sebelum masuk bulan Ramadhan sehingga Anda bisa fokus pada rencana ibadah di bulan Ramadhan nanti.
  4. Mulai membiasakan diri dengan jadual harian bulan Ramadhan seperti tidur lebih cepat (misal paling lambat pukul 10 malam), bangun lebih awal (misal untuk tahajjud dan tilawah Al Qur’an sekitar jam 3 pagi dilanjutkan dengan makan sahur dan shalat shubuh berjamaah di masjid bagi kaum pria.)  Merencanakan aktifitas alternatif untuk perubahan kebiasaan dan jadual di bulan Ramadhan misalnya setelah shalat shubuh berjamaah bisa melakukan olahraga pagi bersama keluarga. Agar lebih efektif pelaksanaannya, bisa mulai ditentukan jadual dan tujuan tempat olahraga paginya selama sebulan supaya lebih bervariasi dan optimal. Jadual sebulan ini bisa Anda variasikan kembali untuk penggunaan setelah bulan Ramadhan.
  5. Puasa atau membayar fidyah membayar hutang batal puasa di bulan Ramadhan yang telah lalu.
  6. Puasa sunnah Senin-Kamis atau puasa Sya’ban untuk mulai mengadaptasikan perut dan jadual makan dengan puasa full 1 bulan di bulan Ramadhan nanti.
  7. Mengkaji kembali pemakaian waktu keluarga yang bisa dioptimalkan. Misal pemilihan acara-acara TV yang bermanfaat dan mengganti waktu nonton TV yang kurang bermanfaat dengan diskusi keluarga yang sudah ditentukan sebelumnya jadual dan topik yang kontekstual dan diperlukan oleh keluarga (memanfaatkan dengan baik momen Ramadhan untuk menyampaikan edukasi kepada keluarga).
  8. Memperbaiki bacaan Al Qur’an (mengikuti program tahsin tilawah di masjid sekitar Anda) jika masih kurang benar dan kurang lancar sehingga bisa menikmati membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan dan setelahnya kemudian.
  9. Siapkan DVD/CD/kaset/ siaran radio ceramah dan tilawah Al Qur’an dalam mobil Anda sebagai teman di perjalanan. Juga untuk yang sangat mobile dan ada mini bar di mobilnya, bisa menaruh kurma dan yang memiliki holder untuk heater bisa menyiapkan saset teh celup dan gula saset.
  10. Menyiapkan dan memanfaatkan program-program Ramadhan yang sangat banyak, memilihnya mana yang cocok dalam hal isi dan waktu untuk Anda dan keluarga.
  11. Menyiapkan diri untuk lebih bersabar dan tetap berpikiran jernih dan terbuka saat menjumpai masalah sehingga dapat lebih tenang dan tajam dalam memutuskan altenatif penyelesaian masalah tersebut untuk win-win solution.

Check list yang perlu disiapkan juga

  1. Jadual Imsakiyah Ramadhan 2017/1438 Hijriyah
  2. Catatan unjuk kerja kemajuan pribadi pelaksanaan ibadah Ramadhan 2017/1438 Hijriyah
  3. Pengingat waktu dan jadual aktifitas seperti agenda saku, handphone, dan tablet.
  4. Jadual program televisi yang telah Anda tetapkan wajib ditonton untuk keluarga selama bulan Ramadhan 2017.
  5. Dan atau mengganti aktitifas nonton TV lainnya dengan yang lebih bermanfaat seperti diskusi keluarga. Agar bervariasi perlu ditentukan dari sekarang topik diskusi apa saja yang akan diselesaikan secara berseri di bulan Ramadhan.
  6. Jadual detail harian pembagian waktu untuk diri sendiri (istirahat, ibadah, bekerja, dan aktifitas harian lainnya), keluarga, kerabat, rekan-rekan, dan lainnya.

Dari kesekian tips tersebut, dapat diringkaskan persiapan-persiapan tersebut mencakup persiapan fisik, pikiran/ilmu, semangat dan emosi, keuangan, dan akhirnya target peningkatan kualitas diri dengan mengambil hikmah-hikmah Ramadhan yang kontekstual khususnya untuk diri Anda dan keluarga Anda (dalam istilah kerennya sustainable continuous improvement).

Karena inilah tonggak ukuran untuk peningkatan diri selanjutnya secara kesinambungan.

Berikut jadual Imsakiyah Ramadhan 1438 H / 2017 M untuk Kota Pontianak:

IMSAKIYAH

Untuk jadual Imsakiyah kota lainnya dapat didownload di link ini: http://www.al-habib.info/jadwal-shalat/imsakiyah-ramadhan.htm

Source : Alsha Tours dan lainnya.

Dream Indonesia mengucapkan selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan bathin.

Keren! Anak SMP ini Temukan Listrik dari Pohon Kedondong

Standar

Adalah Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTsN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh yang mampu menemukan energi listrik. Tetapi uniknya Naufal berhasil menemukan energi listrik dari pohon kedongdong.

Bermula dari pelajaran di sekolah serta dengan semangat coba-coba yang tiada henti — coba-coba yang dimaksud di sini adalah melakukan percobaan-percobaan tanpa putus asa — Naufal akhirnya berhasil menciptakan tenaga listrik dari batang pohon.

“Awalnya saat saya mempelajari ilmu pengetahuan alam, saya membaca bahwa buah yang mengandung asam katanya bisa menghantarkan listrik, akhirnya saya lakukan uji coba pada buah kentang. Setelah itu saya berpikir lagi, kalau buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam, akhirnya saya mulai melakukan eksperimen,” ujarnya seperti yang dikutip dari SINDOnews di acara Pertamina Science Fun Fair 2016, di Jakarta, Sabtu (29/10/2016) silam.

Naufal Rizki listrik pohon kedondong 1
Naufal menjelaskan, pertama kali eksperimen itu dilakukan pada pohon mangga tetapi ternyata pohon mangga kurang memiliki kadar asam sehingga tidak layak. Akhirnya dia menemukan kedondong pagar yang kadar asam atau getahnya mampu menghantarkan listrik.

Bekal yang dimiliki Naufal tidak hanya dari sekolah, tetapi dukungan sang Ayah yang kebetulan berkerja di bidang elektronik sangat membantu dalam percobaannya tersebut.  Naufal pun  sedikit banyak saya tahu alat-alat elektronik.

Hasil temuan energi dari pohon kayu ini memang sederhana, dengan rangkaian yang terdiri dari pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda, arus listrik yang dihasilkan sangat tergantung kepada kadar keasaman pohon.

Naufal Rizki listrik pohon kedondong 2
Sebelumnya, Naufal sudah melakukan lebih dari 60 kali percobaan dan menelan biaya sekitar Rp14 juta. Dengan temuannya ini, satu rumah dapat dialiri listrik melalui sepuluh pohon kedondong pagar.

Naufal sendiri diundang dalam acara Pertamina Science Fun Fair 2016 untuk berbagi inspirasi kepada para peserta lomba untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang inovatif dan inspiratif. Melalui ajang ini juga diharapkan, akan lahir Naufal lainnya yang mampu mengharumkan nama bangsa.