Tag Archives: pesawat asli indonesia

Mantap! N-219 Pesawat Terbang 100% Buatan Indonesia ini Sukses Mengudara di Terbangkan oleh Pilot Wanita

Standar

17 Januari 2016 silam Dream Indonesia sudah pernah mengulas tentang pesawat N-219 yangn merupakan pesawat made in Indonesia 100% asli. Baca : Inilah N-219 Pesawat Terbang 100% Made in Indonesia. Dan tepat tanggal 16 Agustus 2017 menjadi hari yang bersejarah bagi industri penerbangan di Indonesia dan seakan menjadi hadiah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, N-219 sukses mengudara saat uji terbang untuk pertama kalinya di Bandung, Jawa Barat.  Hebatnya lagi, yang menjadi test pilot adalah seorang wanita yaitu  Kapten penerbang Captain Esther Gayatri Saleh sebagai pilot utama dalam uji terbang pesawat didampingi kopilot Kapten penerbang Adi Budi Atmoko.

n219 ujicoba

Tentunya, prestasi anak bangsa ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pesawat yang selama ini impor. Untuk diketahui, N 219 ini merupakan produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) yang didesain dan dibiayai oleh perusahaan Ilham Habibie, yang merupakan putra dari BJ Habibie.

Lalu, seperti apa spesifikasi N 219 ini ? Seperti yang dilansir oleh Surabayapost.net, N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil.

Fitur utama fungsi ialah angkut penumpang dan kargo (multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang) dengan kapasitas 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar). Kinerja lepas landas dan mendarat jarak pendek/STOL (600 m).

Biaya operasionalnya rendah dan mesin 2 x 850 shp. Begitu pula kinerja kecepatan jelajah maksimum 395 km / jam (213 KTS), kecepatan jelajah ekonomis 352 km / jam (190 KTS).

Rata-rata feri maksimum 1580 Nm, jarak lepas landas (halangan 35 kaki) 465 m, ISA, SL jarak mendarat (halangan 50 kaki) 510 m, ISA, SL kecepatan jatuh (stall) 73 KTS.

Berat lepas landas maksimum (MTOW) 7270 kg (16,000 lbs), dengan muatan maksimum 2500 kg (5511 lb) dan tingkat panjat 2300 kaki/menit (semua mesin operasi) jarak 600 Nm.

Dari sisi harga dibandingkan pesawat sejenis yaitu Twin otter keluaran terbaru harganya sekitar US$ 8 juta, sedangkan N-219 harganya jauh lebih murah yaitu US$ 5 juta dan pesawat ini lebih bagus, performance-nya ini lebih unggul, dari tenaganya, teknologinya. Dengan kapasitas yang lebih banyak dan jumlah kapasitas kargo lebih besar.

Dengan keunggulan tersebut tak heran N-219 saat ini sudah kebanjiran pemesanan. Para pemesan diantaranya Maskapai Lion Air sebanyak 100 unit, Nusantara Buana Air sebanyak 30 unit, Pemda Papua dan Papua Barat sebanyak 15 unit, Pemda Aceh sebanyak 6 unit, Pemda Sulawesi sebanyak 6 unit, Pemda Riau sebanyak 4 unit, Thailand (Nomad) pengawas pantai sebanyak sebanyak 18 unit dan cadangan sebanyak 2 unit. TNI AL (Nomad) 1 skuadron sebanyak 9-15 pesawat. Mantap!

 

Iklan

Inilah N-219 Pesawat Terbang 100% Made in Indonesia

Standar

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyatakan pembuatan pesawat perintis N-219 yang memuat 100% kandungan lokal telah selesai. Membutuhkan waktu tiga tahun, mulai tahap perancangan pada 2012 hingga proses produksi rampung seluruhnya saat ini    (2015).

“Ini 100 persen pesawat terbang buatan Indonesia. Didesain oleh rekan-rekan di PTDI. Ide mulai muncul sejak 2007, tapi proses desain baru betul-betul dilakukan pada 2012,” kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso kepada CNN Indonesia, Kamis (10/12/15).

n219

Sejak tahun 2013, ujar Budi, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengawasi langsung proses desain dan produksi pesawat. “Desain diperiksa, produksi diperiksa, lalu dapat izin untuk mencoba,” kata dia.

N-219 dirancang untuk menampung 19 orang penumpang. Pesawat yang menyasar daerah-daerah terpencil sebagai rute operasinya ini memiliki keunggulan teknis untuk terbang di wilayah dataran tinggi, dan lepas pandas serta mendarat pada landasan pacu pendek.

“Istilahnya pada penerbangan hot and high di mana kekuatan mesin biasanya menurun. Di situ kami mendesain (agar mesin lebih unggul),” ujar Budi.

Meski telah selesai dibangun  N-219 tak bisa langsung terbang. Sesuai prosedur, pesawat baru harus lebih dulu memenuhi syarat kelaikan udara sebelum diizinkan beroperasi.

n219-model-header

“Persyaratannya cukup berat, tapi sebagian telah dilalui. Desain dan produksi sudah lolos. Nanti jika uji terbang sudah selesai, kami bisa mendapat sertifikasi,” kata Budi.

PTDI saat ini sudah dihubungi dua maskapai penerbangan domestik yang tertarik untuk memesan N-219. Proses negosiasi pun berlangsung karena PTDI hendak memilih satu dulu di antara dua pemesan itu, disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dalam memproduksi pesawat.

“Kami mencari yang terbaik. Satu perusahaan ingin membeli 15 unit, namun dengan opsi hingga 40 unit. Satu perusahaan lagi ingin memesan 8 unit dengan opsi sama, hingga 40 unit. Kedua perusahaan itu dari Indonesia,” ujar Budi.

Untuk tiga tahun pertama, N-219 akan beroperasi di Indonesia lebih dulu, tidak di luar negeri.

Selain membuat pesawat sendiri, PTDI selama ini menjadi subkontraktor untuk industri-industri pesawat terbang ternama di dunia seperti Airbus Eropa, Boeing dan General Dynamics asal Amerika Serikat, serta Fokker Belanda.

Source : CNN Indonesia

>> Alangkah Konyolnya Negeri Ini, Mampu Bikin Pesawat Sendiri Namun Membeli ke Negara Lain