Tag Archives: google+

Catat! Inilah Kalender Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2018

Standar

Setelah melalui serangkaian proses pembahasan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pemerintah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor : 01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018.

Jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 yaitu sebanyak 21 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak 5 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal.

007564300_1507109617-171004_Cuti_Bersama_2018_rev

Rincian Hari Libur Nasional 2018 :

1.     Senin, 1 Januari, Tahun Baru 2018 Masehi
2.     Jum’at, 16 Februari, Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili
3.     Sabtu, 17 Maret, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940
4.     Jum’at, 30 Maret, Wafat Isa Al Masih
5.     Sabtu, 14 April, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
6.     Selasa, 1 Mei, Hari Buruh Internasional
7.     Kamis, 10 Mei, Kenaikan Isa Al Masih
8.     Selasa, 29 Mei, Hari Raya Waisak 2562
9.     Jum’at, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila
10.   Jum’at – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
11.   Jum’at, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
12.   Rabu, 22 Agustus, Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah
13.   Selasa, 11 September, Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah
14.   Selasa, 20 November, Maulid Nabi Muhammad SAW
15.   Selasa, 25 Desember, Hari Raya Natal

Rincian Cuti Bersama 2018 :
1.     Rabu, Kamis, Senin dan Selasa, 13,14,18 dan 19 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
2.     Senin, 24 Desember, Hari Raya Natal

Berikut link download kalender 2018:
Download Kalender 2018.pdf
Download Kalender 2018.cdr
Source : kemenkopmk.go.id/sumberpercetakan.com

Iklan

Datally, Aplikasi Penghemat Kuota Data Internet dari Google

Standar

Setelah YouTube Go yang ramah kuota, Google kembali meluncurkan aplikasi dengan fungsi serupa untuk pengguna di Indonesia.

Aplikasi Android tersebut adalah Datally yang bisa membantu pengguna ponsel mengontrol dan menghemat kuota internet. Datally bekerja dengan mematikan aplikasi yang memakai kuota internet di belakang sistem (background).

Datally-850x476

Seperti diketahui, sebagian besar aplikasi di Android selalu aktif secara diam-diam. Aplikasi tersebut selain menyedot kuota juga disinyalir turut menyumbang borosnya baterai smartphone.

Sejumlah aplikasi secara otomatis diblokir begitu Datally dipasang di smartphone. Namun, pengguna masih dapat mengatur aplikasi yang dianggap penting dan boleh selalu menggunakan kuota internet. Aplikasi yang biasanya wajib selalu terhubung dengan internet adalah aplikasi pesan instan dan media sosial.

Pengguna yang telah menguji aplikasi ini mengatakan bahwa Datally dapat menghemat kuota internet di ponsel hingga 30 persen, seperti dikutip KompasTekno dari keterangan pers Google, Senin (4/11/2017).

Aplikasi Datally dibuat Google setelah melakukan riset terhadap pengguna ponsel di Indonesia. Hasil riset menunjukkan pengguna ponsel di Indonesia banyak yang khawatir paket kuota internetnya cepat habis.

Google juga mendapati, pengguna ponsel di Indonesia tidak memahami untuk apa saja kuota mereka digunakan. Mereka juga disebut mengalami kesulitan mengontrol penggunaan kuota pada aplikasi yang disukai.

Selain bisa menghemat kuota, Datally mempunyai fitur pencarian jaringan Wi-Fi. Dengan menggunakan Datally, pengguna bisa melihat jaringan Wi-Fi yang berada di dekatnya. Namun, Datally tidak menyediakan kunci pembuka WiFi. Untuk mengakses internet di WiFi terdekat, pengguna tentu saja harus memiliki atau mengetahui password-nya.

Aplikasi Datally sudah bisa diunduh di Google Play Store secara global, termasuk Indonesia. Untuk menggunakannya diperlukan ponsel Android dengan minimal OS versi 5.0 (Lollipop).

source: KompasTekno

YouTube Go, Cara Nonton Video Ramah Kuota Data Internet

Standar

Bagi Anda memiliki smartphone dengan spesifikasi pas-pasan atau sering berada di daerah dengan koneksi internet yang lamban, namun ingin tetap menikmati berbagai tayangan video yang ada di YouTube, Google akhirnya meresmikan versi final dari YouTube Go, sebuah aplikasi YouTube versi ringan.

YouTube Go merupakan versi ringan dari aplikasi YouTube biasa yang ada di Android. Aplikasi ini didesain khusus untuk dapat dijalankan dengan lancar pada smartphone lama atau yang memiliki spesifikasi pas-pasan. Kemudian aplikasi ini juga diklaim akan dapat menghemat konsumsi data sehingga bisa lebih menghemat kuota Anda.

Aplikasi YouTube Go sebelumnya telah dirilis secara terbatas dengan status public beta  di negara India. Maklum saja, rata-rata kecepatan internet di  negara Sungai Gangga hanya 3,6 Mbps untuk koneksi broadband, dan hanya 3,3 Mbps untuk jaringan mobile. Angka ini hanya setengah dari kecepatan rata-rata koneksi di Indonesia, sehingga Google merasa perlu menciptakan aplikasi streaming video yang ramah kuota data.

Di aplikasi ini, Anda dapat menggunakannya seperti aplikasi YouTube biasa. Namun untuk menghemat penggunaan data, YouTube Go menyediakan fungsi preview video dan download untuk dapat ditonton secara offline. Anda juga dapat mengatur jumlah maksimal data yang diperbolehkan untuk mendownload video pada aplikasi ini. Video-video yang telah didownload juga bisa dibagikan ke teman Anda melalui Bluetooth sehingga mereka tidak perlu lagi mendownload video yang sama.

Selain dapat menghemat kuota internet, YouTube Go juga ramah terhadap smartphone. YouTube Go didesain agar dapat bekerja dengan baik pada smartphone lawas atau smartphone entry-level yang biasanya memiliki spesifikasi pas-pasan. Ukuran filenya juga sangat kecil, cuma sekitar 9MB.

YouTube Go saat ini telah tersedia untuk didownload melalui Play Store. Ketersediaan aplikasi ini masih terbatas pada beberapa negara saja yang merupakan negara berkembang yang umumnya memiliki infrastruktur internet yang belum memadai seperti Indonesia dan India. Tertarik untuk mencoba aplikasi YouTube versi ringan ini, Anda dapat mendownloadnya secara resmi melalui Play Store atau melalui tautan ini.

source : yangcanggih.com

Google Akan Buka Kantor Di Indonesia Sebelum 2012

Standar

Executive Chairman Google, Eric Schmidt, Jumat (22/7/2011), bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Schmidt mengutarakan keinginan Google untuk membuka kantor di Indonesia yang idealnya terwujud sebelum tahun 2012.

Google ingin mengembangkan bisnis lewat pengembangan platform yang berfungsi menghubungkan usaha kecil menengah di Indonesia dengan pembeli dari luar negeri.

Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat menjelaskan, Google ingin mengembangkan bisnis lewat pengembangan platform yang berfungsi menghubungkan usaha kecil menengah di Indonesia dengan pembeli dari luar negeri. Ini seperti yang sudah dilakukan Google di China. Bagi Google, ini penting untuk menambah pemasukan dari advertising, jelasnya.

Google sedang berembuk dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam persiapan membangun bisnis di Indonesia. Perusahaan raksasa internet itu ingin membuat nota kesepahaman (MOU) dengan Pemerintah Indonesia sebagai dasar pembukaan bisnis.

Google Inc adalah perusahaan multinasional yang melakukan investasi di bidang mesin pencari internet, cloud computing, serta teknologi periklanan. Perusahaan ini mengembangkan sejumlah produk dan layanan internet, serta banyak mendapat keuntungan dari produk periklanan, yakni lewat program AdWords mereka.

Narasumber : Kompas.com

Google Luncurkan Google+, Bakal Saingi Facebook

Standar

Google baru saja meluncurkan Google+ (Google Plus), Rabu (29/6/2011) yang merupakan layanan jejaring sosial baru. Layanan tersebut ditengarai bakal menjadi pesaing kuat bagi Facebook.

Jejaring sosial milik Google ini membuka ruang bagi para penggunanya untuk membagi foto, pesan, dan komentar seperti layaknya di Facebook. Google juga menambahkan layanan peta dan images dalam Google+ ini.

Google pun mengklaim, jejaring sosialnya ini akan memudahkan orang untuk mengatur kontak tanpa membuat grup. Namun, beberapa analis teknologi informasi berpendapat, Google+ hanya mereproduksi fitur dari Facebook, dengan hanya menambahkan fungsi video chat.

Sebelumnya, Google juga telah melempar produk baru seperti Google Wave dan Google Buzz yang ternyata tak laku di pasaran. Namun, dengan produk anyarnya ini, Google tak mau gagal lagi. Manajemen menawarkan sedikitnya empat fitur yang menjadi andalan mereka :

1. Circles. Fungsi ini bisa digunakan untuk memasukkan nama-nama teman ke dalam grup dan pengguna bisa berbagi konten dengan format berbeda di dalam lingkaran pertemanan ini.

2. Hangouts. Ini adalah layanan conference lebih dari dua orang dengan video call.

3. Huddle. Layanan ini menyediakan grup-grup di jejaring ini untuk mengirim pesan instan.

4. Sparks. Fitur ini menghubungkan individu dalam jaringan ini kepada orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap suatu hal.

Saat ini versi Google+ baru bisa dinikmati oleh segelintir pengguna dan hanya bisa dinikmati lewat undangan dari pengguna yang sudah terdaftar. Tapi, Google berjanji secepatnya jejaring sosial ini bisa segera dinikmati oleh jutaan pengakses Google setiap harinya.

“Jejaring sosial seperti ini memerlukan pemikiran yang serius. Jadi kami masih butuh waktu untuk mempersiapkannya,” ujar Vic Gundorta Senior Vice President of Engineering Google dalam rilisnya.

Narasumber : Kompas.com / ChickenStrip