Category Archives: flora dan fauna

5 Hewan yang Punah Akibat Ulah Konyol Manusia dan Seekor Kucing?

Standar

Sepanjang sejarah, sebagian makhluk penghuni Bumi memang punah terutama karena sebab alamiah. Misalnya dinosaurus yang punah akibat oleh hantaman asteroid raksasa ke Bumi.

Tapi, seperti dikutip dari toptenz.net pada Senin (30/10/2017), ada beberapa hewan yang punah gara-gara ulah manusia yang konyol dan seharusnya bisa dihindari.

Berikut adalah 5 kepunahan hewan yang disebabkan oleh kekonyolan manusia dan peliharaannya:

1. Ikan Tecopa

Ikan Tecopa adalah spesies mungil yang tersebar di Tecopa, suatu daerah kecil California yang kaya dengan mata air panas alami. Secara unik, ikan itu menyesuaikan diri untuk hidup dalam air hangat yang keluar dari mata air.

tecopa

Sayangnya, di tahun 1960-an beberapa mata air panas tempat tinggal ikan mungil tersebut diperbesar menjadi bagian dari beberapa rumah permandian yang luas.

Demi mengejar keuntungan finansial dari kunjungan para tamu, dibangunlah beberapa aliran keluar dan sungai tempat tinggal ikan digali untuk menambah laju aliran air.

Dengan demikian, aliran air semakin deras dan seluruh spesies itu hanyut ke sungai berisi air yang lebih dingin sehingga spesies ini hanya tinggal sejarah.

2. Great Auk

Auk yang agung adalah burung mirip penguin yang bertebaran di Atlantik Utara. Auk juga merupakan burung yang tuna terbang, sehingga bertelur di darat di pulau-pulau tak berpenghuni yang melindungi mereka dari cuaca dan pemangsa alamiah.

Karena tidak banyak pemangsanya, burung kecil itu malah menjadi sasaran empuk manusia-manusia pemburu yang mengambil bulu dan daging.

Great_auk

Spesies itu diburu hingga nyaris musnah pada awal Abad ke-19 sehingga menggugah beberapa upaya untuk menyelamatkannya. namun semua upaya itu gagal.

Sisa-sisa burung itu tersapu habis pada 1840-an, dimulai oleh sekelompok pelaut yang memukuli dengan kayu burung-burung yang tersisa di perairan Inggris. Alasannya, burung-burung itu dikira penyihir.

Empat tahun kemudian, seluruh spesies dibunuh dengan cara yang sama ketika museum-museum menawarkan harga mahal kepad para pemburu yang bisa membawa auk untuk dipajang di museum. Alasannya, museum-museum itu menyadari auk akan segera musnah.

Dua nelayan yang menangkap burung-burung terakhir melakukannya demi tujuan tersebut. Mereka membuntuti kerumunan dari jarak sekitar 1,6 kilometer sebelum mengendap-endap dimalam hari dan mencekiknya.

Lebih parah lagi, seakan seperti penghinaan terhadap masa depan spesies itu, salah satu nelayan kemudian mengijak-injak telur yang seharusnya dilindungi.

3. Macan Tasmania

Macan Tasmania lebih tepat disebut dengan namanya, thylacine. Spesies itu sebenarnya marsupial pemakan daging dengan warna bulu yang membuatnya mirip seekor anjing. Tapi, seperti marsupial lainnya, mereka merawat bayi-bayinya dalam kantong di perut.

Hewan itu disebut sebagai salah satu makhluk teraneh yang pernah hidup. Salah satu alasannya adalah karena thylacine jantan memiliki kantong berbulu yang dikhususkan untuk menjaga kehangatan testis mereka.

Harimau_Tasmania

Selain alasan itu, ada beberapa hal lain yang menjadikan thylacine mengundang penasaran banyak orang, tapi juga dianggap hama oleh para pemilik senjata.

Akibatnya, pada 1920-an, spesies itu diburu oleh para petani hingga nyaris musnah. Saat itu tersisa seekor pejantan yang diberi nama Benjamin.

Benjamin mati pada 1936 karena seorang petugas kebun binatang lupa membuka kunci ruang tidurnya sebelum ia pulang sehingga hewan itu beku kedinginan hingga mati.

Seakan belum selesai, selama 7 dekade sesudahnya para pakar bersilang pendapat tentang apakah Benjamin seekor pejantan karena memiliki penis yang sangat kecil. Perselisihan itu baru selesai setelah foto yang diperjelas mengungkapkan bahwa Benjamin memang memiliki sepasang testis.

4. Anjing Petarung Cordoba

Anjing petarung Cordoba termasuk spesies anjing langka dan tidak biasa yang dikenal karena keganasan tanpa tandingan dan seakan tidak merasakan sakit, takut, atau kasihan.

Seusai namanya, anjing petarung itu dikembangbiakkan hanya untuk keperluan bertarung. Prosesnya diduga dilakukan oleh bangsa Argentina pada akhir Abad ke-19.

Anjing_petarung_Cordoba

Spesies itu sendiri merupakan persilangan dari beberapa jenis yang disukai ukuran dan kekuatannya, seperti boxer, mastiff, dan bull terrier. Jadi tidak heran kalau anjing-anjing itu menyerang apapun dan digemari oleh sebagian masyarakat karena bertarung hingga mati.

Tapi, naluri itu terlalu kuat sehingga membiakkan mereka nyaris tidak mungkin. Alasannya, dua anjing dari jenis yang sama walau berbeda kelamin pun malah memilih untuk bertarung hingga mati, bukannya kawin.

Hal tersebut menyebabkan jumlah spesies lambat laun menyusut dan musnah seiring dengan terbitnya larangan tarung anjing di Argentina sejak abad ke-20.

5. Stephen Island Wren

Stephen Island Wren adalah suatu spesies yang terkenal karena satu alasan, yaitu bahwa seluruh populasinya dibunuh oleh satu makhluk yang bernama Mr. Tibbles.

Stephen Island Wren adalah sejenis burung kecil tuna terbang yang tinggal di sebuah pulau kecil di lepas pantai Selandia Baru dan dimusnahkan oleh seekor kucing rumahan.

Stephen_Island_Wren

Menurut kisahnya, seekor kucing bernama Mr. Tibbles adalah hewan peliharaan penjaga mercusuar di pulau tersebut. Ia secara teratur berburu seluruh spesies itu hingga musnah selama 1 tahun saja, bersamaan dengan tahun ditemukannya spesies itu.

Jadi, hanya dalam waktu 12 bulan, Stephen Island Wren ditemukan dan dinyatakan punah akibat ulah Mr. Tibbles. Tidaaak!…..

source: Liputan6

Iklan

Wow! Inilah Burung Paling Tangguh di Dunia Terbang 10 Bulan Tanpa Henti

Standar

Burung kapinis (Apus-apus) boleh dibilang sebagai burung paling tangguh di udara. Spesies itu mampu terbang 10 bulan tanpa sekali pun mendarat.

Penelitian Andres Hedenstrom dari Lund University yang dipublikasikan di jurnal Current Biology pada Kamis (27/10/2016) menjadi bukti ketangguhan burung tersebut.

kapinis-apus-apus
Peneliti asal Inggris, Ron Lockey, pada tahun 1970-an telah menduga bahwa kapinis punya kemampuan terbang luar biasa. Namun, Hedenstrom-lah yang pertama kali membuktikan.

Hedenstrom dan rekannya menaruh perangkat mini pemantau gerak di punggung sejumlah burung kapinis. Perangkat itu sangat ringan, hanya 1 gram, sehingga burung tak merasa membawa beban.

Data hasil pemantauan mengungkap, dalam setahun, kapinis mampu terbang hingga 10 bulan non-stop dan hanya berada penuh di daratan selama 2 bulan.

“Penemuan ini mendobrak batasan pengetahuan kita tentang fisiologi hewan,” kata Hedenstrom. “10 bulan adalah waktu terbang terlama pada burung, ini rekor,” jelasnya seperti dikutip Science Alert, Jumat (28/10/2016).

Kemampuan terbang kapinis Apus apus mengalahkan jenis kapinis lainnya, Tachymarptis melba, yang bisa terbang 6 bulan tanpa henti.

Baik Apus apus maupun Tachymarptis melba menempuh perjalanan sejauh jutaan kilometer selama hidupnya yang rata-rata hanya 5,5 tahun. Mereka bisa terbang dari Eropa ke Afrika saat pergantian musim.

Mengungkap ketangguhan kapinis, Hedenstrom belum puas. Ia bertanya-tanya, bagaimana kapinis bisa bertahan lama di udara dan apakah burung itu tidak tidur sama sekali selama 10 bulan.

“Setiap hari, saat fajar dan senja, kapinis naik ke ketinggian 2-3 kilometer. Mungkin mereka tidur saat turun dari ketinggian, tapi kita tak yakin,” katanya.

source : sains.kompas.com

Megalara Garuda, Tawon Raksasa Asli Indonesia

Standar

[A.4] tawon garuda - a

Pada tahun 1930 keberadaan spesies tawon raksasa yang berasal dari Sulawesi telah diketahui dunia sejak hewan ini masuk koleksi Museum für Naturkunde di Berlin. Namun raksasa sepanjang 2,5 inci ini ( >6 cm) ini masih terselubung misteri sebab tidak pernah ditemukan dalam keadaan hidup.

Baru pada tahun 2011 lalu sebuah ekspedisi yang beranggotakan Rosichon Ubaidillah dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Lynn Kimsey, direktur Bohart Museum of Entomology dan profesor entomologi di University of California, Davis  mengarungi Pegunungan Mekongga Pulau Sulawesi dan memastikan bahwa tawon yang satu-satunya masuk dalam genus megalara ini (mega = raksasa) ini benar ada dan merupakan spesies baru.

Selanjutnya spesies tawon baru ini dikarenakan ukurannya yang raksasa dan endemik Indonesia diberi nama lengkap Megalara Garuda sesuai dengan lambang burung raksasa simbol nasional negara Indonesia.

Tapi nasib raksasa spesies yang baru ditemukan ini dalam bahaya. Karena hutan wilayah tersebut sejak tahun 1960 telah dibabat dan diratakan untuk perkebunan. “Tempat di mana kami mengumpulkan tawon dijadwalkan menjadi tambang nikel terbuka,” kata Kimsey seperti yang dikutip dari NationalGeographic, ” Hal ini membuat saya sakit perut…..”.

Studi mengenai tawon raksasa ini telah muncul dalam jurnal ilmiah ZooKeys.

Mandar Gendang, Burung Misterius Penghuni Pulau Halmahera

Standar

Seorang ahli ornitologi (ilmu yang mempelajari burung) Jerman Gerd Heinrich, yang mempersiapkan perjalanannya ke pulau Halmahera dan berjibaku pada semak jelatang, menuliskan mengenai burung misterius yang hidup di habitat rawa pohon sagu pada tahun 1930-an :

Saya sangat yakin belum ada orang Eropa yang pernah melihat burung ini dalam keadaan hidup, sebab hal itu membutuhkan ketangguhan dan niat yang kuat pada diri seseorang yang mana tidak saya temukan dengan mudah pada orang-orang. Habroptila terlindung oleh duri-duri yang mengerikan dari rawa-rawa pohon sagu … Dalam belantara duri ini, saya berjalan dengan bertelanjang kaki dan setengah bertelanjang badan selama berminggu-minggu.

Habroptila wallacii, adalah satu spesies burung yang sebelumnya hanya diketahui keberadaannya dari suaranya saja.  Sebelumnya tak banyak yang tahu keberadaanya, termasuk rupa dan bentuknya sehingga dijuluki “Invinsible Rail”  atau mandar yang tak terlihat.  Burung ini hanya dikenali dari suaranya saja yang seperti tabuhan gendang  perlahan, yang diiringi dengan bunyi tuk, tuk, tuk yang dibuat dengan kepakan sayapnya.   Konon menurut legenda lokal suara gendang dibuat oleh burung tersebut dengan memukul-mukul sebuah rongga pohon atau cabang dengan kaki-kakinya.  Gerd Heinrich mencatat nama lokal atau sebutan khas burung ini adalah “soisa”, yang berarti gendang, dan menggambarkan suaranya sebagai sebuah gendang yang terkendali yang terkadang berakhir dengan suatu jeritan melengking yang nyaring.

Mandar Gendang (bahasa Latin: Habroptila wallacii, bahasa Inggris: invisible rail, Wallace’s rail, drummer rail) hanya ada di Halmahera yang artinya tidak akan ditemukan di sudut manapun di dunia kecuali di Halmahera. Sejak teridentifikasi secara ilmiah tahun 1860, hanya enam lokasi di Halmahera yang pernah tercatat kehadirannya yaitu Sondo-sondo, Pasir Putih, Tewe, Fanaha, Weda, dan  Gani.

https://i0.wp.com/www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2014/07/Paulo-Alves.jpg

Spesies ini mendiami rawa-rawa lebat pepohonan sagu yang berdekatan dengan hutan. Bulunya didominasi warna abu-abu gelap, dengan kulit terbuka di sekitar matanya. Paruhnya yang panjang dan tebal serta seluruh kakinya berwarna merah cerah. Suaranya seperti tabuhan gendang yang perlahan, yang diiringi kepakan sayapnya. Karena sulit mengamati burung pemalu ini di habitatnya yang padat, maka informasi mengenai perilakunya juga terbatas.

Populasinya diperkirakan antara 3.500-15.000 ekor, dan area penyebarannya yang terbatas membuatnya digolongkan sebagai “rentan” oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Telah terjadi pengurangan habitat akibat pemanenan sagu dan pengalihan lahan basah menjadi persawahan, dan burung ini juga dimakan oleh penduduk setempat. Sarang yang digambarkan sebelumnya berada di daerah yang sering dikunjungi masyarakat setempat, sehingga mungkin saja burung ini telah lebih beradaptasi pada perubahan habitatnya dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Jika anda berkunjung ke Halmahera dan mempersiapkan diri  untuk menghadapi duri-duri yang mengerikan dari rawa-rawa pohon sagu … mungkin anda akan beruntung bertemu burung misterius ini.

Thanks to Wikipedia

 

Perkenalkan, Inilah 5 Cabai Terpedas di Dunia

Standar

Masih ingat ya! Lonely Planet, sebuah situs travel guide pernah menulis bahwa Indonesia sangat tergila-gila dengan makanan pedas.  Tak heran Indonesia kononnya memiliki koleksi masakan pedas paling lengkap di dunia.

Bahan utama rasa pedas lazimnya berasal dari cabai.  Untuk menentukan tingkat pedas sebuah cabai dipergunakan skala SHU atau Scoville Heat Unit. Buah cabai termasuk genus Capsicum  yang  mengandung capsaicin, suatu bahan kimia yang merangsang ujung saraf penerima pedas di lidah, dan jumlah satuan SHU menunjukkan jumlah capsaicin yang ada. Banyak sambal menggunakan peringkat Scoville mereka dalam iklan sebagai daya jualnya.

Skala SHU dikembangkan oleh Wilbur Scoville pada tahun 1912.Ukuran pedas sebuah cabai bisanya berkisar antara 1.000 hingga 10.000 scoville.

Tenyata ada beberapa cabai yang tingkat kepedasannya melebihi 10.000 scoville. Berikut 5 cabai terpedas di dunia seperti dilansir AbraResto.com :

habanero-red-savina

1.Red Savina Habanero
Red Savina Habanero ini memiliki skala   antara 350.000–580.000 SHU.  Pada tahun 1994 sampai dengan Februari 2007 lalu, Red Savina Habanero ini memegang rekor sebagai cabai terpedas di dunia. Untuk membayangkan betapa pedasnya cabai ini, cukup dengan 1 gram cabai jenis ini sudah sebanding dengan 579 Kg (1.272 pounds) saus pedas cabai biasa!

naga-bhut-jolokia-ghost-pepper

2. Ghost Pepper (Naga Bhut Jolokia)
Cabai ini banyak dibudidayakan di India. Ghost Pepper atau lebih dikenal dengan nama Naga Bhut Jolokia berbentuk keriting-keriting agak aneh. Ghost Pepper mendapat namanya karena konon khusus dibudidayakan untuk  digunakan sari cabainya sebagai granat cabai dengan tujuan membutakan musuh. cabai ini memiliki tingkat kepedasan di kisaran 330.000-1.000.000 SHU.

naga-viper

3. Naga Viper
Naga Viper memiliki rasa pedas yang mencapai 1.382.111 SHU. Naga Viper dibudidayakan di Cumbria, England. Cabai ini  merupakan  persilangan antara Naga Morich, Bhut Jolokia, dan variasi Trinidad Scorpion. Semuanya merupakan tumbuhan cabai yang memiliki tingkat kepedasan di atas rata-rata. Makanya tidak heran jika mendengar namanya saja, sudah kebayang bagaimana pedasnya cabai yang satu ini.

Trinidad Scorpion.jpg

4. Trinidad Scorpion
Bentuk dari cabai yang satu ini berbeda dari cabai-cabai lainnya, agak unik dan agak menggemaskan. Tapi, Anda tidak boleh asal memegang cabai ini, jika tak ingin berujung kepanasan kulit anda hanya gara-gara sebuah cabai. Perlu diketahui, kalau Trinidad Scorpion memiliki tingkat kepedasan di angka 1.400.000 SHU.

scorpion

5. Moruga Scorpion
Apakah Anda yakin mau mencoba memakan jenis cabai satu ini?   Tidak tanggung-tanggung, cabai ini memiliki tingkat kepedasan hingga 2.009.231 SHU. Inilah cabai terpedas di dunia hingga saat ini.  Tingkat kepedasannya setara dengan semprotan merica polisi Amerika. Wow!

Meskipun demikian Indonesia tentunya juga memiliki beragam jenis cabai untuk aneka kuliner pedasnya yang mungkin tidak kalah pedas dengan jenis-jenis cabai di atas.

>> Inilah Makanan Terpedas di Seluruh Dunia, Paling Pedas dari Indonesia

source : berbagai sumber

Bidadari Halmahera, Wallace dan Cikal Bakal Teori Darwin

Standar

Lah! Apa hubungannya antara bidadari, pulau Halmahera, naturalis asal Inggris Sir Alfred Russel Wallace dan cikal bakal Teori Darwin?

Rupanya jika ditelusuri dengan seksama, maka  semua perihal tersebut ternyata  berkaitan satu sama lainnya.

Diawali pada tahun 1858 silam, saat Wallace singgah di pulau Halmahera yang sekarang terletak di gugusan kepulauan Maluku Utara. Wallace terpikat oleh keindahan dan keelokan tarian seekor burung lokal.   Menurutnya burung ini adalah burung tercantik yang pernah ia lihat sehingga kemudian menamakannya Burung Bidadari (Angel Bird).

burung-bidadari-halmahera

Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii)

Burung ini kemudian dikenali sebagai Bidadari Halmahera dan mendapat nama latin Semioptera wallacii sesuai nama penemunya. Merupakan satu-satunya jenis burung cendrawasih anggota genus Semioptera, burung endemik Maluku dengan nama  lokal weak-weka ini juga merupakan satu-satunya cendrawasih yang hidup paling barat di luar Papua.

>> Parade 10 Burung Surga Endemik Indonesia yang Berpeluang Punah

Burung jantan memiliki mahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat, dengan pelindung dada berwarna hijau zamrud. Ciri yang paling mencolok adalah keberadaan dua pasang bulu putih yang panjang, yang keluar menekuk dari sayapnya. Bulu–bulu itu dapat ditegakkan atau diturunkan sesuai dengan gerakan burung.

Sedangkan  betina tak seindah burung jantan. Warna bulu burung betina cenderung berwarna cokelat zaitun, berukuran lebih kecil, serta mempunyai ekor yang lebih panjang daripada burung jantan.

burung-bidadari-halmahera-jantan-dan-betina

Pada musim kawin, burung jantan akan berusaha menarik perhatian burung betina dengan melakukan tari-tarian dan mengeluarkan suaranya yang melengking keras.

’Standardwing Bird of Paradise’ adalah sebutan lain bagi Sang Bidadari Halmahera.  Keindahan burung ini pernah difilmkan oleh K. David Bishop, salah satu kontributor buku The Birds of Wallacea.

Wallace menjelajahi Nusantara antara tahun 1854 – 1862 karena terpikat oleh kekayaan dan keindahan flora dan fauna di sisi timur belahan bumi. Selama di Halmahera, Wallace tinggal di rumah milik keluarga Sultan Ternate saat itu, Sultan Muhammad Ilham.

Pengalaman dari perjalanan panjang sang naturalis di pulau Halmahera dan sekitarnya ini menghantarnya kepada satu kesimpulan pengetahuan bahwa species yang mampu bertahan adalah yang kuat dan sehat saja. Jika tidak, maka spesies itu akan punah. Teori inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Teori Evolusi Darwin yang kontroversial tersebut.

Sehingga patut dicatat bahwa bagaimana pun Halmahera telah menyumbang sejarah penting dalam perkembangan ilmu biologi dunia.

source : dari berbagai sumber

Kenali 10 Buah Tropis Eksotis Asli Indonesia

Standar

Kita semua tahu bahwa mengkonsumsi buah-buahan secara teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.  Banyak penelitian ilmiah yang melaporkan khasiat nyata dari buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A (beta-karoten), C dan E, magnesium, zinc, fosfor, dan asam folat, diantaranya dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner, merangsang kemampuan otak dan mencegah serta dapat mengobati penyakit kanker.

Namun tahukah anda bahwa dari sekian banyak buah-buahan yang ada dipasaran, banyak yang merupakan buah-buahan asli Indonesia.  Mereka adalah buah-buahan  yang eksotis dengan cita rasa khas daerah tropis.  Meskipun tidak dijelaskan secara terperinci mengenai sumber yang sahih, tidak ada salahnya kita mengenal buah-buahan eksotis tersebut.

Berikut ini 10 buah tropis eksotis asli Indonesia:

1. Buah Durian  (Durio zibethinus)

Durian

Banyak yang tidak tahu kalau buah berduri yang dijuluki King of Fruit ini berasal dari Indonesia. Buah durian yang khas dengan wangi menyengat ini ditemukan tumbuh secara liar di Sumatra dan Kalimantan. Kelezatan rasanya, membuat negara lain berlomba-lomba membudidayakannya. Sekarang, ada ratusan varian durian tersebar di seluruh dunia, termasuk di Thailand yang berhasil mengembangkan 300 varian durian.  Konon durian montong yang terkenal itu bibitnya berasal dari daerah di Kalimantan Barat.

2. Buah Manggis  (Garcinia mangostana L.)

manggis

Jika durian adalah “raja buah”, maka pendampingnya adalah “ratu buah” yaitu buah manggis. Buah yang awalnya ditemukan di daerah Kalimantan dan Sunda ini rasanya asam-manis yang sangat segar dengan daging buah berwarna putih bersih. Konon, hal tersebut sampai membuat Ratu Victoria dari Inggris tergila-gila padanya.

3. Buah Kedondong (Spondias dulcis)

kedondong

Buah hijau dengan biji berduri ini berasal dari belahan timur Indonesia. Di dunia internasional, buah dengan kedahsyatan rasa masamnya disebut dengan nama Ambarella. Pada awal abad 20, kedondong diperkenalkan ke mancanegara, mulai dari Australia sampai Jamaica. Bahkan, kedondong sempat ditanam juga di Florida, tapi sepertinya orang Amerika belum begitu familiar dengan buah rujak ini.

4. Buah Jambu air (Syzygium aqueum)

jambu-air

Jambu air dihasilkan dari pepohonan tropis Indonesia. Bunganya berwarna putih, sedangkan buahnya yang berbentuk mirip bel punya variasi warna keputihan, merah dan hijau, tergantung pada jenisnya. Biasanya, jambu berwarna merah memilki rasa paling manis. Jambu air dikenal mancanegara dengan nama Java Apple. Di beberapa negara, jambu dibuat menjadi buah untuk salad.

5. Buah Belimbing (Averrhoa carambola)

Belimbing

Asli berasal dari Maluku. Awalnya, buah ini menjadi favorit di Asia, lalu kemudian dikenal hingga Amerika, khususnya di Florida. Buah ini dijuluki Starfruit karena jika dibelah, bentuknya mirip seperti bintang. Orang barat menyebut rasa belimbing sebagai penggabungan pepaya, jeruk, dan anggur.

Sejak tahun 2007, buah belimbing resmi menjadi ikon kota Depok, Jawa Barat

6. Buah Pisang (Musa sp.)

pisang lokal

Pisang ternyata adalah buah asli Indonesia.  Buah yang sekarang diolah jadi macam-macam dessert, seperti banana split, banana cake, atau banana pudding ini mulai dibawa ke Eropa pada abad 10. Sekarang Amerika Latin-lah yang jadi produsen pisang terbesar, karena menguasai 65% produksi pisang dunia. Konon selebriti, seperti Paris Hilton percaya buah pisang dapat meningkatkan energi dan vitalitas.

7. Buah Rambutan   (Nephelium lappaceum)

rambutan

Karena kulitnya seperti ditumbuhi rambut, maka buah asli Indonesia ini dikenal dengan nama rambutan. Pada tahun 1906, Indonesia pernah mengekspor biji rambutan ke Amerika Serikat. Tapi sayang, rambutan tidak bisa hidup di sana. Sekarang beberapa negara, seperti Thailand dan Malaysia terkenal sebagai pengekspor rambutan yang sudah dikemas dalam kaleng.

8. Buah Salak  (Salacca zalacca)

Disebut dengan sebagai Snake Fruit karena kulitnya yang bersisik. Buah ini asli berasal dari Indonesia, bahkan salah satu variannya, salak condet, menjadi Identitas kota Jakarta. Ada aneka macam rasa salak, mulai dari yang manis, sepat, asam, atau gabungan keempatnya. Sayangnya, banyak yang mengira buah ini berasal dari Thailand atau Malaysia. Padahal di Kalimantan, salak tumbuh secara liar di hutan-hutan.

9. Buah Duku  (Lansium domesticum)


Buah yang berbentuk bulat kecil berwarna kekuningan ini merupakan salah satu buah asli kebanggaan Indonesia. Pohonnya pun dijadikan flora identitas provinsi Sumatra Selatan. Biasanya, duku dipanen setahun sekali. Di dalam negeri dan Asia duku banyak diminati, tapi sayang ekspornya belum menembus pasar Amerika dan Eropa.

10. Rambai (Baccaurea motleyana)


Rambai adalah sejenis buah-buahan dan tumbuhan penghasilnya yang tumbuh liar atau setengah liar di kebun-kebun Indonesia (terutama Sumatera dan Kalimantan). Rambai masih berkerabat dekat dengan menteng/kepundung, bahkan sering tertukarkan. Perbedaannya adalah bahwa bunga dan buah menteng tumbuh di ujung dahan. Selain itu, rambai relatif lebih manis.

Selain 10 jenis buah eksotis tersebut di atas, kita pasti sepakat bahwa masih banyak lagi buah-buahan asli Indonesia yang tak kalah eksotis dan lezat untuk dikonsumsi.  Anda punya daftarnya?

sources : gadis.co.id/wikipedia/berbagai sumber